Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ibarat Sisi Dua Mata Pisau, Sri Mulyani Beberkan Dampak Tingginya Harga Komoditas

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 03 Agustus 2022 | 13:50 WIB
Ibarat Sisi Dua Mata Pisau, Sri Mulyani Beberkan Dampak Tingginya Harga Komoditas
Menkeu Sri Mulyani.

Suara.com - Ibarat sisi dua mata pisau, kenaikan harga sejumlah komoditas global membawa berkah bagi Indonesia tetapi disisi lain juga memberikan ancaman.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan kenaikan harga komoditas global membawa berkah bagi penerimaan negara, terutama dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dimana kata dia ketika harga komoditas naik pundi-pundi penerimaan sektor PNBP juga ikutan naik.

"Pada 2021, PNBP yang berasal dari SDA mencapai Rp149,5 triliun atau tumbuh 53 persen dari 2020," kata Sri Mulyani dalam webinar bertajuk 'Digitalisasi Sebagai Sarana Pencegahan Korupsi' pada Rabu (3/8/2022).

Kondisi ini pun cukup menggembirakan, pasalnya dengan kondisi yang ada dirinya optimistis bahwa sektor penerimaan Sumber Daya Alam (SDA) terhadap PNBP bisa kembali tercapai pada tahun ini, mengingat saat ini masih terjadi lonjakan harga sejumlah komoditas global.

"Semester 1 ini tahun 2022 PNBP yang berasal dari sumber daya alam kita mencatat rekor yang luar biasa yaitu Rp114,6 triliun. Ini kenaikan yang jauh lebih tinggi lagi dibandingkan tahun lalu yang sudah tumbuh dengan 53 persen," katanya.

Namun disisi lain, ada ancaman yang harus diwaspadai dari lonjakan harga komoditas global, yakni naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) atau terjadinya inflasi yang saat ini terjadi hampir diseluruh negara dunia.

Dikatakan dia, disrupsi sisi supply yang awalnya karena pandemi, menyebabkan masyarakat tidak bisa melakukan kegiatan secara normal. Kondisi ini diperparah dengan disrupsi akibat perang yang menyebabkan pasokan, khususnya sektor pangan dan energi.

"Ini kemudian menyebabkan kenaikan inflasi yang luar biasa tinggi di seluruh dunia," katanya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadi peningkatan inflasi pada bulan Juli 2022 sebesar 0,64 persen, sementara untuk tahun kalender sudah mencapai 3,85 persen.

Sehingga secara tahunan atau year on year (yoy) laju inflasi sudah mencapai 4,94 persen.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan bahwa laju inflasi ini didorong oleh kenaikan sejumlah harga pengeluaran masyarakat, seperti cabai merah, tarif angkutan udara bawang merah, bahan bakar rumah tangga dan cabai rawit.

"Pada Juli 2022, terjadi inflasi sebesar 0,64 persen atau terjadi peningkatan indeks harga konsumen (IHK) dari 111,09 pada Juni 2022 menjadi 111,80" ucap Margo dalam konferensi persnya di Jakarta,  Senin (1/8/2022).

Sementara itu menurut Margo, inflasi secara yoy yang sebesar 4,94 persen merupakan inflasi tertinggi sejak Oktober 2015 atau 6 tahun terakhir.

"Kalau kita lihat inflasi tahunan, ini merupakan inflasi tertinggi sejak Oktober 2015 dimana saat ini terjadi inflasi sebesar 6,25 persen," ungkap Margo.

Lebih lanjut Margo menjelaskan dari 90 kota yang disurvei BPS seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi di Kendari 2,27 persen dengan penyumbang tertinggi dari tarif angkutan udara yang andilnya 0,75 persen ikan layang yang memiliki andil 0,19 persen dan bawang merah dengan andil 0,15 persen.

Sedangkan inflasi yang terendah terpantau berada di kota Pemantang Siantar dan Tanjung dengan tingkat inflasi sebesar 0,04 persen mom. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Gencar Transformasi Digital, Sri Mulyani: Infrastruktur Digital Adalah Keharusan

Indonesia Gencar Transformasi Digital, Sri Mulyani: Infrastruktur Digital Adalah Keharusan

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2022 | 13:36 WIB

Anggaran Kominfo Tahun Ini Jadi Rp27 Triliun, Naik 5 Kali Lipat Dibanding 2019

Anggaran Kominfo Tahun Ini Jadi Rp27 Triliun, Naik 5 Kali Lipat Dibanding 2019

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2022 | 12:59 WIB

Negara Terus Upayakan Pemulihan Ekonomi, Menkeu: SDA Memiliki Peran Penting

Negara Terus Upayakan Pemulihan Ekonomi, Menkeu: SDA Memiliki Peran Penting

Bisnis | Rabu, 03 Agustus 2022 | 11:49 WIB

Terkini

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 23:00 WIB

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Harga Plastik Melonjak Tinggi Gegara Minyak, Sektor Industri Terancam?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:17 WIB

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Kementan Akan Tindak Tegas Mafia Minyak Goreng

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:48 WIB

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Wamentan Klaim Indonesia Surplus 800.000 Hewan Kurban

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:38 WIB

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Suara Konsumen: Kartu Kredit Maybank Belum Diterima, Tapi Sudah Dipakai

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 20:15 WIB

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Dugaan Manipulasi Ekspor CPO Wilmar dan Musim Mas Jadi Sorotan Dunia

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 19:05 WIB

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Kanwil DJP Intensif Penagihan Aktif, Nunggak Pajak Rekening Bisa Diblokir?

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:55 WIB

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Rupiah Melemah Terus-menerus Akibat Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 17:44 WIB

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Taipan RI Berharta Rp243 T Justru Gadai Saham Demi Dapat Utang Bank

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:20 WIB

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Alasan Rekening Warga Senilai Rp330 Miliar Tiba-tiba Diblokir Dirjen Pajak

Bisnis | Kamis, 28 Mei 2026 | 16:19 WIB