Program Aggregator Dinilai Mampu Akselerasi UMK Naik Kelas

Iwan Supriyatna

Senin, 10 Oktober 2022 | 06:22 WIB
Program Aggregator Dinilai Mampu Akselerasi UMK Naik Kelas
PT Pertamina (Persero) memiliki program yang mendukung kebijakan pemerintah tersebut berupa Pertapreneur Aggregator Program.

Suara.com - Pemerintah menerapkan sistem aggregator sebagai pendekatan baru dalam membina dan mengakselerasi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar naik kelas.

Dengan konsep ini, pembinaan UMKM tidak lagi dilakukan satu per satu melainkan dengan menciptakan ekosistem bisnis yang mampu mengatasi berbagai persoalan yang kerap ditemui pelalu usaha seperti biaya logistik yang mahal dan kesulitan menembus pasar ekspor.

PT Pertamina (Persero) memiliki program yang mendukung kebijakan pemerintah tersebut berupa Pertapreneur Aggregator Program.

“Pelaku UMKM didorong bermitra dengan usaha besar agar UMKM tergabung dan masuk dalam rantai produksi global (global value chain) untuk meningkatkan peluang UMKM naik kelas. Selama ini, biaya logistik berkontribusi 83,5% dari total biaya produksi. Pemerintah terus mendorong agar UMKM memasuki rantai pasok dengan mengkoneksikan para pelaku usaha dalam sistem aggregator. Dengan demikian, pembinaan UMKM ke depan tidak lagi dilakukan satu per satu,“ tutur Menteri UMKM dan Koperasi Teten Masduki, di Jakarta.

Pertamina tengah menyelenggarakan Pertapreneur Aggregator Program sebagai ruang sinergi UMK agar mitra binaan yang selama ini mendapatkan pinjaman murah dari Dana Kemitraan. Peserta program ini sebanyak 100 UMK yang telah melewati proses kurasi dari 200 lebih peserta UMK Academy 2022. Mitra binaan yang terpilih menjadi aggregator akan merangkul UMK lain dalam rantai bisnis yang dikembangkannya.

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati meresmikan kick off UMK Academy dan Pertapreneur Aggregator pada Agustus 2022. Pertamina berharap mitra binaan yang menjadi pertapreneur aggregator tidak hanya memiliki brand yang kuat tetapi memberikan manfaat pula bagi UMK di sekitarnya.

Selain itu, Pertamina mendorong inovasi yang dapat mendukung mitra binaan mendapatkan dan memiliki entrepreneurial value. Pertamina menginisiasi kolaborasi UMK satu dengan UMK atau mitra lain dalam pengembangan usaha yang saling menguntungkan.

Pengembangan industri UMK dapat dipercepat dengan fokus memberi dukungan pada peningkatan empat karakteristik yakni kepercayaan, petumbuhan, daya saing dan kolaborasi. Pertamina menumbuhkan tingkat percaya diri UMK dengan mendukung kemudahan berbisnis dan mempromosikan entrepreurial mindset.

Untuk pertumbuhan, Pertamina memfasilitas akses ke pasar global dan memberikan bantuan teknis yang dapat mendorong inovasi dan produksi finansial untuk ekspansi.

baca juga

Pertamina juga berupaya menciptakan UMKM berdaya saing global dengan menyediakan infrastruktur bisnis serta secara aktif mendukung produktivitas dan penetrasi teknologi. Selain itu, BUMN energi terintegrasi ini mendukung UMKM saling berkolaborasi menggabungkan kekuatan sebagai kunci sukses di pasar domestik maupun global.

Denny W Kurnia, Konsul Jendral Indonesia di Shanghai, mengungkapkan pasar Tiongkok merupakan potensi yang bisa dimanfaatkan UMKM yang dibina Pertamina. Namun, apabila ingin sukses mengekspor ke negara itu, perusahaan harus memperhatikan kapasitas suplai yang dimilikinya.

“Karena pengekspor dengan suplai sedikit akan menjadi tidak efisien. Market kebutuhan dan permintaan selangit karena pasarnya besar. Kalau sedikit, tersendat suplainya, tidak akan prospektif,“ ujarnya.

Dia menuturkan Pertamina dapat mengikutkan UMK binaannya dapat mengikuti tata cara yang sudah ada, seperti memanfaatkan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC).

“Bisa berkoordinasi dengan yang ada di Shanghai, atau atase perdagangan, mereka akan punya daftar orang-orang yang biasa memfasilitasi, semacam agen. Untuk bisa masuk pasar Tiongkok dengan ribuan distributor maka paling mudah dengan agen. Mereka menarik fee, tapi tidak apa-apa,” ungkapnya.

