Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Rupiah Menguat Singkat, Hari Ini Diprediksi Loyo Lagi

M Nurhadi

Selasa, 07 November 2023 | 10:33 WIB
Rupiah Menguat Singkat, Hari Ini Diprediksi Loyo Lagi
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kurs rupiah berpotensi melemah lebih parah dampak hasil dari aksi short-covering yang terjadi di pasar setelah penguatan besar yang terjadi sejak pengumuman rapat Federal Reserve (The Fed).

"Pada hari ini, rupiah kemungkinan akan melemah terhadap dolar AS, sejalan dengan pelemahan mata uang lain terhadap dolar AS pagi ini. Penurunan ini bisa disebabkan oleh reaksi short-covering di pasar setelah terjadi penguatan besar seiring pengumuman rapat The Fed, sambil menantikan petunjuk baru terkait kebijakan moneter AS melalui data ekonomi AS atau komentar-komentar dari pejabat The Fed," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, Selasa (7/11/2023).

Seperti yang diketahui, pada penutupan perdagangan Senin (6/11), rupiah menguat sebesar 189 poin atau 1,21 persen menjadi Rp15.539 per dolar AS dari penutupan sebelumnya sebesar Rp15.728 per dolar AS.

Kenaikan yang signifikan ini menyebabkan pasar bereaksi dengan short-covering. Apabila harga bergerak dalam satu arah selama beberapa hari dengan pergerakan yang besar, pasar merasa bahwa tidak ada indikasi tambahan yang mendorong untuk membeli dolar AS, sehingga para investor memutuskan untuk mengambil keuntungan dengan membeli dolar AS.

"(Short-covering) merupakan aksi mengambil profit dari kenaikan nilai rupiah dengan menjual dolar AS, yang kemudian diikuti dengan aksi sebaliknya yaitu pembelian dolar AS," kata dia, dikutip dari Antara.

Sementara itu, data neraca perdagangan China bulan Oktober 2023 memiliki potensi untuk mempengaruhi nilai tukar, mengingat China merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia dan menjadi indikator terkait perlambatan ekonomi.

Jika data tersebut menunjukkan penurunan dalam ekspor atau impor, maka pasar dapat bereaksi negatif terhadap aset berisiko, sehingga dapat mendorong kembali penguatan dolar AS.

"Diharapkan surplus neraca perdagangan China sebesar 81 miliar dolar AS," ucapnya.

Dilihat dari sentimen dalam negeri, data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III/2023 yang di bawah ekspektasi pasar dapat menjadi faktor yang memberikan tekanan terhadap rupiah, yaitu sebesar 4,94 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara harapannya di atas 5 persen.

baca juga

Tak hanya itu, data cadangan devisa (cadev) yang merupakan persediaan dolar AS di dalam negeri yang akan diumumkan pagi ini juga berpotensi mempengaruhi nilai tukar rupiah. Penurunan dalam cadangan devisa mampu memberikan tekanan pada rupiah.

"Ada potensi pelemahan hingga mencapai Rp15.600, dengan potensi support di sekitar Rp15.500," ungkap Ariston.

Pada Selasa pagi, nilai tukar rupiah yang diperdagangkan di antarbank di Jakarta mengalami pelemahan sebesar 0,22 persen atau 34 poin menjadi Rp15.573 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.539 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peruri, Perusahaan Penjamin Keaslian yang Tetap Relevan dengan Perkembangan Zaman

Peruri, Perusahaan Penjamin Keaslian yang Tetap Relevan dengan Perkembangan Zaman

Bisnis | Selasa, 07 November 2023 | 06:00 WIB

Kabar Ekonomi dari AS Bawa Kurs Rupiah Meroket, Berpotensi Tembus Rp15.500?

Kabar Ekonomi dari AS Bawa Kurs Rupiah Meroket, Berpotensi Tembus Rp15.500?

Bisnis | Senin, 06 November 2023 | 10:40 WIB

Aliran Modal Asing Kembali Masuk ke RI pada Awal November, Rupiah Langsung Perkasa

Aliran Modal Asing Kembali Masuk ke RI pada Awal November, Rupiah Langsung Perkasa

Bisnis | Sabtu, 04 November 2023 | 10:28 WIB

Kurs Dekati Rp16.000 per Dolar AS, Menko Airlangga Sebut Rupiah Tidak Melemah

Kurs Dekati Rp16.000 per Dolar AS, Menko Airlangga Sebut Rupiah Tidak Melemah

Bisnis | Selasa, 24 Oktober 2023 | 17:03 WIB

Jokowi Masih Tenang Rupiah Hampir Tembus Rp 16.000

Jokowi Masih Tenang Rupiah Hampir Tembus Rp 16.000

Bisnis | Selasa, 24 Oktober 2023 | 11:16 WIB

Bukan Karena Pengumuman Gibran Cawapres, Ini Faktor Penyebab Rupiah Keok

Bukan Karena Pengumuman Gibran Cawapres, Ini Faktor Penyebab Rupiah Keok

Bisnis | Selasa, 24 Oktober 2023 | 08:25 WIB

Terkini

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

×