Aksi Boikot Produk Pro Israel Apakah Berdampak, Simak Data dan Faktanya

M Nurhadi

Jum'at, 17 November 2023 | 20:33 WIB
Aksi Boikot Produk Pro Israel Apakah Berdampak, Simak Data dan Faktanya
Aksi unjuk rasa di depan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Jumat (15/12).

Suara.com - Aksi boikot produk-produk yang diduga pro Israel di Indonesia dikhawatirkan berdampak pada PHK lantaran penurunan produksi dan penjualan produk.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy Nicholas Mandey berpendapat, jika produsen atau pemasok terus tergerus akibat boikot, investasi dapat terhenti dan pertumbuhan pasti tidak akan terjadi. Menurutnya, PHK menjadi pilihan yang harus dihadapi jika situasi terus memburuk.

Aksi boikot yang terus dilakukan dalam jangka panjang, dikhawatirkan berdampak langsung pada produktivitas dan penjualan. 

Jika produk tidak laku di pasaran karena aksi boikot, perusahaan ritel pun tidak akan membeli dari produsen, yang kemudian akan mengurangi produksi.

Penurunan produktivitas juga membuat pengusaha bimbang mengeluarkan upah karena pertumbuhan tenaga kerja biasanya mencapai 2-3 persen setiap tahunnya.

Aksi baikot produk Israel Amerika di Pamekasan Madura sebagai dukungan kepada Palestina. [Foto: Suarajatimpost.com]
Aksi baikot produk Israel Amerika di Pamekasan Madura sebagai dukungan kepada Palestina. [Foto: Suarajatimpost.com]

Roy memproyeksikan bahwa aksi boikot terhadap produk terafiliasi Israel berpotensi menurunkan belanja masyarakat hingga 4 persen. Sehingga, ia berharap agar pemerintah dapat memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dan menjaga keberlanjutan usaha serta kepastian hukum bersama pelaku usaha.

Tanggapan Bank Indonesia

Bank Indonesia, melalui Kepala Kantor Perwakilan Wilayah BI NTB, Berry A Harahap pada awal pekan ini memperkirakan, aksi boikot Israel tidak akan berlangsung lama.

"Meskipun terdapat pengaruh dalam jangka pendek, seperti yang kita lihat pada periode-periode sebelumnya, situasi ini biasanya akan kembali ke kondisi normal. Walaupun mungkin membutuhkan waktu, ini merupakan tantangan bagi dunia usaha," kata dia.

baca juga

Berry menyoroti tingginya sentimen terhadap Israel di Indonesia saat ini, namun ia meyakini sentimen tersebut akan mereda seiring berakhirnya konflik antara Israel dan Palestina. Meskipun memerlukan waktu beberapa bulan, diharapkan kunjungan konsumen ke restoran cepat saji seperti McDonald's akan pulih.

Gerakan Boycott, Divestment, Sanction (BDS) Produk Israel

Di tengah kondisi yang memilukan di Gaza, Palestina. Sejak tahun 2005 sudah ada dukungan masyarakat dunia melalui gerakan oycott, Divestment, Sanction (BDS).

Gerakan yang ditandai tagar #BDSMovement di media sosial ini berisi orang-orang yang menyebut merek-merek yang memiliki hubungan dengan Israel seperti McDonald's, Starbucks, Disney, Domino's Pizza hingga Burger King.

Gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) terinspirasi dari gerakan anti-apartheid di Afrika Selatan. Sementara Israel disoroti karena dianggap sebagai rezim kolonialisme, apartheid, dan penindasan terhadap warga Palestina. Menurut BDS, situasi di Gaza disebabkan bungkamnya dunia atas perbuatan Israel.

BDS menilai bahwa Israel terlibat dalam diskriminasi, pendudukan, dan penjajahan terhadap warga Palestina, termasuk penolakan hak pengungsi untuk kembali ke rumah mereka.

Prinsip utama BDS adalah warga Palestina memiliki hak yang sama dengan umat manusia lainnya. Gerakan ini melibatkan serikat pekerja, asosiasi akademis, religi, dan gerakan akar rumput di seluruh dunia.

Gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi Israel (BDS) di Indonesia. (tangkapan layar/Instagram)
Gerakan Boikot, Divestasi, Sanksi Israel (BDS) di Indonesia. (tangkapan layar/Instagram)

Meski menunjukkan gerakan positif, BDS juga tidak lolos dari kritik, menurut The Guardian, aksi ini turut berdampak pada anjloknya ekonomi Palestina pada kisaran 2017-2018 karena ketergantungan negara itu terhadap Israel. Bahkan, ada yang menuduh BDS sebagai kelompok anti semit, meski hal ini tidak pernah terbukti.

BDS juga sudah berkali-kali mencoba dihentikan pemerintah Israel dan AS dan menyematkan gerakan ini sebagai aksi terorisme.

Meski dengan menurut laporan Vox, aksi BDS membuat produk domestik bruto (PDB) Israel rugi US$15 miliar, menurut Rand Corporation. Meski begitu, laporan ini adalah bagian kecil dari PDB ISrael yang lebih dari US$500 miliar,.

