Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Pertamina Hulu Energi Terus Gencar Eksplorasi-Produksi Migas

Chandra Iswinarno, Achmad Fauzi

Jum'at, 04 November 2022 | 19:19 WIB
Pertamina Hulu Energi Terus Gencar Eksplorasi-Produksi Migas
Lapangan migas PT Pertamina Hulu Energi (PHE). [Dok Pertamina]

Suara.com - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) terus menggencarkan kegiatan eksplorasi dan produksi migas. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keberlanjutan bisnis hulu migas nasional.

PHE mencatat angka produksi migas akumulatif rata-rata sebesar 962 MBOEPD hingga triwulan III tahun 2022. Rinciannya, produksi gas sebesar 2.590 MMSCFD dan minyak 515 MBOPD. Capaian itu diperoleh dari seluruh wilayah kerja dalam dan luar negeri yang dikelola PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina.

Corporate Secretary PHE Arya Dwi Paramita mengatakan, sinergi dan strategi menjadi kunci keberhasilan kinerja pada triwulan III tahun 2022. Selain itu, capaian ini juga dipengaruhi alih kelola Blok Rokan pada 2021, kinerja operation excellence serta optimasi biaya di seluruh lapisan.

"PHE juga melakukan aktivitas pengeboran eksplorasi yang masif dan agresif untuk menambah temuan sumber daya baru migas," ujar Arya dalam keterangannya, Jumat (4/11/2022).

Hingga saat ini, PHE telah selesai melakukan pengeboran eksplorasi sebanyak 13 sumur dan 6 sumur yang saat ini sedang proses pengeboran.

Kegiatan pengeboran sumur eksplorasi yang masif dan agresif ini juga telah memberikan hasil berupa temuan sumber daya migas 2C, antara lain melalui sumur Sungai Gelam Timur-1 (SGET-001) di Jambi, Manpatu-1X di Mahakam, Wilela-001 di Onshore Sumatera Selatan, Bajakah-001 di Onshore Jawa Barat, R-2 di Blok North Sumatera Offshore (NSO), Sungai Rotan-1X (SRT-1X) di Jambi, Markisa-001 di Papua, dan GQX-1 di offshore Utara Pulau Jawa.

Sedangkan pengeboran eksplorasi yang kini tengah berjalan, antara lain Kenanga-001, Kolibri-001, S-2, Helios, Kembo-001 dan Kecapi. Keberhasilan dari kegiatan pengeboran sumur ekplorasi ini telah memberikan hasil berupa temuan sumber daya baru migas sebesar 280 MMBOE.

PHE juga terus melakukan eksplorasi pada setiap potensi yang ada, termasuk dengan melakukan kegiatan seismik.

Pada tahun 2022 ini, sampai dengan September 2022, PHE telah melaksanakan survey seismik 2D sepanjang 1387 km dan survey seismik 3D seluas 310 km2. Capaian survey seismik termasuk penerapan teknologi Vibroseis dan FTG yang merupakan bagian dari Komitmen Kerja Pasti Jambi Merang di Area Terbuka.

baca juga

Selanjutnya, dalam hal kegiatan pengembangan, PHE sampai dengan triwulan III tahun 2022 telah selesai melaksanakan pengeboran sumur pengembangan sebanyak 497 sumur dan 56 sumur yang sedang dalam proses pengeboran.

PHE juga telah melakukan kegiatan Work Over (WO) sebanyak 472 kegiatan serta Well Service (WS) sebanyak 21.728 kegiatan dengan prognosa untuk WO sebanyak 637 kegiatan dan WS sebanyak 28.779 kegiatan.

Aktivitas Work Over & Well Services (WOWS) menjadi salah satu strategi utama menjaga produksi minyak nasional disamping eksplorasi penemuan sumber daya baru.