Barang apapun kalau unik bisa diterima pasar Tiongkok. Menurut Denny, produk UMK yang memiliki prospek adalah makanan atau perhiasan yang unik. Untuk kain atau barang kerajinan agak susah diterima masyarakat karena harga di Tiongkok lebih kompetitif.

“Jadi, keberhasilan ekspor menyangkut produk UMKM harus dalam satu tim besar, dalam satu tim skala produksi besar yang unik. Tidak perlu kuatir, kalau produknya unik, tidak ada kompetitor maka barang akan laku,“ katanya.

Ridwan Hasan, Duta Besar Indonesia untuk Qatar, mengatakan pasar Timur Tengah sangat potensial untuk ditembus produk UMKM. Dia menambahkan produk yang dapat diterima pasar Qatar dapat berupa perhiasan, makanan dan minuman, produk kayu, kosmetik atau peralatan kesehatan dan hospitality.

“Celah masuk lewat pameran-pameran. Namun, untuk masuk ke pasar Timteng membutuhkan strategi yang matang karena menyangkut biaya logistik yang mahal,“ katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Soal Kebijakan Nasional Gunakan Produk UMKM, Bupati Karawang Mendukung Penuh

Soal Kebijakan Nasional Gunakan Produk UMKM, Bupati Karawang Mendukung Penuh

Purwasuka | Minggu, 09 Oktober 2022 | 21:36 WIB

Bantuan Untuk UMKM di 25 Desa Miskin Ekstrem di Karawang Tuntas Diberikan, Begini Kata Dinas

Bantuan Untuk UMKM di 25 Desa Miskin Ekstrem di Karawang Tuntas Diberikan, Begini Kata Dinas

Purwasuka | Minggu, 09 Oktober 2022 | 21:16 WIB

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Desa, BRI Hadirkan Program Desa BRILian Batch III 2022

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Desa, BRI Hadirkan Program Desa BRILian Batch III 2022

Riau | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 21:00 WIB

Terkini

Jenazah Dua Korban Kapal Virgo Transport 8 di Kudus, Kakak Adik Masih Terpisah

Jenazah Dua Korban Kapal Virgo Transport 8 di Kudus, Kakak Adik Masih Terpisah

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 16:37 WIB

Grace Respons Pernyataan Jokowi soal PSI yang Mulai Ditakuti

Grace Respons Pernyataan Jokowi soal PSI yang Mulai Ditakuti

Video | Selasa, 29 September 2026 | 16:37 WIB

Sudah 20 Tahun Tak Naik, Tarif Transjakarta hingga Transjabodetabek Disesuaikan per 1 Januari 2027

Sudah 20 Tahun Tak Naik, Tarif Transjakarta hingga Transjabodetabek Disesuaikan per 1 Januari 2027

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:37 WIB

Campursari Jadi Napas Cerita di Film Cidro Asmoro, Saat Persahabatan Diuji Popularitas

Campursari Jadi Napas Cerita di Film Cidro Asmoro, Saat Persahabatan Diuji Popularitas

Entertainment | Selasa, 29 September 2026 | 16:34 WIB

Siapa Anggota DPR RI yang Semprot Kalapas Cibinong dan Dirjenpas? Ini Profil Yanuar Arif Wibowo

Siapa Anggota DPR RI yang Semprot Kalapas Cibinong dan Dirjenpas? Ini Profil Yanuar Arif Wibowo

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:33 WIB

Wacana Layer Baru Cukai Bikin Harga Rokok Makin Murah, CISDI: Potensi Tambah 1,1 Juta Perokok Baru

Wacana Layer Baru Cukai Bikin Harga Rokok Makin Murah, CISDI: Potensi Tambah 1,1 Juta Perokok Baru

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:31 WIB

Kevin Diks Bikin Media Jerman Terkejut: Jadi Tembok Indonesia, Gladbach Justru Kebobolan

Kevin Diks Bikin Media Jerman Terkejut: Jadi Tembok Indonesia, Gladbach Justru Kebobolan

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 16:31 WIB

Buku Akhlak Nabi Muhammad: Pelita Hati, Menumbuhkan Budi Pekerti Sejak Dini

Buku Akhlak Nabi Muhammad: Pelita Hati, Menumbuhkan Budi Pekerti Sejak Dini

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 16:30 WIB

Skandal Korupsi MBG: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Segera Jalani Sidang

Skandal Korupsi MBG: Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs Segera Jalani Sidang

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:28 WIB

Sitti Husniah Talenrang dari Parta Apa? Bupati Gowa yang Jadi Tersangka Pemerasan dan TPPU

Sitti Husniah Talenrang dari Parta Apa? Bupati Gowa yang Jadi Tersangka Pemerasan dan TPPU

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:28 WIB

×