Biar Tidak Tertinggal, Perusahaan Harus Beradaptasi di Era Transformasi Digital

Rabu, 24 Agustus 2022 | 19:51 WIB
Biar Tidak Tertinggal, Perusahaan Harus Beradaptasi di Era Transformasi Digital
Schneider Electric perkenalkan Hybrid Cloud untuk kelola data center. (Suara.com/Muslimin)

Suara.com - Industri digital yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 berkembang sangat pesat terutama di era Pandemi Covid-19 dan menghadirkan solusi bagi pergeseran pola hidup konsumen.

Schneider Electric juga mendorong industri masa depan perlu menciptakan bisnis yang lebih eko-efisien, gesit dan tangguh melalui penerapan otomatisasi industri yang terbuka, kolaboratif dan berpusat pada software.

Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Martin Setiawan mengatakan, di tengah adaptasi terhadap adopsi teknologi dan dalam usaha mempertahankan kelangsungan bisnis pascapandemi, sektor industri juga mengemban misi global untuk menekan emisi karbon dan mencapai target emisi nol bersih.

"Untuk mewujudkan hal ini, sektor industri perlu mengevaluasi roadmap transformasi digitalnya agar lebih tepat dan efektif dalam mendukung terciptanya pabrik yang pintar dan sustainable," kata Martin dalam keterangan persnya di Jakarta, Rabu (24/8/2022).

Dia menambahkan, Schneider Electric telah membuktikan sendiri bagaimana penerapan software berlandaskan otomatisasi universal (universal automation), penguatan keamanan siber, dukungan SDM digital terlatih, dan ekosistem kemitraan yang kolaboratif menjadi aspek sangat penting dalam mengakselerasi dan mewujudkan potensi penuh dari Revolusi Industri 4.0 untuk keberlanjutan bisnis dan bumi.

"Pabrik kami di Batam dan Cikarang menjadi bukti nyata transformasi pabrik pintar dan sustainable. Bahkan pabrik kami di Cikarang juga telah menerapkan pemanfaatan panel surya sebagai sumber energi bersih dan telah berhasil mengurangi emisi karbon hingga 181 ton CO2 per tahun atau setara dengan menanam 900 pohon per tahun.” papar Martin.

Menurutnya, otomatisasi universal menghilangkan hambatan yang selama ini sering kali terjadi akibat perbedaan standarisasi sistem dari teknologi yang digunakan.

"Penerapan otomatisasi universal juga berpotensi untuk melakukan pemeliharaan secara lebih proaktif dan prediktif sehingga dapat meningkatkan efisiensi sekitar 8 persen hingga 12 persen dibandingkan pemeliharaan preventif dan hingga 40 persen dibandingkan pemeliharaan reaktif," katanya.

Prinsip otomatisasi universal dengan standard IEC61499 telah diadopsi oleh Schneider Electric dalam mengembangkan solusi otomasi industri, yaitu EcoStruxure Automation Expert yang akan ditampilkan pertama kali pada Indonesia 4.0 Conference & Expo yang memiliki keunggulan meningkatkan efisiensi teknik & operasional industri hingga 100 persen dan siap untuk teknologi industri di masa depan.

Baca Juga: Perkuat Sistem Kelistrikan, Schneider Electric Jamin Layanan di Rumah Sakit Pemerintah Tak Ada Gangguan Listrik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI