Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.501,585
LQ45 638,736
Srikehati 310,420
JII 390,270
USD/IDR 17.774

Ranking Utang AS Turun, Investor Diprediksi Tinggalkan Aset Berisiko

M Nurhadi

Kamis, 03 Agustus 2023 | 09:52 WIB
Ranking Utang AS Turun, Investor Diprediksi Tinggalkan Aset Berisiko
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra beranggapan, penurunan peringkat utang Amerika Serikat (AS) oleh Fitch Rating menyebabkan pelaku pasar beralih dari aset berisiko seperti aset pasar negara-negara berkembang, termasuk rupiah.

"Diberikan penurunan satu tingkat, dari AAA menjadi AA+," ujar Ariston, pada Rabu (2/8/2023).

Menurutnya, dampak penurunan ini mungkin bersifat sementara. Pelaku pasar diyakini akan kembali masuk ke aset berisiko, seperti yang terjadi ketika S&P menurunkan peringkat utang AS pada tahun 2011.

"Selama tingkat imbal hasil di pasar negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, masih menarik bagi pelaku pasar, mereka akan kembali masuk," ungkap Ariston, dikutip dari Antara.

Sementara, Ibrahim Assuaibi, Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, juga menyatakan bahwa penurunan peringkat utang AS oleh Fitch Rating mengejutkan para investor, meskipun ada resolusi krisis plafon utang dua bulan sebelumnya.

"Penurunan ini mencerminkan kemungkinan penurunan fiskal selama tiga tahun ke depan dan ketidakpastian dalam negosiasi plafon utang yang mengancam kemampuan pemerintah AS untuk membayar tagihan," ucap Ibrahim.

Pada pembukaan perdagangan hari itu, Analis Bank Woori Saudara (BWS), Rully Nova, menyatakan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipengaruhi oleh kenaikan indeks dolar AS dan yield obligasi pemerintah AS.

"Kenaikan ini disebabkan oleh sikap wait and see pasar terhadap data manufaktur AS dan data tenaga kerja non-pertanian AS yang akan dirilis pada Jumat ini," katanya.

Selain itu, pergerakan rupiah diprediksi akan tetap tertekan karena penguatan ekonomi AS dan data manufaktur China yang menunjukkan penurunan. Data Purchasing Managers Index (PMI) China (versi Caixin) menunjukkan kontraksi menjadi 49,2 pada Juli 2023 dari 50,5 pada Juni 2023.

baca juga

Pada penutupan perdagangan hari itu, rupiah melemah sebesar 0,39 persen atau 60 poin menjadi Rp15.175 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.115 per dolar AS.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari Senin juga melemah ke posisi Rp15.171 dari sebelumnya Rp15.117.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Transaksi Investor Main Saham Lesu, BEI Geleng-geleng Kepala

Transaksi Investor Main Saham Lesu, BEI Geleng-geleng Kepala

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 16:42 WIB

Tiongkok Masih jadi Investor Penting ASEAN dan Indonesia, Ini Buktinya

Tiongkok Masih jadi Investor Penting ASEAN dan Indonesia, Ini Buktinya

Bisnis | Senin, 31 Juli 2023 | 16:25 WIB

Begini Cara Apindo Bantu Perluasan Bisnis UMKM

Begini Cara Apindo Bantu Perluasan Bisnis UMKM

Bisnis | Minggu, 30 Juli 2023 | 12:36 WIB

Aliran Modal Asing Deras Masuk Rp 700 Miliar di Minggu Keempat Juli

Aliran Modal Asing Deras Masuk Rp 700 Miliar di Minggu Keempat Juli

Bisnis | Minggu, 30 Juli 2023 | 09:08 WIB

Dolar AS Melemah Efek Inflasi, Harga Emas Rebound

Dolar AS Melemah Efek Inflasi, Harga Emas Rebound

Bisnis | Sabtu, 29 Juli 2023 | 06:49 WIB

Tekankan Komitmen Indonesia Jaga Investasi di Depan Pengusaha China, Jokowi: Kalau Ada Masalah Tolong Sampaikan

Tekankan Komitmen Indonesia Jaga Investasi di Depan Pengusaha China, Jokowi: Kalau Ada Masalah Tolong Sampaikan

News | Jum'at, 28 Juli 2023 | 15:14 WIB

Terkini

Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang

Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau

Foto | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 05:30 WIB

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

×