Mobil Listrik Sepi Peminat, Perusahaan PHK Massal Karyawan

M Nurhadi

Jum'at, 23 Februari 2024 | 17:09 WIB
Mobil Listrik Sepi Peminat, Perusahaan PHK Massal Karyawan
Salah satu produk Rivian Automotive di kategori truck [Rivian Automotive via ANTARA News].

Suara.com - Produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Rivian, berencana untuk melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK massal terhadap 10 persen dari total karyawan mereka.

Hal ini dilakukan seiring langkah perusahaan yang menghadapi potensi kendaraan listrik yang terus turun tahun 2024.

Keputusan untuk melakukan PHK ini dipengaruhi oleh kurangnya permintaan akan kendaraan listrik, yang sebagian besar disebabkan oleh tingginya suku bunga.

CEO Rivian, RJ Scaringe, menyatakan bahwa perusahaan menghadapi berbagai tantangan di tingkat makro, di mana konsumen menjadi lebih sadar akan perilaku mereka.

Dikutip dari Reuters, Rivian kemungkinan hanya mampu memproduksi sebanyak 57 ribu kendaraan pada tahun ini, yang jauh di bawah perkiraan analis sebelumnya sebanyak 81.700 unit. 

Penurunan produksi ini menimbulkan dampak signifikan terhadap nilai saham Rivian yang turun sekitar 16 persen setelah pengumuman tersebut.

Selain itu, kas perusahaan juga mengalami penurunan menjadi US$7,86 miliar pada kuartal terakhir tahun lalu, dibandingkan dengan US$7,94 miliar pada kuartal sebelumnya.

Rivian juga mencatatkan kerugian pada setiap kendaraan yang berhasil mereka jual, dengan mencatat kerugian bersih sebesar US$1,52 miliar pada kuartal terakhir tahun lalu. Meskipun jumlah ini sedikit menurun dari kerugian pada tahun sebelumnya sebesar US$1,72 miliar, namun tetap menjadi beban bagi perusahaan.

Tidak hanya Rivian, Lucid Group (LCID.O) juga menghadapi proyeksi produksi kendaraan tahunan yang jauh di bawah perkiraan. Permintaan kendaraan listrik diperkirakan akan melambat karena beban suku bunga yang tinggi bagi konsumen.

baca juga

Perusahaan memperkirakan akan memproduksi sebanyak 9.000 unit kendaraan sepanjang tahun 2024, turun dari perkiraan sebelumnya sebanyak 22.594 unit. Sementara pada tahun lalu, Lucid Group hanya berhasil memproduksi 8.428 unit kendaraan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perusahaan Media Penerima Pulitzer dan Emmy Awards PHK Massal Karyawan

Perusahaan Media Penerima Pulitzer dan Emmy Awards PHK Massal Karyawan

Bisnis | Jum'at, 23 Februari 2024 | 14:15 WIB

Vice Media Makin Suram, Hentikan Konten Hingga Mau PHK Ratusan Karyawan

Vice Media Makin Suram, Hentikan Konten Hingga Mau PHK Ratusan Karyawan

Bisnis | Jum'at, 23 Februari 2024 | 10:37 WIB

Indonesia Disebut Jadi Target Ford dan VW di Masa Depan, Ini Sebabnya

Indonesia Disebut Jadi Target Ford dan VW di Masa Depan, Ini Sebabnya

Otomotif | Jum'at, 23 Februari 2024 | 08:29 WIB

Tak Cuma Sedan, Afeela Juga Ingin Luncurkan SUV?

Tak Cuma Sedan, Afeela Juga Ingin Luncurkan SUV?

Otomotif | Kamis, 22 Februari 2024 | 17:37 WIB

Bridgestone Bawa Jajaran Produk Andalan di IIMS 2024, Ada Ban Mobil Listrik

Bridgestone Bawa Jajaran Produk Andalan di IIMS 2024, Ada Ban Mobil Listrik

Otomotif | Kamis, 22 Februari 2024 | 14:20 WIB

Vinfast Akan Pasok 600 Mobil Listrik untuk Tiga Perusahaan Indonesia

Vinfast Akan Pasok 600 Mobil Listrik untuk Tiga Perusahaan Indonesia

Otomotif | Kamis, 22 Februari 2024 | 12:36 WIB

Terkini

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Siswa SD Tewas Tersedak Kelengkeng MBG, Kenapa Juknis Buah Belum Spesifik?

Sumsel | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

5 Tapol Diintimidasi Jelang Upaya Praperadilan, Setapol Minta Komnas HAM Turun Tangan

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:12 WIB

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

Erdogan di Sidang Umum PBB: Gaza Adalah Kuburan Terbesar bagi Anak-anak, Israel Negara Teroris

News | Rabu, 23 September 2026 | 22:00 WIB

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Wushu Indonesia Tambah 3 Perunggu di Asian Games 2026, Target Final Gagal Tercapai

Sport | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Eliano Reijnders: Persib Sudah Move On dari Kekalahan Persija, Kami Bangkit

Bola | Rabu, 23 September 2026 | 21:59 WIB

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

Soal MBG, Sosiolog Nilai Rakyat Sengaja Diadu di Isu Marjinal agar Akar Masalah Tak Tersentuh

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:52 WIB

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

PT KEL Ditertibkan Satgas PKH, Kuasa Hukum Minta Prabowo Evaluasi

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:40 WIB

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

4 Rekomendasi Tablet untuk Kerja di Bawah Rp5 Juta, Memori Luas RAM Besar

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 21:34 WIB

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

Satgas PKH Masuk, Alat Berat Berdatangan: Kuasa Hukum PT KEL Pertanyakan Penguasaan Tambang

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:32 WIB

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

Pendidikan Gratis di PTN Makin Serius Dikaji, Prabowo Bentuk Tim Khusus

News | Rabu, 23 September 2026 | 21:26 WIB

×