Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 2 Juta per Gram

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:01 WIB
Harga Emas Diprediksi Tembus Rp 2 Juta per Gram

Suara.com - Harga emas dunia diprediksi makin kinclong sepanjang tahun ini, kondisi ekonomi global yang suram menjadi pemicunya.

Ada yang memproyeksi kenaikan harga emas tahun ini mencapai USD4.000 per troy ons atau sekitar 120 persen dari level saat ini.

Emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, bank sentral yang sangat agresif menaikkan suku bunga membuat harga emas melempem pada tahun lalu.

Sejak November 2022, harga emas mulai menanjak setelah ada tanda-tanda bank sentral, khususnya Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed) mengendurkan laju kenaikan suku bunganya.

Sementara itu harga emas naik sedikit pada hari Senin kemarin diperdagangkan mendekati level tertinggi sembilan bulan karena pasar menunggu lebih banyak data AS minggu ini untuk mengukur apakah ekonomi terbesar dunia itu menghadapi potensi resesi pada tahun 2023.

Volume perdagangan di pasar logam juga relatif lebih kecil di awal pekan, di tengah libur pasar di beberapa negara Asia, terutama China, untuk Tahun Baru Imlek. Pasar Cina akan ditutup untuk sisa minggu ini.

"Fokus minggu ini tepat pada data PDB kuartal keempat AS, yang akan dirilis pada hari Kamis. Pertumbuhan diperkirakan melambat pada kuartal keempat dari kuartal ketiga, karena dampak kebijakan moneter yang lebih ketat mulai dirasakan oleh perekonomian,” kata Gema Merdeka Goeyardi President and Founder at Astronacci Aviatio.

Harga bullion telah rally dalam beberapa pekan terakhir di tengah permintaan safe haven dan meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memperlambat laju kenaikan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang.

"Kalender data secara teori akan menjaga emas tetap kuat minggu ini, Namun, emas telah berjalan cukup jauh dan kami meragukan apakah pasar siap menambah posisi pendek emas menjelang pertemuan FOMC minggu depan." lanjut Gema dalam catatan lainnya.

baca juga

Ekspektasi kenaikan suku bunga yang lebih lambat juga telah merusak dolar dan imbal hasil Treasury AS, yang selanjutnya menguntungkan harga emas dan aset non-yielding lainnya. Tetapi pasar tetap tidak yakin di mana suku bunga AS akan mencapai puncaknya, mengingat inflasi masih cenderung mendekati level tertinggi 40 tahun.

Diketahui harga emas sejak awal November hingga perdagangan Jumat (20/1/2023) sudah melesat lebih dari 18 persen berada di kisaran US$1.927/troy ons yang menjadi level tertinggi dalam 9 bulan terakhir.

Di saat yang sama, perak melesat sekitar 25% hingga hari ini di kisaran US$ 24 per ons. Di tahun ini, perak diperkirakan akan menembus lagi US$ 30 per ons, artinya akan ada kenaikan sekitar 25% lagi.

"Melihat historis perak biasanya akan menguat sekitar 20% per tahun di mana terjadi inflasi tinggi. Melihat rekam jejak tersebt, dan harga perak yang relatif lebih murah ketimbang emas, saya tidak akan kaget melihat harga perak mendekati US$ 30 per ons tahun ini, dan itu akan menjadi resisten yang kuat," kata Jamie Simpson, CEO ABC Bullion.

Sementara itu, Chief investment officer Swiss Asia Capital, Juerg Kiener, memberikan proyeksi ekstremnya. Menurutnya, harga emas akan terbang hingga US$ 4.000 per troy ons pada 2023.

Proyeksi tersebut didasari adanya resesi serta pelonggaran kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).

"Emas tidak hanya akan naik 10-20% tetapi akan sangat tinggi. Harga emas bisa menembus US$ 2.500-4.000 per troy ons pada tahun depan (2023)," tutur Kiener, dikutip dari CNBC International akhir tahun lalu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rentetan Gelombang PHK, Spotify Mau Rumahkan Karyawan Pekan Ini

Rentetan Gelombang PHK, Spotify Mau Rumahkan Karyawan Pekan Ini

Bisnis | Senin, 23 Januari 2023 | 14:38 WIB

Musim Paceklik Bisnis Media, Penerbit Majalah New York PHK 130 Pegawai

Musim Paceklik Bisnis Media, Penerbit Majalah New York PHK 130 Pegawai

Bisnis | Senin, 23 Januari 2023 | 10:49 WIB

Pandemi Buat Berkah dan Derita Bagi Perusahaan Teknologi

Pandemi Buat Berkah dan Derita Bagi Perusahaan Teknologi

Bisnis | Senin, 23 Januari 2023 | 08:26 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×