Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.301,765
LQ45 627,165
Srikehati 306,330
JII 376,355
USD/IDR 17.877

Usaha Rini Gemilang Bersama BRI, Olahan Empon-empon Tembus Tembok Luar Negeri

M Nurhadi

Senin, 04 Desember 2023 | 18:41 WIB
Usaha Rini Gemilang Bersama BRI, Olahan Empon-empon Tembus Tembok Luar Negeri
Parini Wihastuti, pendiri UMKM Wedang Uwuh djewery [Suara.com/Hadi]

Rini telah sepenuhnya mewujudkan komitmennya untuk membesarkan usaha Wedang Uwuh, dan mimpinya terpenuhi dengan pasti.

Produknya kini berhasil dijual di berbagai wilayah, mencakup Jakarta, Bandung, Madiun, Semarang, hingga ke ujung Papua. Prestasinya tak hanya terbatas di dalam negeri, karena Wedang Uwuh Djewery juga pernah mendapatkan pesanan dari Hong Kong, seakan membuktikan bahwa keberhasilannya telah melampaui batas-batas geografis.

Inovasi dari Pandemi

Pandemi COVID-19 dengan menyebar awal 2020 silam, menghantam para pelaku UMKM sejak terdeteksi pertama kali di Indonesia pada Maret 2020. Dampaknya terasa begitu besar, tidak terkecuali bagi Rini dan Suami, kisah kelam dimulai ketika mereka terpaksa dirumahkan dari pekerjaan yang menjadi sumber kehidupan keluarganya.

Saat itu, banyak UMKM seperti kapal-kapal kecil di lautan yang terombang-ambing, terancam gulung tikar dan hancur berkeping-keping. Namun, di tengah badai yang melanda, Wedang Uwuh Djewery muncul jadi solusi.

Pasar yang terlihat sepi kini dipenuhi oleh mereka yang mencari empon-empon, seolah-olah menjadikan Wedang Uwuh Djewery sebagai sumber kekuatan, seperti mantra penyegar di tengah badai yang melanda.

“Karena dirumahkan, kita sekeluarga jadi bisa fokus pada usaha wedang uwuh,” ungkapnya.

Usaha yang baru mulai merasakan untung di tengah masa sulit akibat pandemi itu kembali diuji. Rini mulai menerima banyak keluhan dari pembeli terkait penggunaan jahe basah.

"Jahe basah ini, jika dikirim ke lokasi yang jauh, saat tiba di tujuan, malah sudah tumbuh tunas. Hal ini seringkali menimbulkan keluhan, dianggap tidak tahan lama," ungkap Rini.

baca juga

Dampaknya, usaha milik Rini mengalami kerugian karena harus mengirimkan jahe baru, yang membuat biaya pengeluaran meningkat dua kali lipat.

"Tentu saja, kita ingin memberikan yang terbaik agar pembeli merasa puas, sekaligus menunjukkan komitmen kami dalam menjaga kualitas dari Wedang Uwuh Djewery," tambah Rini.

Situasi ini mendorong Rini untuk mencari solusi dan inovasi agar produknya dapat lebih tahan lama. Akhirnya, ia menemukan metode pengeringan jahe yang membuat produk usahanya mampu bertahan lebih lama.

“Syukur alhamdulillah, kini kita sudah banyak dikenal dan diterima dengan baik oleh pasar. Pada saat pandemi COVID-19 melanda, di mana orang-orang enggan keluar rumah karena takut, justru kita tetap aktif melayani melalui metode COD,” ungkap Rini.

Pada tahun 2021, ketika kasus positif COVID-19 mengalami peningkatan drastis, pesanan wedang uwuh yang dimiliki oleh Rini justru melesat tinggi.

Rini mengakui bahwa Wabah Virus Corona telah menjadi momen yang mengerek omzet usaha Wedang Uwuh dari yang awalnya sekitar Rp400 ribu menjadi Rp10 juta dalam satu bulan, meningkat lebih dari 20 kali lipat.

Pada tahun ini, omzet Wedang Uwuh Djewei bahkan telah mencapai Rp17 juta dalam satu bulan. Kesuksesan ini tidak terlepas dari besarnya pasar wedang uwuh di dalam dan di luar wilayah DI Yogyakarta.

Produk unggulan dari Wedang Uwuh Djewery telah melewati seleksi ketat yang diadakan Pemerintah Kabupaten Sleman untuk dapat dipasarkan di toko ritel modern.

“Alhamdulillah, sekarang Wedang Uwuh Djewery sudah bisa ditemukan di 88 outlet Indomaret di wilayah Sleman Barat,” ujar Rini.

Tidak hanya di Indomaret, kelezatan Wedang Uwuh juga tersedia di 45 tempat oleh-oleh yang tersebar di seluruh destinasi pariwisata di Provinsi DI Yogyakarta.

Perkembangan pesat UMKM yang dimiliki oleh Rini memberikan dorongan kepada dirinya dan keluarganya untuk meningkatkan produksi dalam skala yang lebih besar.

Dalam awal berdirinya, dalam sehari, produksi Wedang Uwuh hanya mampu mencapai 30 kemasan. Namun, kini, usaha milik Rini mampu menghasilkan hingga 2.000 kemasan dalam sebulan.

