Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Cerita Para Pemuda Bali yang Beralih Menjadi Petani Cerdas

Siswanto | BBC | Suara.com

Kamis, 01 September 2022 | 21:44 WIB
Cerita Para Pemuda Bali yang Beralih Menjadi Petani Cerdas
BBC

Suara.com - Ketika wabah Covid-19 melanda berbagai belahan dunia, sektor pariwisata Bali pun turut terdampak dan sempat anjlok. Akibatnya, banyak orang kehilangan pekerjaan.

Keterpurukan itu membuat sejumlah pemuda yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata mesti kembali ke kampung halaman mereka di Desa Gobleg, Buleleng. Nyaris tak ada pekerjaan lagi kecuali menjadi petani.

Dengan berbekal ilmu dan ide, sebanyak 20 pemuda membentuk komunitas Petani Muda Keren (PMK) serta menciptakan sistem “smart farming” alias “bertani cerdas” yang menggabungkan pertanian dengan teknologi.

Baca juga:

Ide bertani cerdas ini tercetus lantaran tingginya biaya pertanian tradisional yaitu boros air, tenaga kerja mahal, dan waktu banyak terbuang, kata pendiri komunitas PMK, Anak Agung Gede Agung Wedhatama, kepada wartawan kantor berita Antara di Bali, Nyoman Hendra Wibowo.

Menurut Anak Agung Gede Agung Wedhatama, sistem pertanian cerdas itu memanfaatkan seperangkat alat elektronik berbasis digital dan “Internet of Things” (IoT) yang dikendalikan aplikasi telepon genggam sehingga tidak harus berjemur terus di kebun.

Ada beberapa sensor elektronik pada sistem itu, yakni sensor kelembaban tanah (kadar air tanah), sensor PH tanah (kadar asam/basa), sensor hujan, dan sensor udara menyangkut temperatur, kelembaban, tekanan, serta ketinggian lokasi kebun.

Sistem senilai Rp20 juta per unit tersebut dibeli secara swadaya dan dioperasikan sejak 2021 oleh para petani anggota PMK yang memiliki lahan pertanian hortikultura bervariasi antara 1.000 hingga 3.000 meter persegi.

Keunggulan sistem tersebut, antara lain penyiraman tanaman hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit secara merata melalui penyemprot air atau “sprinkler” yang dikendalikan aplikasi telepon genggam.

Jika dibandingkan dengan cara tradisional, penyiraman akan memerlukan waktu selama enam hingga delapan jam.

Baca juga:

Dalam hal penanggulangan hama, sistem yang menggunakan panel surya dan baterai penyimpanan listrik itu bisa memberikan penerangan lampu malam hari untuk jebakan serangga secara alami sehingga meminimalkan penggunaan pestisida.

Kemudian waktu bercocok tanam juga bisa mengandalkan teknologi informasi.

Sebelumnya petani di desa tersebut bercocok tanam secara tradisional yang mengikuti musim. Namun sekarang sistem itu bisa memberikan informasi ke petani sehingga mereka dapat menentukan rotasi tanaman dan yang cocok dikembangkan sesuai kondisi yang ada.

Dengan demikian hasil panennya pun jauh lebih maksimal dan efisiensi biaya mencapai 70%. Contohnya, cabai merah besar sebanyak 1.600 pohon pada lahan 1.000 meter persegi hanya mampu menghasilkan panen sekitar dua ton jika ditanam dengan cara tradisional.

Hasilnya, panen pertanian cerdas ini bisa mencapai tiga ton karena perawatan secara terpadu dari hulu hingga hilir.

Meski demikian tentu ada pekerjaan yang mesti dilakukan secara manual yaitu penyiapan lahan, pengolahan tanah, pembibitan, dan saat memanen.

Selain menekuni lahan pertaniannya, komunitas PMK ini rutin memberikan pelatihan pertanian cerdas berbasis teknologi yang bernama Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) Petani Muda Keren (PMK) di bawah naungan Kementerian Pertanian RI.

Sistem pertanian cerdas tersebut juga menjadi percontohan dan ke depannya berpotensi sebagai destinasi agrowisata.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak

News | Senin, 06 April 2026 | 23:45 WIB

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'

News | Senin, 06 April 2026 | 22:56 WIB

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah

News | Senin, 06 April 2026 | 22:47 WIB

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur

News | Senin, 06 April 2026 | 22:17 WIB

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

Lagi, KPK Didesak Segera Selidiki Dugaan Korupsi Impor 105.000 Mobil India

News | Senin, 06 April 2026 | 21:58 WIB

Tak Pikirkan Tim Lain, Beckham Putra Fokus Sisa Delapan Laga Sisa

Tak Pikirkan Tim Lain, Beckham Putra Fokus Sisa Delapan Laga Sisa

Bola | Senin, 06 April 2026 | 21:49 WIB

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Bola | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

7 Eye Cream untuk Mata Panda dan Kerutan, Siap Tampil Segar

7 Eye Cream untuk Mata Panda dan Kerutan, Siap Tampil Segar

Lifestyle | Senin, 06 April 2026 | 21:36 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB

Terkini

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Kemnaker: Perusahaan Aktif Sertifikasi Magang, Dapat Reward dan Prioritas Program

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Pemerintah Hapus Bea Masuk Suku Cadang Pesawat Demi Lindungi Industri Penerbangan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 21:06 WIB

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Respon Maskapai tentang Kebijakan Baru Soal Avtur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:55 WIB

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

OJK Mitigasi Risiko Jelang Keputusan Bobot Indeks MSCI

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:53 WIB

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Pemerintah Jaga Harga Tiket Pesawat Tetap Terjangkau Meski Harga Avtur Melambung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:44 WIB

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bahlil Berpikir Keras Cari Stok LPG

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:43 WIB

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Emiten PPRE Raih Kontrak Proyek Infrastruktur Penunjang Hilirisasi Nikel

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 20:36 WIB

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Penerimaan Pajak Naik 20,7 Persen di QI 2026, Purbaya: Ekonomi Alami Perbaikan

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:32 WIB

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

BEI Akui Pengungkapan Saham Terkonsentrasi Tinggi Bikin Investor Asing Kabur

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 19:03 WIB

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Purbaya Ungkap Alasan Defisit APBN Tinggi, Sorot Anggaran Besar BGN

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:55 WIB