Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.885

Lupakan Janji Manis Jokowi, Ekonomi Tak Pernah Meroket 7 Persen

Iwan Supriyatna, Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 08 Februari 2023 | 16:19 WIB
Lupakan Janji Manis Jokowi, Ekonomi Tak Pernah Meroket 7 Persen
oko Widodo (Jokowi) pernah berjanji bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal meroket 7 persen pada awal kampanye 2014 silam, namun hingga tahun ke-8 pemerintahannya janji manis tersebut tak pernah tercapai.

Suara.com - Joko Widodo (Jokowi) pernah berjanji bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal meroket 7 persen pada awal kampanye 2014 silam, namun hingga tahun ke-8 pemerintahannya janji manis tersebut tak pernah tercapai.

Bahkan pada laporan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2022 tumbuh 5,31 persen, angka yang selalu stagnan dan rata-rata dilevel 5 persenan.

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira pun punya analisanya sendiri terkait kenapa ekonomi Indonesia selalu di level 5 persen di era Pemerintah Presiden Jokowi.

Dia bilang ada sejumlah masalah yang harus terlebih dahulu diselesaikan Presiden Jokowi sebelum bercita-cita mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

"Pertama, pemerintahan Jokowi dari segi anggaran cenderung boros terutama untuk belanja pegawai dan barang, sehingga birokrasinya yang dipergemuk dan ini akan mempersempit ruang fiskal untuk stimulus kepada sektor-sektor usaha yang produktif termasuk juga kepada UMKM," kata Bhima saat dihubungi suara.com Rabu (8/2/2023).

Masalah kedua kata Bhima adalah soal birokrasi yang masih berbelit hingga tingkat korupsi yang memburuk, hal tersebut ditunjukan dari indeks persepsi korupsi yang cenderung meningkat di era Presiden Jokowi.

"Kondisi ini membuat komitmen investasi, komitmen pengusaha tidak terlaksana karena adanya biaya-biaya 'siluman' yang mahal," katanya.

Ketiga, Pemerintahan Jokowi cenderung mengandalkan utang untuk pembangunan, sementara ada konsep debt overhang atau jumlah utang yang terlalu besar tapi tidak diimbangin dengan kemampuan bayar.

"Itu akan mengakibatkan adanya kontraksi terhadap pertumbuhan ekonomi jadi utang itu bukan leverage, tapi utang justru jadi beban untuk pertumbuhan yang lebih tinggi," katanya.

baca juga

Keempat, kegagalan pembangunan Sumber Daya Alam (SDM), jika ingin pertumbuhan yang lebih tinggi seharusnya pengelolaan SDM harus dikelola dengan bai.

"Saat ini dari sektor SDM mulai dari angka stunting masih sangat banyak, bayi-bayi yang gagal tumbuh karena kurang gizi," paparnya.

Begitu juga dengan sektor pendidikan yang hingga saat ini perannya kurang optimal dalam pemenuhan kebutuhan tenaga kerja, akibatnya ada skill gap yang sangat lebar di Indonesia. "Nah skill gap ini juga mempengaruhi pertumbuhan ekonomi," katanya.

Terakhir kata Bhima, Indonesia lagi-lagi terlalu mengandalkan sektor komoditas dimana jika terjadi pertumbuhan ekonomi yang tinggi ketika boom comodity sifatnya hanya sementara atau temporer.

"Jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tinggi itu hanya temporer karena kenaikan harga komoditas dan bukan karena ada nilai tambah yang dihasilkan," ucapnya.

Kalau terus bergantung pada komoditas tidak mungkin kata Bhima Indonesia bisa mengalami 'Penyakit Belanda' atau 'Dutch Deases', kondisi dimana suatu negara terlalu bergantung dengan komoditas seperti pertambangan sehingga lupa membangun industri manufaktur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Kartu Prakerja Ada Lagi Tahun Ini, Tapi Bukan Bentuk Bansos

Program Kartu Prakerja Ada Lagi Tahun Ini, Tapi Bukan Bentuk Bansos

Bisnis | Rabu, 08 Februari 2023 | 11:55 WIB

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, Ini Perintah Jokowi ke Jajaran Penegak Hukum

Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot, Ini Perintah Jokowi ke Jajaran Penegak Hukum

News | Selasa, 07 Februari 2023 | 17:50 WIB

Ekonomi Indonesia Tahun Ini Diprediksi Bakal Tersendat, BBM Naik Jadi Biang Kusut

Ekonomi Indonesia Tahun Ini Diprediksi Bakal Tersendat, BBM Naik Jadi Biang Kusut

Bisnis | Selasa, 07 Februari 2023 | 16:23 WIB

Terkini

Ikut JETE Run 2026 di Surabaya, Beli Tiketnya Lebih Hemat Pakai BRImo

Ikut JETE Run 2026 di Surabaya, Beli Tiketnya Lebih Hemat Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Review Sepeda Gunung Polygon Xtrada 5, Cek Kelebihan dan Kekurangannya di Sini

Review Sepeda Gunung Polygon Xtrada 5, Cek Kelebihan dan Kekurangannya di Sini

Lifestyle | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Ole Romeny Cetak Gol, Pelatih PSV Murka dengan Kelakuan Pemain Keturunan Indonesia

Ole Romeny Cetak Gol, Pelatih PSV Murka dengan Kelakuan Pemain Keturunan Indonesia

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:30 WIB

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Terdeteksi 198 Titik Panas di Riau, Terbanyak Kedua se-Sumatera

Riau | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:17 WIB

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Sudahi Kebiasaan Doomscrolling! Tak Semua Hal di Internet Perlu Diikuti

Your Say | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Ikan Sungai Batanghari Makin Hilang, dari 300 Spesies Kini Tinggal 135

Sumsel | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

Kapolri Jadi Anggota Tapak Suci, Dinilai Sebagai Langkah Perkuat Pemerintahan Prabowo-Gibran

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:08 WIB

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

6 Tahun Penantian Jakmania Berakhir! Persija Bakal Jamu Persib di GBK, Catat Tanggalnya

Bola | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

Karhutla Meluas 10 Hektare di Kobar, Asap Mulai Dekati Bandara Pangkalan Bun

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Cara Dapat Cashback Tiket Whoosh Pakai BRImo

Bri | Minggu, 09 Agustus 2026 | 17:04 WIB

×