Selain itu, untuk mempertahankan keberlangsungan cadangan migas P1, PHE juga melakuan kegiatan pengembangan potensial lainnya, antara lain SLO OPL Stg-1 (Rokan), OPLL-2B SNB AOI, OPLL 2C (Mahakam), Banyu Urip OPL Carbonate Infill, Banyu Urip Existing (Cepu). Dari kegiatan-kegiatan ini, sampai dengan September 2022 telah berhasil menambahkan cadangan sebesar 149 MMBOE. Seluruh pencapaian kegiatan eksplorasi maupun pengembangan ini didukung oleh Rig pengeboran sebanyak 65 buah serta Rig WOWS sebanyak 121 buah yang tersebar di seluruh Regional.

Dari seluruh kegiatan operasional tersebut, PHE sebagai Subholding Upstream Pertamina tentunya selalu menerapkan prinsip-prinsip terkait Health, Safety, Security & Environment (HSSE) dan sampai dengan September 2022 PHE berhasil mencatatkan 35,7 juta jam kerja selamat.

Pertamina Hulu Energi dalam operasinya juga selalu menerapkan prinsip-prinsip Environment, Social dan Governance (ESG).

Salah satu penerapannya adalah melalui strategi dekarbonisasi yang juga mendukung dan berkontribusi pada pencapaian program pemerintah Net Zero Emission di tahun 2060. PHE menargetkan pengurangan emisi sebanyak 32% di tahun 2030.

Hal-hal yang dilakukan untuk mencapai target itu, antara lain melalui mengurangi flaring rutin, efisiensi penggunaan energi, penggunaan sumber tenaga penggerak beremisi rendah, nature-based solution serta penerapan Carbon Capture and Storage (CCS)/Carbon Capture Utilization and Storage.

"Kegiatan injeksi CO2 di Jatibarang Field ini merupakan lembaran baru dalam sejarah kegiatan hulu migas Indonesia dimana dua hal utama yang dilakukan dengan tujuan keberlanjutan, yaitu mengurangi emisi sekaligus meningkatkan produksi migas melalui CO2-EOR," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Implementasi Teknologi CCUS, Pertamina Injeksi C02 di Lapangan Jatibarang

Implementasi Teknologi CCUS, Pertamina Injeksi C02 di Lapangan Jatibarang

Bisnis | Kamis, 27 Oktober 2022 | 08:19 WIB

Pertamina Kembali Temukan Sumberdaya Migas Baru

Pertamina Kembali Temukan Sumberdaya Migas Baru

Bisnis | Selasa, 25 Oktober 2022 | 12:55 WIB

Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru di Wilayah Cepu

Pertamina EP Temukan Cadangan Gas Baru di Wilayah Cepu

Bisnis | Senin, 24 Oktober 2022 | 08:59 WIB

Terkini

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Semarak 'Ngahias Lembur' di Cibadak: Ketika Seni Sunda, Kekompakan Warga dan Rasa Haru Menyatu

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Upacara 17 Agustus di Belitung Digelar Tanpa Tenda, Pejabat dan Warga Kepanasan Bersama

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Semarak Kemerdekaan, Warna Merah Putih Hadir di Ruang Publik dan Kampung Nelayan

Lifestyle | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:24 WIB

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Viral Siswa SMKN 2 Palembang Dikeroyok, Benarkah Dipicu Tawuran Antarpelajar?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:18 WIB

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

10.910 Warga Binaan di Sumsel Terima Remisi HUT RI, Ratusan Langsung Bebas

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Turnamen Dikemas Lebih Berbeda, Ratusan Pemain Bakal Adu Kekuatan Tenis Meja

Sport | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:54 WIB

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Gempa Flores Disusul Dua Gempa Besar di Sumatra dan Sulawesi, Benarkah Gempa Menjalar?

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:28 WIB

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

175 Perahu Bakal Ramaikan Festival Pacu Jalur 2026 Kuansing, Berikut Daftarnya

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:17 WIB

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

Merdeka dari Penjajah, Tapi Belum Merdeka dari Amarah: Mengapa Masyarakat Masih Suka Menghakimi?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:10 WIB

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Sebanyak 86 Persen BTS yang Rusak Akibat Gempa Flores Sudah Beroperasi Lagi

Tekno | Senin, 17 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×