“Bahkan, jika ada lonjakan permintaan, kami mampu menghasilkan hingga 3.000 kemasan dalam sebulan. Kadang sampai gak tidur,” ujar Rini sambil tertawa.

Meski kini pesanan tak sebesar ketika wabah Virus Corona mendera Indonesia, Rini tetap optimis menyambut prospek bisnis olahan empon-empon di masa depan.

Hal ini didukung pernyataan Sidi Rana Menggala, insinyur biosains di Ghent University, Belgia. Menurut dia, minat global terhadap rempah-rempah Indonesia terus mengalami peningkatan yang signifikan. S

elain kualitasnya yang sangat baik, rempah-rempah Indonesia semakin diminati oleh konsumen global yang kini lebih cenderung memilih produk alami.

"Reputasi rempah-rempah Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan dulu," kata dia, saat berbincang dengan Suara.com beberapa saat lalu.

Menurut Sidi, sejak era 2000-an, Indonesia kembali menjadi pusat perhatian sebagai 'raja' rempah-rempah dunia dengan berbagai komoditas andalan seperti kayu manis, pala, cengkeh, dan lainnya.

"Dengan perkembangan zaman, semakin banyak orang yang mencari rempah-rempah yang diolah dengan teknologi untuk mendukung gaya hidup sehat," kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Turun Gunung Kampanyekan Ganjar, Siti Atikoh Beberkan Cara Berbisnis Manfaatkan Medsos di Bandung Barat

Turun Gunung Kampanyekan Ganjar, Siti Atikoh Beberkan Cara Berbisnis Manfaatkan Medsos di Bandung Barat

Kotak Suara | Senin, 04 Desember 2023 | 18:32 WIB

Link Live Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar di BRI Liga 1, Segera Berlangsung

Link Live Streaming Persib Bandung vs PSM Makassar di BRI Liga 1, Segera Berlangsung

Bola | Senin, 04 Desember 2023 | 18:16 WIB

BRI Liga 1: Gagal Menang di Laga Debut Bersama Dewa United, Begini Reaksi Robi Darwis

BRI Liga 1: Gagal Menang di Laga Debut Bersama Dewa United, Begini Reaksi Robi Darwis

Bola | Senin, 04 Desember 2023 | 17:51 WIB

Agen BRILink Naik Drastis Jadi 698.700, Total Transaksi Rp1,16 Kuadriliun

Agen BRILink Naik Drastis Jadi 698.700, Total Transaksi Rp1,16 Kuadriliun

Bisnis | Senin, 04 Desember 2023 | 17:34 WIB

Buka Potensial Buyer dari Luar Negeri, BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR Kembali Hadir

Buka Potensial Buyer dari Luar Negeri, BRI UMKM EXPO(RT) BRILIANPRENEUR Kembali Hadir

Bisnis | Senin, 04 Desember 2023 | 17:23 WIB

Cara Bayar Belanja di Indomaret Pakai BRImo, Praktis Tanpa Cash

Cara Bayar Belanja di Indomaret Pakai BRImo, Praktis Tanpa Cash

Bisnis | Senin, 04 Desember 2023 | 17:15 WIB

Terkini

Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Diaspora

Prabowo Usulkan Kewarganegaraan Ganda Terbatas untuk Talenta Diaspora

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:23 WIB

Serum Malam Wardah yang Ampuh Tenangkan Kulit Berjerawat, Lengkap dengan Review Pengguna

Serum Malam Wardah yang Ampuh Tenangkan Kulit Berjerawat, Lengkap dengan Review Pengguna

Lifestyle | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:21 WIB

7 HP Murah Layar Refresh Rate 120 Hz, Scrolling Mulus dan Fitur Lengkap

7 HP Murah Layar Refresh Rate 120 Hz, Scrolling Mulus dan Fitur Lengkap

Tekno | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Tak Mau Sia-siakan Talenta, Diaspora Diizinkan Miliki Double Paspor

Tak Mau Sia-siakan Talenta, Diaspora Diizinkan Miliki Double Paspor

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:19 WIB

Skandal Suap Bupati Ponorogo: Sugiri Sancoko Dijatuhi Hukuman 6,5 Tahun Penjara

Skandal Suap Bupati Ponorogo: Sugiri Sancoko Dijatuhi Hukuman 6,5 Tahun Penjara

Jatim | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong

Dari Party ke Padel, Cara Gen Z Mengubah Arti Nongkrong

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, Bandara Kualanamu Gelar Kegiatan Kemerdekaan hingga Simfoni Nusantara

Semarak HUT ke-81 RI, Bandara Kualanamu Gelar Kegiatan Kemerdekaan hingga Simfoni Nusantara

Sumut | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:14 WIB

Nyoman Nadiana dan Perjuangan Menghidupkan Desa Les untuk Masa Depan

Nyoman Nadiana dan Perjuangan Menghidupkan Desa Les untuk Masa Depan

Your Say | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:13 WIB

3 Pemain Singapura Paling Bahaya: Statistik Bicara, Timnas Indonesia Wajib Waspada

3 Pemain Singapura Paling Bahaya: Statistik Bicara, Timnas Indonesia Wajib Waspada

Video | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Tak Lagi Pakai Diesel, Listrik di Desa Akan Bersumber dari PLTS

Tak Lagi Pakai Diesel, Listrik di Desa Akan Bersumber dari PLTS

Bisnis | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 17:05 WIB

×