Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif, Resesi Ekonomi Jadi Ancaman

Vania Rossa, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 18 Oktober 2022 | 08:44 WIB
Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif, Resesi Ekonomi Jadi Ancaman
Ilustrasi harga minyak dunia. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Harga minyak dunia diperkirakan bakal terus bergerak fluktuatif di tengah kekhawatiran ancaman resesi akibat inflasi dan biaya energi yang mahal.

Mengutip CNBC, Selasa (18/10/2022), minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, ditutup turun 1 sen, atau 0,01 persen menjadi USD91,62 per barel, pulih dari kejatuhan 6,4 persen minggu lalu.

Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate, berkurang 15 sen, atau 0,2 persen menjadi USD85,46 per barel, setelah pelemahan 7,6 persen pekan lalu.

"Inflasi Amerika tetap menjadi topik utama dan dengan The Fed akan menaikkan suku bunga setidaknya hingga tahun depan, ada kekhawatiran bahwa kehancuran permintaan akan meningkat," kata Dennis Kissler, Vice President BOK Financial.

Bank sentral China menggulirkan kebijakan pinjaman jangka menengah, Senin, sambil mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah untuk bulan kedua, dalam sinyal bahwa kebijakan moneter yang longgar akan dipertahankan.

Beijing juga akan meningkatkan kapasitas pasokan energi domestik dan mendorong pengendalian risiko pada komoditas utama termasuk batu bara, minyak, gas, dan listrik, kata pejabat senior Badan Energi Nasional.

Data perdagangan dan PDB kuartal ketiga China, bersama dengan data aktivitas September, akan dirilis Selasa, dengan pertumbuhan kuartalan mungkin rebound dari triwulan sebelumnya tetapi pertumbuhan tahunan berpotensi menjadi yang terburuk di China dalam hampir setengah abad.

Sementara itu, dolar AS yang kuat dan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve membantu menahan lonjakan harga.

"Inflasi di Amerika Serikat tetap membandel dan pertumbuhan di negara-negara Uni Eropa diperkirakan melemah menjadi 0,5 persen," kata pejabat Dana Moneter Internasional, Gita Gopinath.

baca juga

Pasokan minyak kemungkinan akan tetap ketat setelah OPEC dan sekutunya termasuk Rusia sepakat pada 5 Oktober untuk memangkas output sebesar 2 juta barel per hari, sementara perang kata-kata antara pemimpin de facto OPEC, Arab Saudi, dan Amerika Serikat dapat menandakan lebih banyak volatilitas.

"Sudah beberapa minggu terjadi gejolak di pasar minyak dari kekhawatiran pertumbuhan global hingga pengurangan produksi OPEC Plus dan tampaknya mereka belum sepenuhnya tenang," kata Craig Erlam, analis OANDA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Indonesia Diyakini Lolos Resesi Meski Dunia Dilanda 'Kegelapan' Pada 2023

Indonesia Diyakini Lolos Resesi Meski Dunia Dilanda 'Kegelapan' Pada 2023

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2022 | 17:34 WIB

Hadapi Ancaman Resesi Global, BRI Siapkan Berbagai Langkah Strategis agar Ekonomi Tetap Tumbuh

Hadapi Ancaman Resesi Global, BRI Siapkan Berbagai Langkah Strategis agar Ekonomi Tetap Tumbuh

Jogja | Senin, 17 Oktober 2022 | 12:54 WIB

Mengenal Apa Itu Resesi dan Ancang-ancang Pemerintah Menghadapi Kondisi Ekonomi 2023

Mengenal Apa Itu Resesi dan Ancang-ancang Pemerintah Menghadapi Kondisi Ekonomi 2023

Bisnis | Senin, 17 Oktober 2022 | 12:41 WIB

Terkini

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Terdampak Kabut Asap, Penerbangan Bandara Tjilik Riwut Lumpuh

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Tembus US$90 Lagi

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 09:00 WIB

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Profil Gus Kikin, Ketum Baru PBNU: Pewaris Sanad Hasyim Asyari hingga Pengusaha

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Profil KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin): Silsilah, Karier, dan Gurita Bisnis

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:54 WIB

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Pemilik Lahan di Bengkalis Jadi Tersangka Karhutla

Riau | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:51 WIB

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

Bukan Cuma Koruptor, UU Perampasan Aset Bakal Sasar 13 Jenis Kejahatan

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Menelusuri Jejak Rahasia 3.427 Arsip Kuno: Ketika Batik Indonesia Menggebrak Pasar Global

Jawa Tengah | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:42 WIB

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Emas Antam Diprediksi Fluktuatif, Rupiah Jadi Penopang Harga di Rp2,81 Juta

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:38 WIB

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Gus Kikin Nahkodai PBNU 2026-2031, Terpilih Lewat Mekanisme AHWA untuk Pertama Kali

Jatim | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bahaya Rokok dan Produk Tembakau Alternatif

Bisnis | Senin, 31 Agustus 2026 | 08:30 WIB

×