- Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menjelaskan penanganan kebakaran di Desa Adat Sade pada 22 Agustus 2026.
- Penyelidikan resmi masih berlangsung dengan dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting aliran listrik bangunan.
- Musibah ini tidak menimbulkan korban jiwa serta memfokuskan pemerintah pada pemulihan 70 kepala keluarga terdampak.
Suara.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal memberikan penjelasan terkait penanganan pascakebakaran hebat yang melanda kawasan ikonik Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Sabtu (22/8/2026) malam.
Selain memastikan keselamatan warga, Gubernur juga menyoroti indikasi awal penyebab kebakaran.
Terkait penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah adat tersebut, Iqbal menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan.
"Eh masih dilihat penyebabnya. Masih kita masih cari tahu tentang penyebabnya ini. Masih teman-teman masih melakukan investigasi," ujar Lalu Muhamad Iqbal saat ditemui di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Saat ditanya mengenai dugaan sementara, Gubernur menyebut adanya kemungkinan masalah pada sistem kelistrikan di area bangunan yang terbakar.
"Belum, belum. Kemungkinan... kemungkinan ada yang terkait dengan elektriknya, dengan listrik yang ada... aliran listrik yang ada di situ. Di beberapa bangunan itu," ungkapnya.
Meskipun kerugian materiel cukup besar, Iqbal bersyukur karena musibah ini tidak memakan korban jiwa. Fokus pemerintah saat ini adalah menangani 70 kepala keluarga (KK) yang terdampak serta merencanakan pemulihan kawasan bersejarah tersebut.
![Kebakaran hebat melanda kawasan ikonik Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, pada Sabtu (22/8/2026) malam. [Dok @reylevant]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/08/23/34530-kebakaran-desa-adat-sade.jpg)
"Ya alhamdulillah yang penting sekarang kan tidak ada... tidak ada korban. Tidak ada korban, jadi itu yang pertama. Yang kedua memang kita harus mulai memikirkan restorasinya. Setelah menangani korban, menangani apa, menangani masyarakat yang tinggal di situ yang 70 KK, sekarang kita fokus untuk mempersiapkan restorasinya karena kita ini restorasi benda, apa namanya daerah yang bersejarah begitu," jelasnya.
Lebih lanjut, Iqbal menegaskan bahwa rencana restorasi ini akan dilakukan secara total demi menjaga nilai historis Desa Sade.
Ia menjamin proses pembangunan kembali akan mengacu pada bentuk aslinya, meskipun membutuhkan biaya yang tinggi.
"Nggak, justru itu nanti pasti prosesnya akan sangat mahal karena kita harus memastikan bahwa itu dibangun kembali seperti, namanya juga restorasi, kembali seperti semula gitu," pungkasnya.