Pedagang Minta Pemerintah Buat Kebijakan yang Adil Terkait Digitalisasi Pasar

Iwan Supriyatna

Senin, 10 Oktober 2022 | 12:23 WIB
Pedagang Minta Pemerintah Buat Kebijakan yang Adil Terkait Digitalisasi Pasar
Ilustrasi pasar tradisional. [Antara]

Suara.com - Ketua Umum Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Sudaryono berharap pemerintah membuat kebijakan yang adil menyusul program digitalisasi pasar yang dilakukan pemerintah.

Sebab, saat ini pedagang pasar tradisional merasa tersaingi oleh pedagang online rumahan dengan produk-produk impor yang dijual dengan harga murah serta tidak membayar kios dan retribusi daerah.

"APPSI menginginkan adanya program yang jelas dari pemerintah bukan hanya sekedar slogan untuk digitalisasi pasar dengan program QRIS untuk para pedagang," kata Sudaryono dalam keterangannya.

Sebab, sampai saat ini belum ada aturan atau regulasi yang jelas dalam mengatur program digitalisasi pasar. Untuk itu, para pedagang berharap ada aturan yang jelas mengenai hal ini.

Sudaryono menjelaskan, APPSI berharap pemerintah menyediakan aplikasi market place resmi buatan pemerintah untuk para pedagang pasar dan tidak menggunakan aplikasi swasta. Sebab, hampir semua pasar rakyat dikelola oleh pemerintah, baik dinas maupun perusahaan daerah.

"Usulan kami sebaiknya pemerintah menyediakan aplikasi market place /e-commerce bagi pedagang pasar, mengingat hampir semua pasar rakyat dikelola oleh pemerintah, baik Dinas/UPTD maupun Perusahaan Daerah. Jangan menggunakan aplikasi yang dibangun oleh swasta. Ini adalah solusi persaingan terbuka antara pedagang tradisional dengan pedagang online. Tujuannya agar keduanya tetap berjalan beriringan," Harapnya.

Hal ini disampaikan Sudaryono berdasarkan aspirasi dari sejumlah pedagang pasar yang ada di Indonesia. Sebab, para pedagang merasakan ada persaingan usaha yang tidak fair.

Di mana para pedagang yang menempati kios di pasar harus membayar sejumlah iuran.

"Pedagang yang menempati pasar harus bayar sewa kios atau beli kios dan membayarkan retribusi daerah, kebersihan dan seterusnya," Ujar dia.

baca juga

Dengan demikian, para pedagang yang ada di pasar merasa keberatan bersaing dengan pedagang online yang tidak punya beban seperti mereka. Apalagi saat ekonomi yang sedang dalam pemulihan karena pandemi Covid-19.

"Pedagang online kerja di rumah. Barang barang nya banyak yang import. Dengan harga yang pasti lebih murah karena dikerjakan di rumah," ujarnya.

Untuk itulah peran atau kehadiran dari pemerintah mmemberikan solusi dan jalan keluar dari masalah ini yang sangat dinantikan oleh pedagang pasar. Tujuannya supaya kesejahteraan pedagang pasar merata, tidak hanya sebagian saja.

"Kami berharap ini menjadi solusi atau program dari pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut. Sebab pedagang pasar tradisional sudah cukup terpuruk akibat Covid-19 kemarin," ujar dia.

Berita ini sebelumnya dimuat Wartaekonomi.co.id jaringan Suara.com dengan judul "Dilema Pedagang Pasar Ditengah Program Digitalisasi Pasar Tradisional"

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emisi Gas Rumah Kaca Jadi Tantangan, Startup Ini Tawarkan Akses Pasar Karbon Lewat Teknologi

Emisi Gas Rumah Kaca Jadi Tantangan, Startup Ini Tawarkan Akses Pasar Karbon Lewat Teknologi

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2022 | 11:35 WIB

Siap-Siap, 10 Proposal Bisnis Terbaik Program Pasar Lokal Suara UMKM Segera Diumumkan!

Siap-Siap, 10 Proposal Bisnis Terbaik Program Pasar Lokal Suara UMKM Segera Diumumkan!

Bisnis | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:54 WIB

Gubernur Ganjar Kunjungi Pasar Sentral Mamuju dan Mengajak Gibran Sarapan

Gubernur Ganjar Kunjungi Pasar Sentral Mamuju dan Mengajak Gibran Sarapan

News | Senin, 10 Oktober 2022 | 10:38 WIB

Terkini

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

Polda Jatim Tahan Tersangka Arisan MeAow, 6 Korban Rugi Rp 4,07 Miliar

News | Kamis, 05 November 2026 | 23:14 WIB

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Cristiano Ronaldo Pensiun dengan Harta Rp22 Triliun, Tiap Tahun Kantongi Rp1 T

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 22:44 WIB

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Dokumen Kependudukan Warga Tangerang Jadi Bungkus Gorengan

Banten | Kamis, 05 November 2026 | 22:38 WIB

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Pengangguran di Jabar Turun Jadi 6,67 Persen, Kabupaten Bekasi Tertinggi

Jabar | Kamis, 05 November 2026 | 22:34 WIB

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Piala Asia 2027 Diundur, Erick Thohir Sebut Timnas Indonesia Justru Diuntungkan

Bola | Kamis, 05 November 2026 | 22:25 WIB

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

Solusi Pakan Sapi di Papua Barat, Pelepah Sawit Diolah Jadi Silase Tahan Lama

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:20 WIB

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

Membaca Peluang AHY Gantikan Gibran Jadi Wapres, Seberapa Terbuka Jalannya?

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:10 WIB

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

Belajar tetapi Dianggap Putus Sekolah, KPAI Soroti Nasib Anak Disabilitas di LKSA

News | Kamis, 05 November 2026 | 22:02 WIB

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

Masuk Ancol Gratis Sampai 12 November, Simak Ketentuannya

News | Kamis, 05 November 2026 | 21:55 WIB

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Soal Pajak, Hashim Pernah Bersengketa dengan Otoritas Jenewa

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 21:52 WIB

×