Sementara, Al Jazeera dalam laporannya pada 2018 lalu mengatakan, gerakan BDS berpotensi membuat Israel kehilangan uang hingga US$11,5 miliar per tahun.

Pernyataan itu diperkuat dengan laporan pemerintah Israel pada 2013 yang telah disunting dengan keterangan bahwa boikot tersebut berlangsung dalam jangka waktu bertahun-tahun secara ekstrem.

Sedangkan riset dari Brooking Institution menulis, aksi boikot Israel tidak begitu berdampak pada ekonomi negara Yahudi itu karena sektor utama Israel yang berasal dari sektor barang pengolah atau pendukung yang tidak tergantikan, seperti semikonduktor.

Namun, data dari Bank Dunia justru menunjukkan ekspor Israel mengalami penurunan pada rentang tahun 2014 hingga 2016, diduga kuat karena tekanan politik yang berasal dari BDS.

Total kerugian yang diderita Israel kala itu mencapai US$6 miliar. Di saat yang sama, investasi di Israel menurun hingga 50% di angka US$6 miliar  setelah militer Israel menyerang Gaza yang menewaskan 1.462 warga sipil.

Sayangnya, meskipun dengan berbagai dukungan aksi boikot pendukung Israel. Langkah ini belum berdampak banyak terhadap agresi militer Israel di wilayah Palestina. Hal ini ditunjukkan dengan tetap tingginya serangan yang dilancarkan Israel, tidak hanya tahun ini tapi juga pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdalih menyerang Hamas, Israel justru secara terbuka membunuh ribuan nyawa warga sipil tak bersalah. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BDS Ungkap 3 Perusahaan Pro Penjajahan Israel di Palestina, Salah Satunya Brand Olahraga

BDS Ungkap 3 Perusahaan Pro Penjajahan Israel di Palestina, Salah Satunya Brand Olahraga

News | Jum'at, 17 November 2023 | 19:31 WIB

Komunitas Israel Tuduh Tiktok Platform Anti Semit Karena Bagikan Konten Pro Palestina

Komunitas Israel Tuduh Tiktok Platform Anti Semit Karena Bagikan Konten Pro Palestina

Lifestyle | Jum'at, 17 November 2023 | 18:03 WIB

Konflik Israel - Hamas Bikin Graham Arnold Stres Jelang Laga Palestina vs Australia

Konflik Israel - Hamas Bikin Graham Arnold Stres Jelang Laga Palestina vs Australia

Bola | Jum'at, 17 November 2023 | 17:40 WIB

Sebar Hoaks Kalender Jadi Daftar Nama Hamas, Pejabat Israel Ngamuk: Saya Tidak Bisa Bahasa Arab!

Sebar Hoaks Kalender Jadi Daftar Nama Hamas, Pejabat Israel Ngamuk: Saya Tidak Bisa Bahasa Arab!

News | Jum'at, 17 November 2023 | 17:29 WIB

Cuek Banyak Anak Kecil Jadi Korban, Penasihat PM Israel: Kan Kita Tidak Tahu Penyebab Kematiannya

Cuek Banyak Anak Kecil Jadi Korban, Penasihat PM Israel: Kan Kita Tidak Tahu Penyebab Kematiannya

News | Jum'at, 17 November 2023 | 17:06 WIB

Dikepung Tank Israel, Warga Gaza Bongkar Paving Block Parkiran RS Al Shifa untuk Kuburan Massal

Dikepung Tank Israel, Warga Gaza Bongkar Paving Block Parkiran RS Al Shifa untuk Kuburan Massal

News | Jum'at, 17 November 2023 | 16:58 WIB

Terkini

Wajib Pakai Kapas atau Tidak? Ini Cara Memakai Toner Wajah yang Benar Menurut Dokter

Wajib Pakai Kapas atau Tidak? Ini Cara Memakai Toner Wajah yang Benar Menurut Dokter

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 16:37 WIB

McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB

McDonalds Indonesia-YAPI Beri Beasiswa untuk 35 Mahasiswa Baru IPB

Bogor | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

Tak Lagi Jadi Menkeu, Purbaya: Saya Mau Memancing di Belakang Rumah

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:29 WIB

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

OTT Kasus HGB Summarecon Naik Penyidikan, Identitas Tersangka Segera Diumumkan!

News | Selasa, 15 September 2026 | 16:26 WIB

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

3 Rekomendasi Smartwatch untuk Lansia dengan Fitur Deteksi Jatuh dan Tombol SOS

Tekno | Selasa, 15 September 2026 | 16:23 WIB

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

LRT City Tak Kunjung Diserahterimakan, Refund Jadi Salah Satu Opsi

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Pernah Dirumorkan Bakal Dinaturalisasi, Begini Nasib Terbaru Pemain Keturunan Indonesia Finn Dicke

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 16:21 WIB

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

The House with Nobody in It: Rumah Kosong yang Ternyata Tidak Sepi

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 16:20 WIB

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Sekolah di Pelalawan Pulangkan Siswa Akibat Kabut Asap Memburuk

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Motul Indonesia Perkuat Jaringan Layanan Lewat Pembukaan Bengkel B-Quik

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 16:19 WIB

×