Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa Makin Tumbuh dengan Program BRI Klasterku Hidupku

Fabiola Febrinastri | Iman Firmansyah | Suara.com

Rabu, 28 Februari 2024 | 14:33 WIB
Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa Makin Tumbuh dengan Program BRI Klasterku Hidupku
Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa. (Dok: BRI)

Suara.com - Mengembangkan potensi usaha di suatu wilayah bisa menjadi salah satu jalan untuk mendorong masyarakat dan wilayah tersebut semakin maju. Bahkan, produk unik yang diciptakan bisa menjadi ikon bagi daerah tersebut.

Hal inilah yang dilakukan oleh masyarakat di Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Sudah sejak lama masyarakat di daerah tersebut dikenal dengan profesinya sebagai penenun. Tenun yang dihasilkan berbeda, mereka memiliki ciri khas "Tumpal" di setiap kainnya.

Kurnia merupakan sosok di balik layar klaster usaha Tenun yang dikembangkan oleh masyarakat setempat. Sebagai ketua klaster, Kurnia bertekad untuk selalu membawa klaster kelompok usahanya agar terus bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dia bercerita tentang bagaimana awalnya ide inovatif itu muncul yang menjadi kekuatan utama klaster usahanya tersebut. Pada awalnya, ia hanya ingin melestarikan keterampilan menenun yang dimilikinya sekaligus melestarikan sesuatu yang ada di Sambas.

"Saya datang ke kampung tenun ini tahun 1999, di situlah saya memulai usaha dengan adanya keterampilan yang saya punya di Kota Pontianak ini sekaligus melestarikan yang ada di Sambas. Ciri khas songket Sambas ciri khasnya itu ada pucuk rebung di tengah kain ‘Tumpal’ namanya. Tumpal kain itu setiap kain songket Sambas itu mempunyai Tumpal di setiap kainnya," tutur Kurnia.

Tumpal yang terdapat di kain songket khas Gang Sambas melalui banyak tahapan. Dari mulai menghitung benang (menghitung seluruh gulungan benang yang nantinya akan dipergunakan untuk menenun), menghani (melerai tiap benang dan menggabungkannya menjadi satu), menatar (menggulung benang yang sudah di hani sebelumnya pada sebuah papan), dan menghubung (menyambung tiap intaian benang ke alat tenun).

"Kalau bahasa Indonesia menyambung, jadi prosesnya itu bukan hanya menenun dari menghubungkan itu baru bikin motif, dari bikin motif itu barulah proses menenun. Sampai akhirnya ada di proses pemotifan (membuat motif di atas alat tenun dengan pola motif yang ingin dibuat). Setelah itu barulah di tahap menenun (kegiatan menenun tiap-tiap benang menjadi satu lembar kain tenun)," urainya.

Awalnya, pembuatan kain tenun ini dilakukan sendiri-sendiri oleh masyarakat setempat. Namun, seiring berjalannya waktu Kurnia mengajak mereka untuk berkelompok mengingat adanya kendala permodalan dalam usaha yang ditekuninya.

Seiring berjalannya waktu, klaster usaha Tenun tersebut juga memberikan dampak positif untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Anggota Klaster Tenun, Yuliana mengatakan, awalnya dia pernah tahu bagaimana caranya menenun hingga akhirnya diajak oleh Kurnia.

"Diajak Bu Kurnia belajar alhamdulillah sampai sekarang bisa tenun jadi bagian anggota Klaster. Ibu kurnia itu orangnya baik, mau mengajak masyarakat di sini untuk belajar khususnya ibu-ibu untuk belajar nenun biar punya penghasilan dan punya keterampilan," ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh anggota klaster lainnya, Sari. Sebelumnya, dia mengaku tidak pernah menjual kain tenun karena dia hanyalah buruh upah. "Tapi waktu pindah ke sini baru dapat bantuan alat tenun baru saya  jual ke Ibu Kurnia," jelasnya.

Kurnia dan ibu-ibu pengrajin tenun lain semakin yakin untuk mengembangkan usahanya setelah mendapat kucuran dana dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. Penerima KUR BRI juga diberikan pendampingan usaha dan pelatihan antara lain berupa strategi berjualan, memasarkan produk, hingga bagaimana memperluas pasar.

Tak hanya itu, BRI juga memberikan bantuan dalam bentuk peralatan untuk memudahkan nasabahnya dalam menjalankan bisnis. Bantuan yang diberikan tergantung dari kebutuhan nasabahnya. Khusus klaster tenun, BRI memberikan dukungan berupa peralatan tenun lengkap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Link Live Streaming Persik Kediri vs Barito Putera, Liga 1 28 Februari

Link Live Streaming Persik Kediri vs Barito Putera, Liga 1 28 Februari

Bola | Rabu, 28 Februari 2024 | 14:12 WIB

Profil Alex Martins, Striker Jebolan Liga China yang Hattrick ke Gawang RANS Nusantara FC

Profil Alex Martins, Striker Jebolan Liga China yang Hattrick ke Gawang RANS Nusantara FC

Bola | Rabu, 28 Februari 2024 | 11:36 WIB

Jamu Barito Putera, Persik Kediri Minus Dua Penggawa Penting

Jamu Barito Putera, Persik Kediri Minus Dua Penggawa Penting

Bola | Rabu, 28 Februari 2024 | 11:35 WIB

Nasib Mengenaskan Persija, Target Juara Liga 1 Malah Dekati Degradasi

Nasib Mengenaskan Persija, Target Juara Liga 1 Malah Dekati Degradasi

Bola | Rabu, 28 Februari 2024 | 10:13 WIB

Biar Nggak Rugi, Menteri Teten Ingin Program Makan Siang Gratis Libatkan UMKM

Biar Nggak Rugi, Menteri Teten Ingin Program Makan Siang Gratis Libatkan UMKM

Bisnis | Rabu, 28 Februari 2024 | 10:05 WIB

BRI Liga 1: Akibat Gol Bunuh Diri, Persita Gagal Taklukkan PSS Sleman

BRI Liga 1: Akibat Gol Bunuh Diri, Persita Gagal Taklukkan PSS Sleman

Your Say | Rabu, 28 Februari 2024 | 08:12 WIB

Terkini

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Narasi Pemerintah soal Harga Tiket Pesawat Naik 13 Persen Dinilai Menyesatkan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 22:10 WIB

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Kementan Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Idul Adha 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 20:38 WIB

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Mulai Hari Ini Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Kelas Ekonomi

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 19:03 WIB

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

BRILink Agen Mekaar 426 Ribu, BRI Perluas Inklusi hingga Desa

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:09 WIB

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

BRI Consumer Expo 2026 Surabaya Tawarkan Promo Spesial dan Hiburan Musik

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 18:01 WIB

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Hampir Separuh UMKM di Sektor Pangan, Masalah Pasar Masih Jadi Hambatan

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 17:14 WIB

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

OJK Perpanjang Batas Laporan Keuangan Asuransi hingga Juni 2026

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 16:36 WIB

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

OJK: Bank Bisa Penuhi Kebutuhan Valas Tanpa Bikin Rupiah Semakin Goyah

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:37 WIB

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Rawit Tembus Rp64.050/Kg, Telur Ayam Nyaris Rp32 Ribu

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 12:32 WIB

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Masih Harus Uji Coba, Status Bahan Bakar Bobibos Tunggu Kepastian Kategori BBN atau BBM

Bisnis | Sabtu, 25 April 2026 | 11:36 WIB