Kronologi Persaingan Jepang, Korea Selatan dan China dalam Proyek KRL Indonesia

M Nurhadi

Kamis, 08 Februari 2024 | 15:31 WIB
Kronologi Persaingan Jepang, Korea Selatan dan China dalam Proyek KRL Indonesia
Kepadatan calon penumpang menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) saat jam pulang kerja Di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter mengumumkan bahwa tiga negara bersaing untuk menyediakan Kereta Rel Listrik (KRL) ke Indonesia, yaitu China, Jepang, dan Korea Selatan (Korsel). Namun, KRL dari China akhirnya terpilih.

Corporate Secretary KCI, Anne Purba menegaskan, sebelum menerima proposal pengadaan KRL dari perusahaan China CRRC Sifang Co Ltd,KCI juga mendapatkan penawaran dari perusahaan Jepang J-TREC, serta dua perusahaan dari Korsel, Wojin dan Dawonsys. 

"Kami dapat merekomendasikan beberapa opsi setelah melakukan pengkajian di perusahaan kami," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Pusat KCI, Jakarta, pada Selasa (6/2/2024).

Awalnya, KCI berencana mengimpor KRL bekas dari Jepang, tetapi rencana tersebut dibatalkan karena tidak mendapat restu dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sebagai gantinya, KCI harus mengimpor KRL baru.

KCI berkomunikasi dengan berbagai penyedia dan produsen dari beberapa negara produsen untuk pengadaan KRL baru.

Proposal pertama datang dari J-TREC, produsen KRL Jepang yang seluruh sahamnya dimiliki oleh JR-East. Namun, ada perubahan biaya dalam proses, dari proposal yang diajukan J-TREC pada Juni 2023 hingga Oktober 2023.

Menurut Proposal Harga JR East tanggal 30 Juni 2023 yang dibagikan oleh Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha PT KAI John Robertho dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen pada Selasa (19/9/2023), harga 3 KRL baru dari pabrikan Jepang senilai Rp 676,8 miliar (asumsi kurs Rp 104,44 per yen).

Namun, pada Oktober 2023, terjadi perubahan rekomendasi teknis dan pembiayaan yang diajukan oleh J-TREC menjadi lebih tinggi dari proposal sebelumnya pada Juni 2023. Anne tidak menjelaskan berapa perubahan biaya yang diajukan oleh J-TREC.

"Tetapi pada Oktober (2023), proposal yang kami terima dari Jepang mengalami kenaikan. Sehingga perlu ada perbandingan dengan yang lain, yaitu Wojin dan Dawonsys, serta CRRC Sifang," katanya.

baca juga

Setelah mempertimbangkan proposal dari keempat perusahaan tersebut, KCI memutuskan untuk memesan KRL baru dari CRRC Sifang.

KCI telah menandatangani kontrak dengan CRRC Sifang untuk pengadaan tiga rangkaian KRL baru senilai Rp783 miliar pada 31 Januari 2024. Tiga KRL yang akan diimpor dari China itu adalah seri KCI-SFC120-V.

Anne menyebutkan bahwa dari segi harga, CRRC Sifang lebih kompetitif dibandingkan dengan negara lainnya, termasuk dua perusahaan asal Korea Selatan. Namun, dia tidak menjelaskan biaya KRL baru yang ditawarkan oleh Wojin dan Dawonsys.

Selain masalah biaya, KCI memilih untuk memesan KRL baru dari China karena spesifikasi teknisnya yang paling sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Spesifikasi ini merujuk pada yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.

"Ada spesifikasi teknis dari CRRC yang sangat cocok dengan kebutuhan kami. Perusahaan tersebut benar-benar memproduksi sesuai dengan kebutuhan kami. Sedangkan perusahaan dari Korea Selatan, sebagian besar masih menggunakan aluminium, sementara kami sudah menggunakan stainless steel," jelas Anne.

Spesifikasi lain yang dipertimbangkan adalah ruang bebas, prasarana, ukuran rel, dan kualitas AC. Semua spesifikasi tersebut dapat dipenuhi oleh produsen China.

Selain itu, menurut Anne, CRRC Sifang juga dapat memenuhi persyaratan waktu pengiriman agar kereta dapat digunakan tepat waktu sehingga kebutuhan pengguna KRL dapat terpenuhi dengan baik.

Menurut dia, ketepatan waktu pengiriman merupakan hal penting dalam memenuhi sarana KRL. Sehingga, ia dan tim harus memastikan bahwa peremajaan bisa dilakukan tanpa mengganggu operasional dengan waktu yang lama.

Dalam kerja sama antara KAI Commuter dan CRRC Sifang, kata dia, juga disepakati adanya transfer pengetahuan untuk operasional di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Dicurigai Mata-mata dari China, Merpati Ditahan 8 Bulan Dibebaskan Polisi India

Sempat Dicurigai Mata-mata dari China, Merpati Ditahan 8 Bulan Dibebaskan Polisi India

News | Kamis, 08 Februari 2024 | 15:17 WIB

Pasar Korea Keras, Tesla Cuma Laku Sebiji di Januari 2024

Pasar Korea Keras, Tesla Cuma Laku Sebiji di Januari 2024

Otomotif | Kamis, 08 Februari 2024 | 14:16 WIB

Suwon FC Gagal Kalahkan Timnas Indonesia U-20, Fans Kebingungan

Suwon FC Gagal Kalahkan Timnas Indonesia U-20, Fans Kebingungan

Bola | Kamis, 08 Februari 2024 | 13:45 WIB

Review Film 'Recalled', Mengungkap Misteri dari Hilangnya Ingatan

Review Film 'Recalled', Mengungkap Misteri dari Hilangnya Ingatan

Your Say | Kamis, 08 Februari 2024 | 12:59 WIB

Heartwarming, Ini 5 Judul Novel Karya Penulis Jepang yang Menghangatkan

Heartwarming, Ini 5 Judul Novel Karya Penulis Jepang yang Menghangatkan

Your Say | Kamis, 08 Februari 2024 | 14:35 WIB

Superioritas Yordania di Piala Asia 2023 Bisa Jadi Pelajaran Buat Timnas Indonesia, Apa Itu?

Superioritas Yordania di Piala Asia 2023 Bisa Jadi Pelajaran Buat Timnas Indonesia, Apa Itu?

Bola | Kamis, 08 Februari 2024 | 11:10 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×