Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Sistem 4 Hari Kerja Bisa Bikin Pasar Saham Kebakaran

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 12 Februari 2024 | 18:52 WIB
Sistem 4 Hari Kerja Bisa Bikin Pasar Saham Kebakaran
Ilustrasi

Suara.com - Irvan Susandy, selaku Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa di Bursa Efek Indonesia (BEI)menyebut, penerapan sistem kerja empat hari dalam seminggu dapat melemahkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Hal ini disebabkan karena belum banyak negara yang menerapkan sistem tersebut.

Menurutnya, jika Indonesia libur sementara bursa lain tetap buka, dan terjadi penurunan global saat libur di Indonesia, maka saat bursa Indonesia buka, kemungkinan penurunan langsung dapat terjadi.

Jika sistem tersebut diterapkan di Indonesia, Irvan menilai akan terjadi penyesuaian terkait perkembangan informasi dan perdagangan antara BEI dengan negara-negara lain yang masih menerapkan lima hari kerja dalam seminggu.

“Kalau negara lain punya lima hari kerja/ perdagangan, sementara Indonesia hanya punya empat hari, akan ada waktu penyesuaian perkembangan informasi dan trading di negara-negara besar terhadap negara kita,” ujar Irvan, dikutip dari Antara.

Meski demikian, ia menegaskan, perlu kajian mendalam terlebih dahulu terkait seberapa besar dampaknya terhadap perdagangan di pasar modal Indonesia, apabila sistem empat hari kerja dalam sepekan itu diterapkan.

“Kalau dampaknya terhadap trading harus dikaji dulu, biar bisa ketahuan seberapa besar pengaruhnya,” ujar Irvan.

Sebelumnya, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengusulkan kepada pemerintah untuk menerapkan sistem kerja empat hari dalam tujuh hari atau sepekan, seperti yang dilakukan oleh Jerman.

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyebut penerapan sistem tersebut sebagai upaya untuk membuat tenaga kerja di Indonesia lebih produktif dan bahagia.

Jerman telah memulai percobaan masa kerja empat hari dalam seminggu untuk 45 perusahaan. Dalam percobaan ini, upah para pekerja tetap tidak berubah meskipun jumlah hari kerja berkurang.

Beberapa perusahaan di berbagai negara, termasuk Belgia, Belanda, Denmark, Australia, dan Jepang dari Asia, juga telah mulai menerapkan sistem kerja empat hari dalam seminggu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Produsen Alat Rumah Tangga dan Mainan Ini Resmi IPO, Laba Bersih Naik 458%

Produsen Alat Rumah Tangga dan Mainan Ini Resmi IPO, Laba Bersih Naik 458%

Bisnis | Senin, 12 Februari 2024 | 18:47 WIB

Jelang Nyoblos, Asing Tebar Duit Berburu Saham RI

Jelang Nyoblos, Asing Tebar Duit Berburu Saham RI

Bisnis | Senin, 12 Februari 2024 | 18:06 WIB

Potensi Rusuh Pemilu Bikin Perusahaan Ogah IPO? Begini Kata Analis

Potensi Rusuh Pemilu Bikin Perusahaan Ogah IPO? Begini Kata Analis

Bisnis | Senin, 12 Februari 2024 | 12:46 WIB

Diisukan Gabung Sama Grab, Saham GOTO Langsung Menghijau

Diisukan Gabung Sama Grab, Saham GOTO Langsung Menghijau

Bisnis | Senin, 12 Februari 2024 | 12:26 WIB

Melantai Bursa, Emiten Desain Kontruksi Ini Serok Rp49,44 Miliar Dana IPO

Melantai Bursa, Emiten Desain Kontruksi Ini Serok Rp49,44 Miliar Dana IPO

Bisnis | Senin, 12 Februari 2024 | 12:19 WIB

Utang Emiten Petrindo Jaya Bakal Bengkak 1.739 Persen Usai Akuisisi Petrosea

Utang Emiten Petrindo Jaya Bakal Bengkak 1.739 Persen Usai Akuisisi Petrosea

Bisnis | Jum'at, 09 Februari 2024 | 17:17 WIB

Terkini

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Purbaya Siapkan Program Stimulus di Q2 2026, Incar Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:47 WIB

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Duit Negara 'Ludes' Rp34 Triliun dalam Sebulan! Bank Indonesia Akhirnya Buka Suara!

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:22 WIB

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Sektor F&B Jadi Tulang Punggung Manufaktur, Intip Peluangnya di CBE 2026

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:11 WIB

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

OJK Blokir Rp614,3 Miliar Dana Penipuan, Ratusan Ribu Rekening Terdeteksi Ilegal

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:51 WIB

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Antisipasi Karhutla, APP Group Kedepankan Deteksi Dini dan Kolaborasi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:35 WIB

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Harga Pangan Hari Ini : Cabai dan Bawang Merah Kompak Naik, Beras - Minyak Goreng Justru Turun

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:31 WIB

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Harga Minyak Melonjak Usai Kontak Senjata AS-Iran di Selat Hormuz

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:22 WIB

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Dari Pulau Obi untuk Literasi: Rumah Belajar Harita Nickel Tumbuhkan Minat Baca Anak

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:15 WIB

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Tutup Pabrik, Krakatau Osaka Steel Apakah Sama dengan Krakatau Steel?

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 10:03 WIB

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Kurs Rupiah Melemah ke Rp17.366 per Dolar AS, Dipicu Konflik AS-Iran dan Penguatan Dolar

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:53 WIB