Lupakan Janji Manis Jokowi, Ekonomi Tak Pernah Meroket 7 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:19 WIB
Lupakan Janji Manis Jokowi, Ekonomi Tak Pernah Meroket 7 Persen
oko Widodo (Jokowi) pernah berjanji bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal meroket 7 persen pada awal kampanye 2014 silam, namun hingga tahun ke-8 pemerintahannya janji manis tersebut tak pernah tercapai.

Suara.com - Joko Widodo (Jokowi) pernah berjanji bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal meroket 7 persen pada awal kampanye 2014 silam, namun hingga tahun ke-8 pemerintahannya janji manis tersebut tak pernah tercapai.

Bahkan pada laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2022 tumbuh 5,31 persen, angka yang selalu stagnan dan rata-rata dilevel 5 persenan.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira pun punya analisanya sendiri terkait kenapa ekonomi Indonesia selalu di level 5 persen di era Pemerintah Presiden Jokowi.

Dia bilang ada sejumlah masalah yang harus terlebih dahulu diselesaikan Presiden Jokowi sebelum bercita-cita mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

"Pertama, pemerintahan Jokowi dari segi anggaran cenderung boros terutama untuk belanja pegawai dan barang, sehingga birokrasinya yang dipergemuk dan ini akan mempersempit ruang fiskal untuk stimulus kepada sektor-sektor usaha yang produktif termasuk juga kepada UMKM," kata Bhima saat dihubungi suara.com Rabu (8/2/2023).

Masalah kedua kata Bhima adalah soal birokrasi yang masih berbelit hingga tingkat korupsi yang memburuk, hal tersebut ditunjukan dari indeks persepsi korupsi yang cenderung meningkat di era Presiden Jokowi.

"Kondisi ini membuat komitmen investasi, komitmen pengusaha tidak terlaksana karena adanya biaya-biaya 'siluman' yang mahal," katanya.

Ketiga, Pemerintahan Jokowi cenderung mengandalkan utang untuk pembangunan, sementara ada konsep debt overhang atau jumlah utang yang terlalu besar tapi tidak diimbangin dengan kemampuan bayar.

"Itu akan mengakibatkan adanya kontraksi terhadap pertumbuhan ekonomi jadi utang itu bukan leverage, tapi utang justru jadi beban untuk pertumbuhan yang lebih tinggi," katanya.

baca juga

Keempat, kegagalan pembangunan Sumber Daya Alam (SDM), jika ingin pertumbuhan yang lebih tinggi seharusnya pengelolaan SDM harus dikelola dengan bai.

"Saat ini dari sektor SDM mulai dari angka stunting masih sangat banyak, bayi-bayi yang gagal tumbuh karena kurang gizi," paparnya.

Begitu juga dengan sektor pendidikan yang hingga saat ini perannya kurang optimal dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, akibatnya ada skill gap yang sangat lebar di Indonesia. "Nah skill gap ini juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," katanya.

Terakhir kata Bhima, Indonesia lagi-lagi terlalu mengandalkan sektor komoditas dimana jika terjadi pertumbuhan ekonomi yang tinggi ketika boom comodity sifatnya hanya sementara atau temporer.

"Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tinggi itu hanya temporer karena kenaikan harga komoditas dan bukan karena ada nilai tambah yang dihasilkan," ucapnya.

Kalau terus bergantung pada komoditas tidak mungkin kata Bhima Indonesia bisa mengalami 'Penyakit Belanda' atau 'Dutch Deases', kondisi dimana suatu negara terlalu bergantung dengan komoditas seperti pertambangan sehingga lupa membangun industri manufaktur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Kartu Prakerja Ada Lagi Tahun Ini, Tapi Bukan Bentuk Bansos

Program Kartu Prakerja Ada Lagi Tahun Ini, Tapi Bukan Bentuk Bansos

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2023 | 11:55 WIB

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, Ini Perintah Jokowi ke Jajaran Penegak Hukum

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, Ini Perintah Jokowi ke Jajaran Penegak Hukum

News | Selasa, 07 Februari 2023 | 17:50 WIB

Ekonomi Indonesia Tahun Ini Diprediksi Bakal Tersendat, BBM Naik Jadi Biang Kusut

Ekonomi Indonesia Tahun Ini Diprediksi Bakal Tersendat, BBM Naik Jadi Biang Kusut

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2023 | 16:23 WIB

Terkini

Saham Rp1 Berlaku, Siapa yang Untung dan Buntung di Hari Pertama?

Saham Rp1 Berlaku, Siapa yang Untung dan Buntung di Hari Pertama?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 17:37 WIB

PJS Soroti Kata 'Mampu' dalam RUU Ketenagakerjaan: Bisa Bikin Disabilitas Tersingkir

PJS Soroti Kata 'Mampu' dalam RUU Ketenagakerjaan: Bisa Bikin Disabilitas Tersingkir

News | Senin, 28 September 2026 | 17:34 WIB

3 Rekomendasi Moisturizer Pria Tidak Lengket Cepat Meresap

3 Rekomendasi Moisturizer Pria Tidak Lengket Cepat Meresap

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 17:33 WIB

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Lika-Liku Kejar Mimpi di Usia Kepala Empat, 'Timun Jelita' Hadirkan Konflik Sahabat dan Ambisi

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Polda Banten Ungkap Identitas Mayat Terapung di Perairan Lampung

Banten | Senin, 28 September 2026 | 17:31 WIB

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

BRI Tebar Promo Ramen Girl Rp35 Ribu

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:30 WIB

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Pohon Flamboyan 40 Meter Tumbang Timpa Pedagang dan Pembeli di Bogor

Bogor | Senin, 28 September 2026 | 17:25 WIB

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

Peneliti Ungkap Alur Komando Saat Pembantaian 65-66, Ada Peran Soeharto?

News | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Belanja di Mako Bakery Pakai BRI Bisa Dapat Roti Gratis, Ini Caranya

Bri | Senin, 28 September 2026 | 17:24 WIB

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Pengacara Ferdy Sambo Buka Suara soal Kabar 'Rumah Khusus' Lapas Cibinong

Video | Senin, 28 September 2026 | 17:22 WIB

×