Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rupiah Menguat Singkat, Hari Ini Diprediksi Loyo Lagi

M Nurhadi

Selasa, 07 November 2023 | 10:33 WIB
Rupiah Menguat Singkat, Hari Ini Diprediksi Loyo Lagi
Petugas menunjukkan mata uang Rupiah dan Dolar AS di tempat penukaran uang Dolar Indo, Jakarta, Kamis (20/10/2022). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Kurs rupiah berpotensi melemah lebih parah dampak hasil dari aksi short-covering yang terjadi di pasar setelah penguatan besar yang terjadi sejak pengumuman rapat Federal Reserve (The Fed).

"Pada hari ini, rupiah kemungkinan akan melemah terhadap dolar AS, sejalan dengan pelemahan mata uang lain terhadap dolar AS pagi ini. Penurunan ini bisa disebabkan oleh reaksi short-covering di pasar setelah terjadi penguatan besar seiring pengumuman rapat The Fed, sambil menantikan petunjuk baru terkait kebijakan moneter AS melalui data ekonomi AS atau komentar-komentar dari pejabat The Fed," kata Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra, Selasa (7/11/2023).

Seperti yang diketahui, pada penutupan perdagangan Senin (6/11), rupiah menguat sebesar 189 poin atau 1,21 persen menjadi Rp15.539 per dolar AS dari penutupan sebelumnya sebesar Rp15.728 per dolar AS.

Kenaikan yang signifikan ini menyebabkan pasar bereaksi dengan short-covering. Apabila harga bergerak dalam satu arah selama beberapa hari dengan pergerakan yang besar, pasar merasa bahwa tidak ada indikasi tambahan yang mendorong untuk membeli dolar AS, sehingga para investor memutuskan untuk mengambil keuntungan dengan membeli dolar AS.

"(Short-covering) merupakan aksi mengambil profit dari kenaikan nilai rupiah dengan menjual dolar AS, yang kemudian diikuti dengan aksi sebaliknya yaitu pembelian dolar AS," kata dia, dikutip dari Antara.

Sementara itu, data neraca perdagangan China bulan Oktober 2023 memiliki potensi untuk mempengaruhi nilai tukar, mengingat China merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia dan menjadi indikator terkait perlambatan ekonomi.

Jika data tersebut menunjukkan penurunan dalam ekspor atau impor, maka pasar dapat bereaksi negatif terhadap aset berisiko, sehingga dapat mendorong kembali penguatan dolar AS.

"Diharapkan surplus neraca perdagangan China sebesar 81 miliar dolar AS," ucapnya.

Dilihat dari sentimen dalam negeri, data Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III/2023 yang di bawah ekspektasi pasar dapat menjadi faktor yang memberikan tekanan terhadap rupiah, yaitu sebesar 4,94 persen secara tahunan (year on year/yoy), sementara harapannya di atas 5 persen.

baca juga

Tak hanya itu, data cadangan devisa (cadev) yang merupakan persediaan dolar AS di dalam negeri yang akan diumumkan pagi ini juga berpotensi mempengaruhi nilai tukar rupiah. Penurunan dalam cadangan devisa mampu memberikan tekanan pada rupiah.

"Ada potensi pelemahan hingga mencapai Rp15.600, dengan potensi support di sekitar Rp15.500," ungkap Ariston.

Pada Selasa pagi, nilai tukar rupiah yang diperdagangkan di antarbank di Jakarta mengalami pelemahan sebesar 0,22 persen atau 34 poin menjadi Rp15.573 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.539 per dolar AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peruri, Perusahaan Penjamin Keaslian yang Tetap Relevan dengan Perkembangan Zaman

Peruri, Perusahaan Penjamin Keaslian yang Tetap Relevan dengan Perkembangan Zaman

Bisnis | Selasa, 07 November 2023 | 06:00 WIB

Kabar Ekonomi dari AS Bawa Kurs Rupiah Meroket, Berpotensi Tembus Rp15.500?

Kabar Ekonomi dari AS Bawa Kurs Rupiah Meroket, Berpotensi Tembus Rp15.500?

Bisnis | Senin, 06 November 2023 | 10:40 WIB

Aliran Modal Asing Kembali Masuk ke RI pada Awal November, Rupiah Langsung Perkasa

Aliran Modal Asing Kembali Masuk ke RI pada Awal November, Rupiah Langsung Perkasa

Bisnis | Sabtu, 04 November 2023 | 10:28 WIB

Kurs Dekati Rp16.000 per Dolar AS, Menko Airlangga Sebut Rupiah Tidak Melemah

Kurs Dekati Rp16.000 per Dolar AS, Menko Airlangga Sebut Rupiah Tidak Melemah

Bisnis | Selasa, 24 Oktober 2023 | 17:03 WIB

Jokowi Masih Tenang Rupiah Hampir Tembus Rp 16.000

Jokowi Masih Tenang Rupiah Hampir Tembus Rp 16.000

Bisnis | Selasa, 24 Oktober 2023 | 11:16 WIB

Bukan Karena Pengumuman Gibran Cawapres, Ini Faktor Penyebab Rupiah Keok

Bukan Karena Pengumuman Gibran Cawapres, Ini Faktor Penyebab Rupiah Keok

Bisnis | Selasa, 24 Oktober 2023 | 08:25 WIB

Terkini

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 20:10 WIB

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:33 WIB

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 19:00 WIB

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:15 WIB

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:13 WIB

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 18:07 WIB

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:55 WIB

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 17:45 WIB

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:56 WIB

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026

Bisnis | Selasa, 23 Juni 2026 | 16:14 WIB