Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.057,106
LQ45 681,583
Srikehati 330,472
JII 466,124
USD/IDR 17.420

Belajar dari Kasus Suap SAP, Persaingan Bisnis Global Rugikan Negara Berkembang

Iwan Supriyatna | Suara.com

Rabu, 31 Januari 2024 | 08:13 WIB
Belajar dari Kasus Suap SAP, Persaingan Bisnis Global Rugikan Negara Berkembang
Pakar teknologi dan keamanan Julyanto Sutandang.

Suara.com - Di era digital yang semakin maju, peran teknologi informasi dan komunikasi semakin krusial bagi ketahanan suatu negara. Di sisi lain, muncul tantangan yang begitu kompleks untuk mengelolanya, disebabkan jumlah populasi yang terus meningkat, akses informasi yang semakin mudah, hingga media sosial yang semakin memudahkan informasi simpang siur di jagad maya.

Terkait hal tersebut, kemandirian negara dalam mengadopsi teknologi menjadi hal penting untuk memastikan bahwa negara tetap memiliki kontrol penuh terhadap sistem teknologi dan keamanan informasi dan tentunya terhadap informasi dan data warga negara termasuk institusi didalamnya.

Skandal suap perusahaan ERP kelas dunia Jerman SAP yang pertama kali diungkap pada pengadilan Amerika Serikat, dan menyeret Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (kini bernama Bakti Kominfo), dapat menjadi contoh betapa mengerikannya persaingan bisnis tingkat dunia sehingga terjadi perilaku bermoral rendah seperti itu terjadi, dan ternyata juga dilakukan oleh perusahaan global kelas dunia sekelas SAP.

Kasus tersebut terungkap baru-baru ini berdasarkan berita resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat yang menyatakan adanya dokumen pengadilan terhadap SAP yang dituntut untuk membayar lebih dari USD 220 juta atau setara Rp 3,4 triliun dalam bentuk denda maupun administrasi.

Menyikapi peristiwa tersebut, alangkah baiknya jika kita sendiri memiliki penguasaan yang mumpuni terhadap teknologi informasi berikut implementasinya sehingga kita tidak lagi hanya menjadi “korban” persaingan bisnis global, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

“Kemandirian kita dalam mengadopsi teknologi informasi adalah hak mutlak agar kita benar-benar memiliki kedaulatan, tidak lagi menjadi pelanduk yang terantuk-antuk di tengah persaingan dua gajah”, kata pakar teknologi dan keamanan Julyanto Sutandang merespons isu ini ditulis Rabu (31/1/2024).

Menurut pria yang menjabat sebagai CEO dari PT Equnix Business Solutions ini, setidaknya ada lima alasan mengapa kemandirian dalam mengadopsi teknologi dapat meningkatkan hal dibawah ini:

1. Ketahanan ekonomi
Dengan kemampuan sendiri kita berusaha mengisi kebutuhan pasar domestik, sehingga pengguna akan selalu punya opsi dan harga yang lebih bersaing tidak harus tergantung pada solusi dari luar.

2. Ketahanan dan Keamanan Nasional
Dengan penggunaan sumber daya lokal menguasai teknologi secara mandiri sehingga tidak ada potensi sabotase maupun embargo yang dapat mengganggu pelaksanaan ketahanan dan keamanan secara mandiri.

3. Kedaulatan
Sumber daya yang diciptakan (solusi yang berasal dari sumber daya teknologi informasi, menjadi bentuk sumber daya lainnya) tidak memiliki ketergantungan teknis maupun legal terhadap pihak asing sehingga kontrol dapat dilakukan sepenuhnya,

4. Ketersediaan sumber daya lokal
Sumber daya terpenting bagi sebuah negara adalah sumber daya manusia (SDM). Sebuah negara dapat berdiri dengan baik jika dan hanya jika SDM-nya berkualitas sehingga dapat menyokong tiang utama bangunan negara yang mandiri dan merdeka. Jika teknologi tidak dapat dikuasai secara mandiri, akan sangat besar kemungkinan terjadi aliran SDM yang berkualitas keluar untuk mencari kesempatan aktualisasi diri yang baik.

5. Kreativitas dan Inovasi
Dengan terbukanya pasar untuk pemanfaatan sumber daya lokal, maka kreativitas akan mendapatkan ruang untuk berkembang. Kreativitas yang berkembang dengan baik, pada suatu titik akan mengembangkan inovasi, akan muncul banyak penemuan dan menghasilkan kreatifitas yang lainnya lagi demikian seterusnya.

Menuju Kemandirian Penguasaan Teknologi

Salah satu upaya menuju kemandirian penguasaan teknologi adalah dengan memanfaatkan solusi IT berbasis Open Source. Platform Open Source sejak lama digadang-gadang sebagai platform masa depan karena menawarkan efisiensi, kemandirian, kemerdekaan serta kedaulatan dalam mengadopsi teknologi.

Dan saat ini adalah masa depan yang dimaksud, dunia modern kita saat ini praktis menggunakan sebagian besar perangkat lunak yang berasal dari Open Source. Dari mulai sistem operasi Linux, database relational PostgreSQL, dan masih banyak lagi yang umumnya secara tidak kita sadari sudah kita gunakan sejak lama.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Usai Suap BAKTI Kominfo, SAP Kini PHK 8.000 Orang

Usai Suap BAKTI Kominfo, SAP Kini PHK 8.000 Orang

Tekno | Rabu, 24 Januari 2024 | 17:19 WIB

Dikonfirmasi soal Suap Eks Bupati Kukar ke Eks Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Irit Bicara Tinggalkan KPK

Dikonfirmasi soal Suap Eks Bupati Kukar ke Eks Penyidik KPK, Azis Syamsuddin Irit Bicara Tinggalkan KPK

News | Selasa, 23 Januari 2024 | 20:31 WIB

Kementerian BUMN Akan Serahkan Perusahaan yang Tersangkut Kasus SUAP SAP ke Kejagung

Kementerian BUMN Akan Serahkan Perusahaan yang Tersangkut Kasus SUAP SAP ke Kejagung

Tekno | Senin, 22 Januari 2024 | 22:29 WIB

Terkini

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:20 WIB

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Ada Pejabat Baru di Lingkungan Kementerian ESDM, Ini Daftarnya

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:08 WIB

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Pengamat Ingatkan Efek Pelemahan Rupiah Bikin APBN Berdarah-darah

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 19:00 WIB

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bahlil Fokus Ganti LPG 3 Kg ke CNG, Berapa Harga Jualnya?

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:52 WIB

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Dirikan Learning Center di Fakultas Pertanian UGM, Wujud Kepedulian BRI terhadap Pendidikan

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:49 WIB

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Rupiah Turun Terus, Purbaya Siapkan Dana Stabilisasi Obligasi

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 18:20 WIB

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Pengamat: Aturan Soal Migas Jadi Biang Kerok Rupiah Terus Jeblok

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:47 WIB

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Tak Perlu Pusing, Belanja di China Bisa Bayar Pakai GoPay

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:42 WIB

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Purbaya Janjikan Kredit Bunga Rendah ke Industri Tekstil, Maksimal 6 Persen

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:32 WIB

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

IHSG Masih Gagah Menguat, Betah di Level 7.000

Bisnis | Rabu, 06 Mei 2026 | 17:19 WIB