SDG Gelar Pelatihan Mengolah Kopi dan Doa Bersama di Kabupaten Bandung

Iwan Supriyatna

Jum'at, 07 April 2023 | 10:25 WIB
SDG Gelar Pelatihan Mengolah Kopi dan Doa Bersama di Kabupaten Bandung
Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) terus berkomitmen merangkul dan memberdayakan para santri di Indonesia.

Suara.com - Sukarelawan Santri Dukung Ganjar (SDG) terus berkomitmen merangkul dan memberdayakan para santri di Indonesia dengan mengembangkan minat dan bakat mereka agar terus berkreasi.

Kali ini, sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut menggelar pelatihan mengolah kopi bagi para santri dan warga di Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Huda Assaroji, Kampung Pereng, Desa Cikawo, Kabupaten Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

"Kami menggelar pelatihan mengolah kopi dari hilir ke hulu bagi para santri Ponpes Miftahul Huda Assaroji dan warga sekitar. Kami juga mengadakan doa bersama warga di Kecamaten Pacet, Kabupaten Bandung," ungkap Koordinator Wilayah SDG Jawa Barat Ach Hakiki ditulis Jumat (7/4/2023).

Dia mengatakan, dalam menggelar kegiatan tersebut, pihaknya terinspirasi dari sosok Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang merakyat dan peduli terhadap santri.

"Kami terinspirasi dari sosok Pak Ganjar. Beliau adalah sosok yang merakyat. Beliau sangat baik untuk dijadikan contoh sehingga kami melaksanakan kegiatan bersama santri dan masyarakat," ujarnya.

Sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo tersebut juga mengajak warga di sekitar ponpes ini untuk ikut berpartisipasi dalam pelatihan yang dapat membuka peluang usaha, yaitu pengolahan kopi.

"Kopi itu nanti bukan hanya santri dan pondok pesantren yang melakukan pengolahan, jual beli, dan sebagainya, melainkan warga sekitar juga ikut berpartisipasi," ungkapnya.

Diketahui, ponpes tersebut telah menghasilkan biji kopi yang nantinya bisa diolah menjadi bubuk kopi yang siap dikonsumsi. "Karena Bandung adalah salah satu kabupaten yang hasil kopinya cukup baik di Indonesia. Sehingga cocok untuk dibawa dan diperkenalkan di daerah lain di Indonesia," ujarnya.

Hakiki menjelaskan SDG mencoba mengadakan pelatihan tersebut, salah satunya, menambah wawasan para santri agar makin kreatif dan inovatif dalam mengolah kopi. Jadi, mereka tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga diberi bekal untuk dapat membuka usaha ke depannya setelah lulus dari ponpes.

baca juga

"Tujuannya adalah untuk menunjang kreativitas santri. Jadi, bagaimana caranya santri setelah selesai dari pondok pesantren mendapat ilmu yang beragam, tidak hanya ilmu agama, tetapi juga ilmu lain yang menunjang proses keberlangsungan hidupnya setelah dari pesantren," ujarnya.

Hakiki berharap, setelah diberi bekal melalui pelatihan ini, para santri Ponpes Miftahul Huda Assaroji dan warga setempat ke depan bisa menjadi pengusaha kopi.

"Mereka juga dapat membuka usaha-usaha kopi seperti membuka kedai kopi. Bahkan, mereka nantinya bisa mengekspor kopi dan lebih mengenalkan kopi dari Kabupaten Bandung," ujarnya.

Hakiki juga berharap ponpes dan para santrinya di Kabupaten Bandung bisa terus berkreasi dan mengasah kemampuan mereka di bidang kopi.

"Semoga pondok pesantren dan para santri di Kabupaten Bandung, khususnya Kecamatan Pacet, bisa terus berkreasi dengan baik, bisa mengeksplor hasil tani di wilayah sekitar," ucapnya.

Sementara itu, Rismayanti, peserta pelatihan pengolahan kopi, mengatakan pelatihan ini sangat bermanfaat bagi para santri di ponpes ini. "Cukup menarik, menambah wawasan bagi santri dan warga di sini," ungkap perempuan berusia 22 tahun ini.

Perempuan yang merupakan santriwati Ponpes Miftahul Huda Assaroji ini menyatakan dirinya menjadi tahu cara menanam hingga mengolah kopi dengan baik dan benar.

"Banyak ya, salah satunya cara pengolahan kopi. Tadi juga dijelaskan cara menanam kopi dengan baik," katanya.

Setelah mengikuti pelatihan ini, dia berharap ke depan bisa menjadi pengusaha kopi. Misalnya, dapat membuka kedai kopi. "Kami sebagai santri agar nantinya dapat menjadi pengusaha kopi, buka kedai kopi," ujarnya.

Para peserta pelatihan yang merupakan santri ponpes tersebut sangat antusias mengikuti pelatihan mengolah kopi.

Selain itu, SDG Jabar bersama para santri Ponpes Miftahul Huda Assaroji dan warga sekitar berdoa bersama agar Ganjar Pranowo dapat menjadi Presiden 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPI, Kemendag dan Duta Besar Mesir Lepas Ekspor Perdana 25 Ton Kopi dengan Skema Imbal Dagang

PPI, Kemendag dan Duta Besar Mesir Lepas Ekspor Perdana 25 Ton Kopi dengan Skema Imbal Dagang

Bisnis | Kamis, 06 April 2023 | 08:51 WIB

4 Tempat Bukber Kekinian di Bantul, Tempatnya Nggak Kalah Estetik

4 Tempat Bukber Kekinian di Bantul, Tempatnya Nggak Kalah Estetik

Jogja | Rabu, 05 April 2023 | 10:53 WIB

Santri Dukung Ganjar Pranowo Perluas Jaringan Hingga ke Pulau Seribu Masjid NTB

Santri Dukung Ganjar Pranowo Perluas Jaringan Hingga ke Pulau Seribu Masjid NTB

Ntb | Selasa, 04 April 2023 | 13:24 WIB

Terkini

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor

Jabar | Kamis, 01 Oktober 2026 | 00:45 WIB

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

×