Presiden Jokowi Bangun Optimisme di Tengah Ancaman Gelapnya Ekonomi Dunia

Iwan Supriyatna

Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:38 WIB
Presiden Jokowi Bangun Optimisme di Tengah Ancaman Gelapnya Ekonomi Dunia
Preisden Jokowi saat hadir di Trade Expo Indonesia ke-37 tahun 2022 di ICE, BSD City, Tangerang (Antara)

Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia menjadi titik terang di tengah kesuraman ekonomi dunia. Hal tersebut disampaikannya mengutip keterangan dari Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva, bahwa Indonesia adalah titik terang di tengah-tengah kesuraman ekonomi dunia.

Oleh karenanya, Presiden mengajak semua pihak tetap optimistis menghadapi situasi ekonomi pada tahun depan. Meskipun, berbagai lembaga internasional menyampaikan perekonomian pada 2023 akan gelap.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Yusuf Wibisono mengatakan menjaga optimisme memang harus tetap dijaga di tengah situasi ekonomi yang sulit. Ia pun sepakat dengan Jokowi, untuk terus waspada dan hati-hati agar tidak membahayakan ekonomi Indonesia.

“Optimis tentu boleh ya, tetapi kalau nggak waspada menurut saya berbahaya, APBN kita kan terbatas ruang fiskal kita kan terbatas saran saya sih sebaiknya hati-hati sebaiknya di rem segera pengeluaran-pengeluaran yang tidak penting,” ujar Yusuf.

Menurutnya, di tengah situasi global yang tidak menentu ini, di mana negara lain mengalami krisis sementara Indonesia masih relatif stabil disebabkan oleh 2 hal.

“Pertama adalah kita memiliki mekanisme untuk mensubsidi harga energi yang cukup besar BBM terutama pertalite dan solar kita kan subsidi batu bara juga ya batu bara kita mekanismenya DMO atau Domestik Market Obligation dengan harga yang dipatok fix di 70 dolar per ton,” paparnya.

“Jadi ketika harga batu bara naik di dunia kita kan listrik nggak ikut naik kan itu karena kita punya mekanisme tadi itu dan kita beruntungnya kita juga termasuk yang masih punya sumber daya alam yang melimpah dalam hal ini batu bara,” sambungnya.

Lanjut Yusuf, faktor kedua sebagai penopang pertumbuhan ekonomi tanah air yaitu harga komoditas yang tinggi, Indonesia mendapat pemasukan yang besar dari sektor tersebut.

“Kemudian yang kedua kita dapat pemasukan yang besar dari harga komoditas terutama di batu bara, di sawit, nikel juga tahun lalu itu booming sampai tahun ini juga masih sampai awal tahun ya 2022 juga masih booming ini baru sekarang aja berakhir nih kenaikan harga ini,” jelasnya.

baca juga

“Jadi dua faktor itu yang membuat APBN Kita kuat untuk menyerap guncangan harga internasional ketika negara lain pontang-panting ya kita relatif terkendali inflasi kita itu yang kemudian membuat stabilitas makro kita cukup baik untuk bertahan,” terangnya.

Namun, Yusuf mengingatkan pemerintah pemerintah harus memperhatikan APBN sebagai bumper dari goncangan ekonomi dunia. Pasalnya harga komoditas tahun depan diprediksi akan iktu melemah yang berdampak terhadap penerimaan negara.

“Kemampuan APBN kita nggak bisa dibandingkan dengan 2 tahun terakhir ini untuk tahun depannya kemampuan APBN tahun depan itu akan jauh lebih menurun terutama tadi bahwa kita penerimaan ekspor kita akan jatuh dari komoditas harga-harga komoditas tahun depan itu akan semakin melemah karena resesi global,” jelasnya.

“Ketika pendapatan padahal di 2021 dan 2022 surplus neraca perdagangan dan juga surplus anggaran kita itu penumpang utamanya harga komoditas dunia dengan harga komoditas yang bagus sekarang berakhir tahun depan itu akan semakin melemah begitu Jadi tidak bisa lagi diharapkan,” imbuh Yusuf.

Selain itu, pemerintah juga harus menekan defisif anggaran di bawah 3% dari Produk Domestik Bruto (PDB), sebab APBN tidak bisa lagi ditopang dari hutang.

“Yang kedua adalah batasan utang pemerintah di defisit fiskal Pemerintah tahun depan itu harus balik di bawah maksimal di bawah 3% defisit anggaran itu dari PDB Jadi kalau nggak bisa lagi kita mengandalkan hutang APBN di 2020-2021,” tukasnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi memaparkan setidaknya ada tiga hal yang bisa menumbuhkan optimisme akni pertama pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih positif.

"Di tengah-tengah krisis, di tengah-tengah resesi, Indonesia di kuartal II masih tumbuh 5,44 persen. Ini wajib kita syukuri. Kita termasuk negara yang memiliki growth atau pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi di antara negara-negara G20 maupun negara-negara lainnya," ucap Jokowi.

Kemudian alasan kedua adalah inflasi yang relatif masih bisa dikendalikan di level 4,9 persen pada kuartal II/2022, bahkan hanya menjadi 5,9 persen setelah kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Tolong nanti dibandingkan inflasi kita dengan negara-negara lain, pertumbuhan atau growth kita dengan pertumbuhan ekonomi negara-negara lain," bebernya.

Kemudian alasan ketiga adalah neraca perdagangan Indonesia yang surplus sepanjang tahun 2022 bahkan setidaknya satu tahun sebelumnya, yakni hingga selama 29 bulan terakhir.

"Sudah 29 bulan kita terus surplus neraca dagang kita. Tadi sudah disampaikan oleh Pak Zul (Zulkifli Hasan -red) Menteri Perdagangan dari Januari sampai September surplus kita mencapai 39,8 miliar USD. Ini jumlah yang tidak sedikit. Ini juga berkat kerja keras bapak ibu sekalian," ucapnya.

Oleh karena itu, Kepala Negara meminta segenap pihak tetap bersikap optimistis menatap situasi yang ada, termasuk berbagai perkiraan lembaga-lembaga internasional yang ada.

"Lembaga-lembaga internasional menyampaikan bahwa tahun ini sulit, tahun depan akan gelap, silakan negara-negara lain. Negara kita harus tetap optimistis," terang Jokowi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Genap Tiga Tahun Masa Pemerintahan Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin: Semoga Indonesia Tak Jadi 'Pasien' IMF

Genap Tiga Tahun Masa Pemerintahan Jokowi, Wapres Ma'ruf Amin: Semoga Indonesia Tak Jadi 'Pasien' IMF

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:18 WIB

'Biar Ada yang Takut' Mahfud MD Ungkap Jokowi Sempat Selamatkan Novel Baswedan Usai Didepak KPK

'Biar Ada yang Takut' Mahfud MD Ungkap Jokowi Sempat Selamatkan Novel Baswedan Usai Didepak KPK

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:09 WIB

CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Reshuffle Kabinet dan Copot Tiga Menteri dari Nasdem?

CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Reshuffle Kabinet dan Copot Tiga Menteri dari Nasdem?

News | Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:06 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×