Fadli Zon Minta Pemerintah Utamakan Kesejahteraan Petani, Bukan Konsumen

M Nurhadi

Minggu, 01 Januari 2023 | 07:30 WIB
Fadli Zon Minta Pemerintah Utamakan Kesejahteraan Petani, Bukan Konsumen
Fadli Zon. (Dok: DPR)

Suara.com - Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) minta kebijakan pangan pemerintah mengutamakan kesejahteraan petani dan bukannya konsumen.

Ketum HKTI, Fadli Zon menyebut, jika petani sejahtera maka konsumen pastinya sejahtera dan negara juga akan ikut sejahtera.

"Prinsip menempatkan kesejahteraan petani sebagai titik tumpu kebijakan ini belum kita lihat. " kata Ketua Umum HKTI Fadli Zon dalam catatan akhir tahunnya, Sabtu (31/12/2022).

Menurut Fadli Zon, hal ini bisa dilihat dari ketetapan HPP (harga pembelian pemerintah) untuk gabah atau beras yang belum pernah direvisi dalam dua tahun terakhir, padahal setahun terakhir Indonesia tengah menghadapi isu inflasi.

Sementara, ia menjelaskan, sebelum Permendag 24 tahun 2020, pemerintah juga sebelumnya tidak pernah merevisi HPP selama lima tahun penuh.

"Kita tahu, besaran HPP sebelumnya ditetapkan melalui Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras oleh Pemerintah. Kebijakan HPP itu baru direvisi tahun 2020," katanya.

Menurut HKTI, HPP adalah instrumen penting yang bisa mendongkrak kesejahteraan petani. Sebab, HPP menjadi acuan pihak swasta dalam membeli gabah dan beras petani.

HPP yang berlaku saat ini adalah Rp8.300 per kg beras dengan kualitas kadar air paling tinggi 14 persen, butir patah paling tinggi 20 persen, kadar menir paling tinggi 2 persen dan derajat sosoh paling sedikit 95 persen.

Sedangkan HPP gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp4.200 per kg dengan kualitas kadar air paling tinggi 25 persen dan kadar hampa/kotoran paling tinggi 10 persen.

baca juga

Selain HPP, kata Fadli Zon, pemerintah perlu segera merevisi angka ideal CBP (cadangan beras pemerintah). "Memang idealnya stok yang dimiliki Bulog adalah sekitar enam bulan penyaluran. Jika kita mengacu data penyaluran Bulog pada 2020-2021, angka rata-rata penyaluran per bulan adalah sekitar 120 ribu ton. Jika angka ini dijadikan patokan, maka stok ideal di Bulog adalah sekitar 720 ribu ton. Ini adalah angka ideal," katanya.

Masalahnya adalah situasi saat ini jauh dari ideal, kata Fadli. Apalagi di tengah konflik Rusia-Ukraina dan meningkatnya ketegangan global belakangan ini. Pasar pangan dunia kondisinya sama sekali jauh dari ideal. Sehingga, ini mestinya mendorong pemerintah untuk melakukan penyesuaian terhadap angka CBP. "Berapa angka ideal baru yang rasional? Ini perlu didiskusika, katanya.

Selanjutnya, "timing" atau waktu pengambilan kebijakan pangan juga harus tepat. Setiap kebijakan haruslah bersifat tepat waktu, termasuk kebijakan pangan. Misalnya adalah kapan Bulog harus melakukan penyerapan atau penyaluran pangan, penting sekali diatur waktunya. Pada saat paceklik, Bulog tidak seharusnya memaksakan diri melakukan penyerapan, karena harga beras pastinya tinggi.

Pengadaan dan penyerapan pasar oleh Bulog mestinya dimaksimalkan pada saat panen raya (semester pertama), ketika stok sedang melimpah dan harga sedang murah. Itu sebabnya keputusan untuk mengimpor beras di akhir tahun adalah keputusan yang buruk, sebab harga beras sedang tinggi. Akhir tahun seharusnya bukanlah waktu untuk pengadaan, tapi justru untuk penyaluran, atau pelepasan cadangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dinilai Sektor yang Paling Tahan Hadapi Berbagai Masalah, Banyak Pemuda di Bali Beralih Profesi Jadi Petani

Dinilai Sektor yang Paling Tahan Hadapi Berbagai Masalah, Banyak Pemuda di Bali Beralih Profesi Jadi Petani

Video | Sabtu, 31 Desember 2022 | 17:15 WIB

Pertanian Modern ala Smart Green House,  Tingkatkan Produksi Hortikultura dan Gaet Petani Milenial

Pertanian Modern ala Smart Green House, Tingkatkan Produksi Hortikultura dan Gaet Petani Milenial

Jakarta | Senin, 26 Desember 2022 | 14:00 WIB

Almarhum Budayawan Ridwan Saidi Dimata Fadli Zon

Almarhum Budayawan Ridwan Saidi Dimata Fadli Zon

Purwasuka | Minggu, 25 Desember 2022 | 21:30 WIB

Fadli Zon Kenang Almarhum Budayawan Ridwan Saidi, Begini Kata Politisi Gerindra

Fadli Zon Kenang Almarhum Budayawan Ridwan Saidi, Begini Kata Politisi Gerindra

Purwasuka | Minggu, 25 Desember 2022 | 17:21 WIB

Kabar Duka Budayawan Betawi Ridwan Saidi Meninggal Dunia

Kabar Duka Budayawan Betawi Ridwan Saidi Meninggal Dunia

Your Say | Minggu, 25 Desember 2022 | 12:24 WIB

Meninggal Hari Ini, Koleksi Buku Kuno dan Piringan Hitam Milik Ridwan Saidi Disimpan Fadli Zon: Kehilangan Tokoh Hebat

Meninggal Hari Ini, Koleksi Buku Kuno dan Piringan Hitam Milik Ridwan Saidi Disimpan Fadli Zon: Kehilangan Tokoh Hebat

News | Minggu, 25 Desember 2022 | 12:43 WIB

Terkini

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

PDIP Bicara Peluang Hak Angket Usai Putusan MA Soal Gibran: Pembicaraan Lintas Parpol Makin Masif

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:51 WIB

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Kisah Cinta, Kutu Buku, dan Petualangan Surealis: Review Jagat Rajawali Karya Eko Darmoko

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:46 WIB

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

Hasto Soal Putusan MA Ijazah Gibran: Tak Ada Kebohongan Abadi dalam Politik

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:44 WIB

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Perbedaan Fungsi Retinol, Niacinamide, dan Vitamin C, Mana yang Dibutuhkan Kulitmu?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:40 WIB

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Solusi Cerdas di Balik Limbah MBG: Polinela Sulap Sisa Makanan Jadi Duit Lewat Magot

Lampung | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:17 WIB

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Memahami Perbedaan Buku Nikah, Akta Nikah, dan Kartu Nikah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:10 WIB

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Dituding Jadi Imam Mahdi dan Bawa Kabur Rp1,3 Miliar, Figar Siap Lawan di Jalur Hukum

Jatim | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:04 WIB

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 10:01 WIB

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Duh! 53 Orang Bunuh Diri di DIY, Depresi Jeratan Pinjol hingga Faktor Ekonomi Jadi Pemicu

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:47 WIB

×