Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Di Indonesia Tarif KRL Dibedakan Kaya dan Miskin, Negara Lain Gimana?

Iwan Supriyatna, Achmad Fauzi

Kamis, 05 Januari 2023 | 15:59 WIB
Di Indonesia Tarif KRL Dibedakan Kaya dan Miskin, Negara Lain Gimana?
Penampakan penumpang KRL di Stasiun Karet. Terjadi penumpukan penumpang imbas penutupan di Stasiun Tanah Abang. (Suara.com/Arga)

Suara.com - Pemerintah tengah mengatur skema tarif kereta rel listrik atau KRL dengan membedakan antara si kaya dengan si miskin. Hal ini dilakukan agar subsidi tarif KRL yang digelontorkan pemerintah tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.

Namun, kebijakan ini masih dikaji dan belum tahu kapan diimplementasikan.

Menurut Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno, subsidi transportasi umum sejatinya diberikan kepada warga yang dalam mobilitas kesehariannya menggunakan transportasi umum untuk bekerja.

"Dapat dibedakan atau tidak tergantung kemauan politik pemerintahnya dan ketersediaan anggaran yang ada," ujar Djoko dalam keterangannya, Kamis (5/1/2023).

Di negara lain, tutur dia, juga memberikan subsidi transportasi dalam kota sejenis. Misalnya, Djoko menyebut, negara tetangga Singapura  memberikan diskon 25% transportasi sejenis bagi lansia, serta diskon 50% bagi pelajar dan penyandang disabilitas.

"Negara bagian Victoria, Australia menerapkan pemberian subsidi bagi lansia, disabilitas dan pelajar pada jam tidak sibuk antara jam 09.30 – 16.00 sebesar 30%," kata dia.

Kemudian, Negara Belgia memberikan diskon 19% kepada warganya bagi yang menggunakan moda trem. Selain itu, Negara adidaya Amerika Serikat memberikan diskon kisaran 20 - 50 % tarif transportasi sejenis untuk warga berpenghasilan di bawah upah standar.

Lalu, moda transportasi Metrolink di Kota Manchester, Inggris mengenakan tarif diskon 50% untuk penumpang berpendapatan per bulan kurang dari rata-rata  dan tarif discount 35% untuk lansia dan disabilitas.

"Sementara, Negeri Swedia memberikan keringanan tarif bagi warga berstatus kesejahteraan tertentu dan manula. Wilayah Regional Marche, Italia memberikan tarif diskon bagi pengangguran sebesar 50%," pungkas Djoko.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9,6 Juta Orang Gunakan Transportasi Umum Selama Liburan Tahun Baru 2023

9,6 Juta Orang Gunakan Transportasi Umum Selama Liburan Tahun Baru 2023

Bisnis | Selasa, 03 Januari 2023 | 10:57 WIB

Erick Thohir Beri Kode Bangun Lebih Banyak Infrastruktur Kereta Api di Indonesia

Erick Thohir Beri Kode Bangun Lebih Banyak Infrastruktur Kereta Api di Indonesia

Bisnis | Senin, 02 Januari 2023 | 15:12 WIB

Buruh di Jateng Happy, Cukup Bayar Ongkos Rp 2.000 Sudah Bisa Sampai ke Tempat Kerja

Buruh di Jateng Happy, Cukup Bayar Ongkos Rp 2.000 Sudah Bisa Sampai ke Tempat Kerja

Bisnis | Jum'at, 23 Desember 2022 | 16:04 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×