Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Komitmen Nestl untuk Berkelanjutan, Turunkan Emisi GRK

Iwan Supriyatna

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 05:52 WIB
Komitmen Nestl untuk Berkelanjutan, Turunkan Emisi GRK
Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar.

Suara.com - PT Nestlé Indonesia mengungkapkan komitmen perusahaan akan keberlanjutan untuk masa depan yaitu mencapai nol emisi pada 2050 dan memastikan 100% kemasan dapat didaur ulang.

Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Ganesan Ampalavanar mengatakan, PT Nestlé Indonesia mempunyai 4 fokus upaya keberlanjutan yaitu perubahan iklim, keberlanjutan kemasan, kepedulian air dan keberlajutan pengadaan bahan baku.

“Kami memastikan upaya pengurangan emisi dilakukan sepanjang mata rantai usaha (entire value chain), sehingga menjadikan komitmen kami ini lebih menantang. Dari pengadaan bahan baku, manufaktur, hingga pasca konsumsi,” kata Ganesan dalam webinar KATADATA SAFE 2022.

Ganesan menambahkan, komitmen mencapai emisi nol di 2050, dibagi menjadi komitmen jangka pendek di 2025 dan jangka menengah di 2030. Untuk jangka pendek pada 2025, PT Nestlé Indonesia menargetkan pengurangan emisi sebesar 20%. Lalu mencapai 50% pada 2030.

“Beberapa target yang mau dicapai di jangka pendek pada 2025, antara lain kemasan 100% dapat didaur ulang, menggunakan sekam padi sebagai biomassa boiler seperti yang sudah dimulai di Pabrik Karawang, dan 20% bahan baku dari pertanian regeneratif,” lanjut Ganesan.

Memastikan kemasan plastik dapat didaur ulang juga merupakan salah satu upaya untuk mendukung pencapaian emisi nol.

“Kami memiliki 3 strategi dalam mendukung kemasan plastik sirkular yaitu less packaging, better packaging, dan better system. Saat ini, 88% kemasan kami sudah bisa didaur ulang,” ujar Ganesan.

Salah satu bentuk komitmen dalam membantu memperbaiki kemasan adalah menggunakan sedotan kertas, di mana Nestlé merupakan perusahaan pertama yang menggunakan sedotan kertas pada kemasan siap konsumsinya.

“Ini merupakan satu contoh, di mana cost-nya ditanggung oleh Nestlé dan kami berharap konsumen-konsumen produk kami menilai apa yang dilakukan oleh Nestlé dalam perjuangan melindungi keberlanjutan ini,” lanjut Ganesan.

baca juga

Meskipun penggantian dari sedotan kertas jauh lebih mahal dibandingkan dengan sedotan plastik, ujar Ganesan, tapi karena PT Nestlé Indonesia berkomitmen dalam mencapai nol emisi, maka perubahan tersebut tetap dilakukan.

“Contoh dukungan kami lainnya adalah dukungan terhadap manajemen persampahan melalui 15 fasilitas TPST/TPS3R di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jakarta, serta bermitra dengan 26 pelapak dan pendaur ulang di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Salah satu target kami adalah melalui plastic neutrality mengumpulkan sampah plastik, termasuk bukan kemasan milik Nestlé, sebesar dengan jumlah plastik yang kami gunakan tahun ini,” jelas Ganesan.

Kata Ganesan, emisi terbesar berasal dari bahan baku yang digunakan PT Nestlé Indonesia dari pertanian. Karena itu, PT Nestlé bergotong royong dalam skala besar bersama seluruh mitra petani untuk melakukan pertanian regeneratif, yaitu bukan hanya melindungi, tetapi juga membantu memperbaharui dan memperbaiki lingkungan kita beroperasi. Di saat bersamaan juga meningkatkan kehidupan (living income) petani.

“Sebagai contoh salah satu solusi yang kami lakukan bersama 26.000 peternak sapi perah di Jawa Timur. Limbah ternak kami olah dalam biogas digester untuk menjaga lingkungan dan bagi petani bisa digunakan sebagai sumber energi untuk memasak. Lebih dari 8.000 biogas digester yang sudah dibangun dan digunakan petani. Bersama petani kopi di Tanggamus, Lampung. Menanam 1 juta pohon untuk menyerap lebih banyak lagi emisi,” jelas Ganesan.

Selain berkolaborasi dengan para petani, PT Nestlé Indonesia juga mendukung terjadinya kolaborasi semisal dengan PLN. Kata Ganesan, PT Nestlé Indonesia akan melakukan investasi untuk penggunaan solar panel di seluruh pabrik untuk mendukung PLN menciptakan green energy.

PT PLN mendukung upaya industri dalam rangka penggunaan energi hijau. Executive Vice President (EVP) Perencanaan Sistem Ketenagaklistrikan PLN, Edwin Nugraha Putra berharap, sektor industri ikut terlibat untuk membantu ataupun menyerap energi hijau yang telah disiapkan PLN.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Biar Tidak Tertinggal, Perusahaan Harus Beradaptasi di Era Transformasi Digital

Biar Tidak Tertinggal, Perusahaan Harus Beradaptasi di Era Transformasi Digital

Bisnis | Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:51 WIB

Warga Serbu Layanan Penukaran Uang Keliling di Pasar Senen

Warga Serbu Layanan Penukaran Uang Keliling di Pasar Senen

Foto | Rabu, 24 Agustus 2022 | 15:14 WIB

Gas Bumi Jembatan Transisi Energi: Perlu Kebijakan yang Mendukung Industri Hulu dan Hilir

Gas Bumi Jembatan Transisi Energi: Perlu Kebijakan yang Mendukung Industri Hulu dan Hilir

Bisnis | Selasa, 23 Agustus 2022 | 19:49 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×