Ekonomi Jepang Terjungkal ke Jurang Resesi, Akankah Bangkit Kembali?

Achmad Fauzi

Kamis, 15 Februari 2024 | 15:12 WIB
Ekonomi Jepang Terjungkal ke Jurang Resesi, Akankah Bangkit Kembali?
Ilustrasi Jepang. [Sofia Terzoni/Pixabay]

Suara.com - Ekonomi Jepang tengah dilanda badai kepanjangan. Pasalnya, ekonomi negeri sakura itu alami penurunan selama dua kuartal berturut-turut yang membuat Jepang bisa alami resesi.

Seperti dilansir dari Reuters, tercatat produk domestik bruto (PDB) pada Oktober-Desember 2023 alami penurun 0,4 persen. Penurunan ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada kuartal sebelumnya juga turun drastis 3,3 persen.

Dengan masuknya masa resesi ini membuat Jepang bisa digantikan Jerman sebagai negara dengan perekonomian terbesar ketiga di dunia.

"Ada risiko ekonomi akan menyusut lagi pada kuartal Januari-Maret karena melambatnya pertumbuhan global, lemahnya permintaan domestik dan dampak gempa Tahun Baru di Jepang bagian barat," kata Kepala Ekonom di Credit Agricole, Takuji Aida seperti yang dikutip, Kamis (15/2/2024).

"BoJ mungkin terpaksa menurunkan tajam perkiraan PDB-nya untuk tahun 2023 dan 2024," sambung dia.

Imbas pereknonomian yang turun tersebut, membuat mata uang Jepang Yen juga ikut alami perubahan di level 150,42 per 1 dolar AS. Level itu mendekati level terendahnya selama tiga bulan.

Lemahnya permintaan domestik menjadi biang keladi utama. Selain itu, konsumsi swasta yang menyumbang lebih dari separuh aktivitas ekonomi pun turun 0,2%.

Bank Sentral Jepang (BoJ) dihadapkan pada dilema. Di satu sisi, mereka ingin mengakhiri kebijakan suku bunga negatif dan stimulus moneter besar-besaran.

Di sisi lain, resesi yang melanda membuat mereka harus berhati-hati dalam mengambil langkah.

baca juga

BoJ kemungkinan akan memperlambat pengetatan kebijakannya di tengah risiko resesi yang masih mengintai.

Meskipun begitu, beberapa analis melihat peluang BoJ untuk keluar dari kebijakan ultra-longgar lebih awal, didorong oleh pasar tenaga kerja yang ketat dan rencana belanja perusahaan yang kuat.

"Meskipun kontraksi PDB yang kedua berturut-turut pada kuartal keempat menunjukkan bahwa perekonomian Jepang kini berada dalam resesi, survei bisnis dan pasar tenaga kerja memberikan gambaran yang berbeda. Bagaimanapun, pertumbuhan diperkirakan akan tetap lamban tahun ini karena tingkat tabungan rumah tangga telah berubah menjadi negatif," kepala Asia-Pasifik di Capital Economics, kata Marcel Thieliant.

"BoJ berargumen bahwa konsumsi swasta 'terus meningkat secara moderat' dan kami menduga BOJ akan terus memberikan nada optimis pada pertemuan mendatang di bulan Maret," tambah dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harmoni Politik, Rupiah Menguat: Pemilu Damai Bisa Bikin Ekonomi Menguat

Harmoni Politik, Rupiah Menguat: Pemilu Damai Bisa Bikin Ekonomi Menguat

Bisnis | Kamis, 15 Februari 2024 | 10:57 WIB

Wabendum BPD Hipmi Jabar Muhammad Reza Alkhawarismi Fokus Terhadap Masalah Ekonomi dan Generasi Muda

Wabendum BPD Hipmi Jabar Muhammad Reza Alkhawarismi Fokus Terhadap Masalah Ekonomi dan Generasi Muda

Bisnis | Selasa, 13 Februari 2024 | 17:29 WIB

Kronologi Persaingan Jepang, Korea Selatan dan China dalam Proyek KRL Indonesia

Kronologi Persaingan Jepang, Korea Selatan dan China dalam Proyek KRL Indonesia

Bisnis | Kamis, 08 Februari 2024 | 15:31 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×