Depok.suara.com, Pasca ditetapkan sebagai Ketua Umum PSSI, Erick Thohir langsung bergerak cepat guna menata persepakbolaan nasional.
Hal tersebut terlihat dalam rapat pertama exco PSSI Sabtu (18/2), Erick Thohir langsung mengumumkan dibentuknya dua komite adhoc yang akan khusus mengurusi suporter dan pembangunan infrastruktur.
Selain itu, Erick Thohir juga menegaskan bahwa dirinya bakal membabat habis mafia sepak bola.
"Praktik mafia sepakbola harus diganjar sanksi tegas secara hukum," kata Erick Thohir seperti dilansir laman resmi PSSI.
Sebagai bukti ketegasan tersebut, Erick Thohor menggandeng Polri dengan instrumen yang dimilikinya untuk mengungkap sekaligus menyeret oknum mafia ke jeruji besi.
"Kita vonis kartu merah untuk para mafia bola. Sepakbola kita sulit berkembang selama mafia pengatur skor belum kita tendang," katanya.
Saat bertemu dengan Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk segera menyusun langkah tegas dalam misi menyeret mafia ke jalur hukum.
Lebih lanjut Erick menegaskan bahwa dari otak hingga pembantu aktor mafia sepakbola akan diproses tegas. Selain pidana, ancaman larangan berkecimpung di sepakbola seumur hidup akan dijatuhkan PSSI.
"Akarnya yang perlu kita cabut, dan kita tidak boleh takut! Hukumannya bertingkat. Tapi kalau perlu, seumur hidup diblacklist dari sepakbola, biar jera. Posisi saya tegas: tumpas mafia pengatur skor sampai tuntas.” tegasnya.
Untuk itu, lanjut Erick Thohir, pihaknya telah menyiapkan langkah reaktif sekaligus proaktif. Dengan menggandeng Polri, PSSI akan membentuk sistem yang mencegah atur skor.
"Saya siap bekerjasama dengan Pak Listyo Sigit untuk mengobati borok dalam sistem yang sakit. Jadi bukan sekedar basa-basi di permukaan kulit," terangnya.
"Tidak ada ruang bagi mafia yang bikin sepakbola kita jadi pecundang. Saya siap keluarkan kartu merah bagi para mafia bola," tandasnya.