Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.670.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 6.177,139
LQ45 609,402
Srikehati 299,172
JII 368,427
USD/IDR 17.821

Ekonomi Digital Berdampak ke Sektor Logistik

Iwan Supriyatna

Kamis, 06 Juli 2023 | 06:07 WIB
Ekonomi Digital Berdampak ke Sektor Logistik
Suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (2/1/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Suara.com - Pandemi COVID-19 telah mendorong sektor logistik di Asia Tenggara untuk bertransisi secara cepat selama 15 tahun terakhir. Hadirnya teknologi modern seperti Internet of Things (IoT), robotik, dan kecerdasan buatan bertujuan untuk mengurangi implikasi sistem logistik.

Seiring berkembangnya ekonomi digital di Asia Tenggara, e-commerce juga mencatatkan peningkatan, dan menjadi komponen penting dalam belanja global. Fokus utama investasi regional adalah logistik pergudangan dan e-commerce, dan Thailand, Vietnam, serta Indonesia diharapkan bisa menjadi hub utama di Asia Tenggara.

Akan ada peningkatan permintaan yang signifikan sejalan dengan perkembangan terkini, kolaborasi strategis dan otomatisasi di sektor logistik e-commerce.

Banyak bisnis mengatakan secara langsung jika mereka sangat serius dalam mengelola rantai pasokan. Transparansi menawarkan kredibilitas. Setiap bisnis perlu mempercayai komitmen yang dibuat oleh mitra rantai pasokan mereka.

Bisnis membutuhkan tingkat transparansi yang lebih tinggi mengenai pengiriman darat, jalan, serta kanal dan mencari visibilitas yang lebih besar ke logistik mereka, mulai dari check-in kargo hingga area bongkar muat.

Indonesia dalam beberapa tahun terakhir fokus meningkatkan industri logistik, termasuk memperkenalkan ekosistem logistik nasional yang bertujuan mengurangi biaya logistik dan meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) memproyeksikan industri logistik tumbuh 5-8% tahun ini, yang ditopang oleh digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Namun, Indeks Kinerja Logistik Bank Dunia terbaru menunjukkan Indonesia turun 15 peringkat dari peringkat 46 pada 2018 menjadi peringkat 61 pada 2023.

Pada 12 Mei 2023, HERE Technologies mempublikasikan hasil studi mereka "APAC On the Move", yang bertujuan memberikan masukan dari para profesional di sektor transportasi dan logistik di seluruh Asia-Pasifik (APAC) tentang tren teknologi saat ini dan praktik yang membentuk rantai pasokan, armada, dan manajemen logistik.

Temuan utama dari APAC On the Move 2023 adalah sejauh mana pelacakan aset end-to-end dan visibilitas pengiriman menjadi tantangan bagi perusahaan logistik Indonesia setelah tiga tahun pandemi. Perusahaan logistik Indonesia yang disurvei mengatakan tantangan implementasi teknologi merupakan penghalang terbesar untuk mencapai visibilitas rantai pasokan end-to-end secara real-time. Walaupun demikian, mereka tetap memiliki motivasi untuk meningkatkan efisiensi operasional.

“Pendistribusian dan perusahaan logistik di APAC berada di tahap perkembangan yang berbeda dari pelacakan aset dan pemantauan pengiriman menjadi perhatian. Di satu sisi, perusahaan-perusahaan ingin berinvestasi di IoT, AI, dan drone untuk meningkatkan tampilan secara langsung. Dan sisi lain banyak perusahaan-perusahaan yang masih mengandalkan proses manual untuk mencapai tujuan yang sama. Perusahaan yang saat ini masih mengandalkan proses manual cenderung akan beralih ke solusi modern. Secara keseluruhan, kesadaran terhadap tampilan secara langsung untuk aset-aset dan kargo sudah meningkat secara pesat di era pasca pandemi dan kemungkinan besar tren tersebut akan terus berlanjut. Hal ini menunjukkan potensi pertumbuhan yang kuat bagi penyedia solusi seperti HERE Technologies untuk dekade berikutnya,” kata Vivek Valdya, Global Client Leader for Mobility, Frost & Sullivan ditulis Kamis (6/7/2023).

