Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Gerak Cepat Ketum PSSI Erick Thohir Bersih-bersih Mafia Sepak Bola Diapresiasi

Iwan Supriyatna | Suara.com

Senin, 20 Februari 2023 | 16:35 WIB
Gerak Cepat Ketum PSSI Erick Thohir Bersih-bersih Mafia Sepak Bola Diapresiasi
Ketua Umum PSSI Erick Thohir (kanan) didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Zainudin Amali (kiri) dan Ratu Tisha (kedua kiri) memberikan keterangan pers usai menggelar rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI di Kantor PSSI, GBK Arena, Jakarta, Sabtu (18/2/2023). Rapat Exco PSSI itu memutuskan untuk membentuk Komite Ad Hoc Suporter dan Komite Ad Hoc Infrastruktur. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

Suara.com - Pengamat sepak bola Akmal Marhali mengapresiasi gerak cepat Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir dalam memberantas pengaturan skor atau mafia bola di Indonesia.

Hal itu tercermin dari upaya Erick Thohir dalam menjalin kolaborasi antara PSSI dan Polri untuk mengungkap sekaligus menyeret oknum mafia bola. Seperti yang ditegaskan Erick, bahwa pemain, wasit, pelatih, pemilik klub yang terlibat pengaturan skor akan dihukum tak bisa terlibat di lingkungan sepak bola seumur hidup.

“Pertama ini adalah langkah yang cepat yang harus diapresiasi ya, meskipun ini bukan hal yang baru di sepak bola kita,” kata Akmal Marhali.

Menurut Akmal, sebelumnya Satgas Anti Mafia Bola pernah dibentuk pada tahun 2018 dan berhasil menangkap sekitar belasan orang tersangka.

“Tapi kemudian kerjaannya belum tuntas karena istilahnya baru tataran permukaannya saja, sementara dalang-dalangnya belum ketangkap,” ujar Akmal.

Akmal yang juga Koordinator Save Our Soccer (SOS) itu menanti aksi lanjutan dari Erick Thohir untuk lebih merealisasikan gebrakannya. Ia juga mendorong agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bisa proaktif dengan PSSI dalam pembentukan Satgas Anti Mafia Bola.

“Artinya kalau mau memberantasnya habis, harus ada hitam di atas putih antara Polri dengan PSSI dan kemudian dibentuk satgasnya, harus ditunjuk siapa yang menjadi kepala Satgas Mafia bola ini dan benar-benar harus proaktif, karena mafia ini ada di setiap pertandingan, bahkan ada di internal PSSI,” ucapnya.

Dikatakan Akmal, mantan bos Inter Milan itu tidak perlu takut dengan mafia bola yang sudah merusak ekosistem sepak bola tanah air. Sebab, masyarakat pecinta sepak bola pasti mendukung penuh upaya tersebut. Oleh karena itu, jika kemudian ada yang terbukti bersalah harus segara ditangkap.

“Menurut saya sekarang polisinya harus proaktif, mumpung momentumnya lagi bagus,” ungkap Akmal.

Sebelumnya, Erick Thohir menegaskan akan memberikan hukuman berat kepada pelaku mafia sepak bola. Sebab, kehadiran mereka sangat merugikan dan membuat malu Indonesia.

Oleh sebab itu, Erick menyatakan PSSI siap berkolaborasi dengan Polri masalah ini. Harapannya agar persepak bolaan di Indonesia kembali bersih.

Kolaborasi itu berdasarkan pertemuan keduanya didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Minggu (19/2/2023).

Menteri BUMN itu menegaskan tidak akan memberikan celah kepada pelaku mafia sepak bola. Jadi, pihaknya terus berkomitmen memberantas aksi itu.

"Sudah waktunya PSSI memberikan kartu merah kepada pelaku mafia bola. Hal ini sudah berlarut dan menjadi benalu yang membuat semuanya menjadi malu," ucap Erick.

Dia mengatakan aksi para mafia itu tidak hanya dalam sepak bola nasional. Juga sepak bola internasional yang melibatkan tim nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Keras, Ini Cara Berantas Mafia Sepakbola Ala Erick Thohir

Keras, Ini Cara Berantas Mafia Sepakbola Ala Erick Thohir

| Senin, 20 Februari 2023 | 16:23 WIB

Ketum PSSI, Panggung Menjanjikan Erick Thohir Tuju Cawapres 2024

Ketum PSSI, Panggung Menjanjikan Erick Thohir Tuju Cawapres 2024

Kotak Suara | Senin, 20 Februari 2023 | 16:22 WIB

Dapat Lampu Hijau Presiden, Zainudin Amali Diminta Fokus Urusi Sepak Bola Indonesia

Dapat Lampu Hijau Presiden, Zainudin Amali Diminta Fokus Urusi Sepak Bola Indonesia

| Senin, 20 Februari 2023 | 16:11 WIB

Terkini

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 23:27 WIB

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

RI Bakal Gandeng UNDP Sulap 9 Kota Besar Jadi "Surga" Kendaraan Listrik

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 21:15 WIB

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Sah! SIG Putuskan Tebar Dividen Rp190,8 Miliar ke Investor

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 20:05 WIB

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Direktur Pegadaian Selfie Dewiyanti Dianugerahi Indonesia Leading Women Awards 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:32 WIB

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Harga Beras Meroket! Pemerintah Gandeng 'Raksasa' Pangan Turun Gunung, Ada Apa?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:27 WIB

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Mengapa Pemerintah Mau Ganti LPG ke CNG? Apa Untung dan Bahayanya?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 19:04 WIB

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Rokok Ilegal Bikin Negara Boncos Rp 25 Triliun per Tahun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:18 WIB

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Perjanjian Ekonomi Digital ASEAN DEFA Rampung, Diteken November 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

INDEF Ungkap Bahaya Baja Impor Murah Terhadap Proyek Infrastruktur

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:12 WIB

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

ASDP Genjot Digitalisasi Layanan Kapal Feri

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 18:05 WIB