Penyebab Toshiba Bangkrut dan Didepak dari Bursa Saham Jepang

M Nurhadi

Minggu, 25 Februari 2024 | 20:52 WIB
Penyebab Toshiba Bangkrut dan Didepak dari Bursa Saham Jepang
Ilustrasi Toshiba (Istimewa)

Suara.com - Sebelum Toshiba dinyatakan bangkrut, perusahaan Jepang itu sempat menduduki era kejayaannya. Diketahui, Toshiba pernah terdaftar dalam Bursa Efek Tokyo selama kurang lebih 74 tahun. Bahkan, perusahaan raksasa itu juga pernah masuk dalam indeks Nikkei. 

Hampir setiap generasi pasti sudah tak asing dengan merek raksasa elektronik ini. Mulai dari televisi, komputer, laptop hingga speaker buatan perusahaan yang berdiri sejak 1875 tersebut mengisi rumah, sekolah hingga perkantoran. Akan tetapi, tampaknya generasi selanjutnya tak bisa lagi menggunakan produk terbaru Toshiba karena sudah bangkrut. 

Lalu apa sih penyebab Toshiba bangkrut hingga dikabrakan hengkang dari bursa hasam? Simak selengkapnya dalam uraian berikut. 

Penyebab Toshiba Bangkrut 

Mengutip dari situs web BBC, yang dirilis pada 20 Desember 2023, awal kebangkrutan Toshiba dimulai saat terungkapnya malapraktik akuntansi di beberapa divisi pada tahun 2015 lalu. Skandal itu pun turut menyeret sejumlah nama besar pejabat teras perusahaan. 

Bahkan menurut laporan, Toshiba telah melebih-lebihkan nilai keuntungan mencapai $1,59 miliar (£1,25 miliar) kurang lebih selama tujuh tahun. Dari situ kemudian, ditemukan ketidakcocokan akuntansi di perusahaan sekitar tahun 2020. 

Adapun dugaan lainnya yang menyebabkan jatuhnya perusahaan raksasa asal Jepang ini adalah terkait tata kelola dan cara pengambilan keputusan oleh para pemegang saham. Pada tahun 2020 lantas dilakukan investigasi. 

Hasilnya, Toshiba diduga kuat telaj berkolusi dengan Kementerian Perdagangan Jepang. Disebutkan jika Kementerian itu telah memanfaatkan Toshiba sebagai aset yang strategis negara untuk menekan berbagai kepentingan investor asing. Jauh sebelum itu, Toshiba juga pernah berselisih pendapat dengan perusahaan asal Amerika Serikat, bernama Westinghouse Electric, pada 2016. 

Dari kejadian itu, Toshiba pun sempat berjanji akan menyelesaikan pembelian senilai miliaran dolar terkait pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir oleh koleganha itu. Akan tetapi pada akhirnya, Westinghouse Electric memutuskan untuk mengajukan kebangkrutan. Dampaknya, Toshiba pun harus menghadapi kejatuhan nuklir dan harus kehilangan lebih dari $6 miliar. 

baca juga

Demi menstabilkan keuangannya, mereka pun menjual sejumlah lini bisnis. Di antaranya yaitu sistem media, ponsel hingga barang elektronik lainnya. Bahkan, Unit chip Toshiba Memory pun juga terpaksa mereka jual. 

Dengan kondisi tersebut, Toshiba akhirnya mendapatkan modal sebwsar $5,4 miliar pada tahun 2017. Uang tunai senilai miliaran ini didapatkan dari investor luar negeri. Akibatnya, beberapa pemegang saham mendapatkan suara yang lebih besar untuk bisa menentukan kebijakan dari perusahaan. 

Konflik yang terjadi di lingkup internal itu lantas menyebabkan perjalanan perusahaan terhambat. Seiring dengan itu, muncul sebuah opsi untuk memecah Toshiba menjadi sejumlah perusahaan kecil. 

Mereka pun memutuskan untuk memilih proposal pembelian yang disepakati dengan Japan Industrial Partners (JIP) pada Juni 2022 lalu. JIP kemudian menguasai sebesar 78,65% saham peeusahaan. Adanya upaya konglomerasi tersebut mendapatkan dukungan dari pemerintah setempat dan menghabiskan biaya hingha sebesar $14 miliar. 

Diketahui, Toshiba telah beroperasi di Bursa Saham Tokyo sudah selama 74 tahun terakhir. Saham mereka pun mulai dijual belikan pafa bulan Mei 1949 usai Jepang berupaya dengan keras untuk keluar dari kehancuran usai terdampak Perang Dunia II. 

Dihapus Bursa Saham Tokyo Sejak 2023 

Melansir dari pemberitaan Reuters, pada Rabu, 20 Desember 2023 lalu, Toshiba secara resmi dihapus dari Bursa Saham Tokyo di hari itu juga. Alasannya yaitu telah terjadi pergolakan dan skandal yang ada di lingkup internal perusahaan. 

Hal ini pun berdampak terhadap antusias pembelian saham disertai dengan masa depan Toshiba yang semakin tidak jelas. Masih melansir sumber yang sama, Toshiba pada akhirnya dibeli oleh salah satu investor domestik yang dipimpin Japan Industrial Partners (JIP). 

JIP sendiri merupakan sebuah perusahaan ekuitas swasta asal Jepang. Di dalamnya termasuk ada Chubu Electric Power (perusahaan utilitas), Orix (perusahaan jasa keuangan), dan juga Rohm (produsen chip). Menurut kabar yang beredar, Toshiba dijual dengan harga $14 miliar.  

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Saham Top Losers Pekan Ini, Ada Emiten Milik Hary Tanoe

5 Saham Top Losers Pekan Ini, Ada Emiten Milik Hary Tanoe

Bisnis | Minggu, 25 Februari 2024 | 17:10 WIB

Kisah Ronald Read: Lulusan SMA, Tukang Cuci Piring Tapi Punya Ratusan Miliar Karena Saham

Kisah Ronald Read: Lulusan SMA, Tukang Cuci Piring Tapi Punya Ratusan Miliar Karena Saham

Bisnis | Kamis, 22 Februari 2024 | 17:58 WIB

Intip Gurita Bisnis Titiek Soeharto, Putri Cendana yang Tajir Melintir

Intip Gurita Bisnis Titiek Soeharto, Putri Cendana yang Tajir Melintir

Bisnis | Rabu, 21 Februari 2024 | 16:01 WIB

Sebelum Pilpres, OJK Temukan Puluhan Transaksi Saham Gorengan

Sebelum Pilpres, OJK Temukan Puluhan Transaksi Saham Gorengan

Bisnis | Rabu, 21 Februari 2024 | 14:33 WIB

Saham Keluarga Prabowo WIRG Masih Terbang Pasca Menang Quick Count Pilpres

Saham Keluarga Prabowo WIRG Masih Terbang Pasca Menang Quick Count Pilpres

Bisnis | Selasa, 20 Februari 2024 | 17:41 WIB

Tren Pasar Saham Hingga Asuransi Bergerak Positif saat Momen Pemilu

Tren Pasar Saham Hingga Asuransi Bergerak Positif saat Momen Pemilu

Bisnis | Selasa, 20 Februari 2024 | 16:55 WIB

Terkini

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Pendapatan Barito Pacific Melonjak 56%, Laba Bersih Tembus US$616 Juta

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:09 WIB

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Floral, Fruity, atau Woody? Kenali Karakter Aroma Sebelum Memilih Parfum

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:08 WIB

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

Cegah Balap Liar! JLNT Antasari Ditutup Tiap Akhir Pekan Mulai 14 November

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×