baca juga

Temuan dari studi HERE Technologies APAC on the Move 2023 antara lain, kemitraan dan implementasi teknologi merupakan tantangan besar
Lebih dari seperlima perusahaan yang disurvei di Indonesia (23%) menyatakan hambatan terbesar mereka dalam implementasi teknologi adalah mengenai potensi gangguan terhadap proses dan layanan.
Tantangan untuk mengidentifikasi mitra dan/atau pemasok yang tepat dan kemampuan pengembalian investasi juga menjadi perhatian dari mereka.

Perusahaan logistik yang disurvei menginginkan solusi siap pakai yang mudah untuk diimplementasikan disertai perbaikan sistem yang murah, cepat, dan minim tenaga kerja. Menurut studi dari HERE, kurangnya tenaga kerja untuk menjalankan dan mengelola implementasi perangkat lunak (17%), waktu yang terbatas untuk mengimplementasikan solusi (16%), dan tantangan integrasi perangkat lunak dengan infrastruktur yang ada (15%) adalah hambatan utama untuk mengadopsi pelacakan aset logistik dan solusi pemantauan pengiriman/kargo.

Perusahaan logistik Indonesia masih mengandalkan pelacakan manual
Pandemi telah menunjukkan adanya kerentanan intervensi manual pada rantai pasokan global. Namun, sekitar 47% perusahaan logistik di Indonesia yang disurvei menggunakan perangkat lunak untuk pelacakan aset dan pemantauan pengiriman yang dikombinasikan dengan input manual untuk melacak aset, pengiriman, dan kargo.

Proses manual dapat menciptakan celah dan kerentanan dalam rantai pasokan, dan ini menunjukkan bahwa sejumlah besar perusahaan masih belum memiliki infrastruktur yang tangguh. Berbeda dengan solusi pelacakan otomatis dan real-time yang dapat mempercepat inovasi dan mengatasi gangguan dengan segera.

Biaya logistik di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia dengan total 24% dari produk domestik bruto (PDB). Untuk meningkatkan efisiensi logistik di Indonesia dan daya saing ekonomi, perusahaan logistik perlu memprioritaskan peningkatan visibilitas dan optimalisasi serta pertumbuhan inovatif guna memanfaatkan teknologi lokasi untuk pemantauan pengiriman dan kargo.

Perusahaan logistik berencana menggunakan data lokasi untuk mengoptimalkan aset logistik (46%), memperluas ke area baru seperti logistik sesuai permintaan dan logistik jarak jauh (45%), dan mengidentifikasi area yang tidak efisien untuk mengurangi biaya ke depannya (44%).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sukses Kembangkan Ekonomi Digital di Jateng, Komunitas Investor Muda Apresiasi Gubernur Ganjar

Sukses Kembangkan Ekonomi Digital di Jateng, Komunitas Investor Muda Apresiasi Gubernur Ganjar

Bisnis | Sabtu, 24 Juni 2023 | 14:00 WIB

Komunitas Logistik Nasional Jawab Keresahan Para Pengemudi Truk

Komunitas Logistik Nasional Jawab Keresahan Para Pengemudi Truk

Otomotif | Kamis, 22 Juni 2023 | 19:01 WIB

Festival Indonesia: Pesta Anak Bangsa dari Indonesia untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital Nasional

Festival Indonesia: Pesta Anak Bangsa dari Indonesia untuk Pertumbuhan Ekonomi Digital Nasional

Entertainment | Kamis, 22 Juni 2023 | 11:37 WIB

Terkini

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:39 WIB

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:23 WIB

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:27 WIB

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Pekan Kreatif Nusantara 2026, LPDB Koperasi Ajak Daerah Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Koperasi

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:28 WIB

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bukan Cuma Cegah Abrasi, Inilah Manfaat Mangrove Bagi Keberlanjutan Ekonomi Pesisir

Bisnis | Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55 WIB

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:14 WIB

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 21:07 WIB

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:53 WIB

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:47 WIB

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 20:23 WIB