Royke Tumilaar
![Royke Tumilaar [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/09/24/97286-royke-tumilaar.jpg)
Royke Tumilaar dipercaya untuk memegang posisi penting di PT Bank Negara Indonesia Tbk atau BNI. Selain Royke Tumilaar, beberapa nama lain juga berpindah dari Bank Mandiri ke Bank BNI, termasuk Silvano Rumantir, David Pirzada, Muhammad Iqbal, dan Novita Widya Anggraini.
Pada rapat pemegang saham luar biasa BNI pada 2 September 2020, Royke Tumilaar ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank BNI.
Empat bankir lainnya juga mengikuti kepindahan Royke, masing-masing menjabat posisi strategis di Bank BNI. Silvano Rumantir memimpin Corporate Banking, David Pirzada menangani Manajemen Risiko, Muhammad Iqbal mengurusi Bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, sementara Novita Widya Anggraini menjadi Direktur Keuangan.
Zulkifli Zaini
![Zulkifli Zaini [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/09/24/60697-zulkifli-zaini.jpg)
Pada tahun yang sama, Zulkifli Zaini ditunjuk sebagai Direktur Utama PLN. Zulkifli Zaini pernah memimpin Bank Mandiri dari 2010 hingga 2013, dan dianggap oleh Menteri BUMN sebagai sosok dengan rekam jejak yang baik.
Pria kelahiran Bukittinggi, Sumatra Barat pada 13 Januari 1956 ini merupakan bankir kawakan yang berkiprah selama 31 tahun. Dia mengawali karir di di industri perbankan dengan bergabung di Bank Bapindo (sekarang PT Bank Mandiri Tbk) sebagai staf account officer (AE).
Karir panjangnya di Bank Mandiri tersebut membawanya menduduki posisi direktur teknologi dan operasional (September 2003-Juli 2010), sebelum kemudian menduduki posisi puncak sebagai direktur utama (Juli 2010-April 2013).
Selama menduduki kursi tertinggi di bank beraset terbesar kedua nasional tersebut, Zulkifli terlibat dalam pendanaan PLN di program 10.000 megawatt (MW) pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain sosok-sosok tersebut, tidak boleh terlewatkan, nama Sunarso, bankir senior yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Sebelum menjabat posisi tersebut, Sunarso menempati posisi Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dari tahun 2015 hingga Oktober 2017, dan kemudian kembali menjabat dari Januari hingga Agustus 2019.
Setelah itu, ia menjadi Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) menggantikan Riswinandi dari Oktober 2017 hingga Januari 2019.
Namun, jauh sebelum itu, ia merupakan bankir yang berpengalaman dari Bank Mandiri. Ia pernah berkarir di Bank Dagang Negara (BDN) sebelum bergabung dengan Bank Mandiri sejak perusahaan tersebut didirikan.
Nixon LP Napitupulu
![Nixon LP Napitupulu [BTN]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/09/24/92785-nixon-lp-napitupulu.jpg)
Terakhir, Nixon LP Napitupulu yang ditunjuk sebagai Direktur Utama Bank BTN menggantikan Haru Koesmahargyo pada tahun 2022 lalu.
Melalui RUPS, para pemegang saham menyetujui pengakhiran jabatan Haru Koesmahargyo sebagai Dirut BTN dengan hormat. Nixon LP Napitupulu yang tadinya menjabat sebagai wadirut kemudian mengambil alih posisi tersebut.
Nixon bukan nama baru dalam belantara perbankan, namanya sudah lama melejit melalui karir panjangnya di Bank Mandiri.
Di BTN, pria yang lahir di Medan tahun 1969 ini pernah menjabat sebagai direktur koleksi, manajemen aset, dan hukum BTN dari Maret 2017 hingga Maret 2018. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai direktur koleksi & manajemen aset sekaligus direktur keuangan, treasuri, & strategi BTN dari Mei 2019 hingga November 2019. Selanjutnya, dari November 2019 hingga Maret 2021, ia memegang posisi sebagai direktur keuangan, perencanaan, & treasuri BTN. Akhirnya, pada Maret 2021 hingga Maret 2023, ia menjabat sebagai wakil direktur utama BTN.
Kepercayaan terhadap para ‘alumnus’ Bank Mandiri untuk menempati berbagai poisis strategis baik di BUMN maupun pemerintahan tidak lepas dari pengelolaan Human Capital Bank Mandiri yang baik hingga mampu menghasilkan SDM yang berkualitas dari masa ke masa serta budaya kerja yang unggul.