Begini Pintarnya Singapura Monopoli Konser Taylor Swift di Asia Tenggara Hingga Buat Luhut Marah

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 12 Maret 2024 | 12:05 WIB
Begini Pintarnya Singapura Monopoli Konser Taylor Swift di Asia Tenggara Hingga Buat Luhut Marah
Konser "The Eras Tour" Taylor Swift di Singapura pada Februari 2024 menuai kontroversi terkait isu monopoli. Hingga membuat Menko Marves Luhut Binsar Pandajaitran ikutan marah.

Suara.com - Konser "The Eras Tour" Taylor Swift di Singapura pada Februari 2024 menuai kontroversi terkait isu monopoli dan membuat Menko Marves Luhut Binsar Pandajaitan ikutan marah.

Beberapa negara tetangga, seperti Thailand, Filipina dan Indonesia mengkritik Singapura karena dianggap "memonopoli" konser Taylor Swift di Asia Tenggara.

Kontroversi ini bermula dari pernyataan Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha yang mengatakan bahwa Taylor Swift tidak akan menggelar konser di Thailand karena Singapura telah membayarnya dengan harga tinggi untuk menjadi satu-satunya negara tujuan tur di Asia Tenggara.

Dugaan kesepakatan eksklusif ini diperkuat dengan pernyataan anggota parlemen Filipina Joey Salceda yang menyebut Singapura telah memberikan hibah sekitar 3 juta dolar AS kepada promotor konser AEG Presents untuk mendatangkan Taylor Swift dengan syarat tidak mengadakan konser di negara lain di kawasan tersebut.

Sementara di Tanah Air Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Indonesia kurang cerdas tak kebagian pentas Taylor Swift.

"Seperti contoh kemarin Taylor Swift itu, kita Indonesia aja yang kurang cerdas menurut saya," kata Luhut, seperti dalam video yang diunggah pada akhir pekan lalu.

Luhut mengatakan hadirnya artis global ke Indonesia merupakan sebuah persaingan antarnegara. Luhut berani pasang badan jika ada pihak atau promotor yang kesulitan mendatangkan artis top dunia.

"Nah, kalau orang bisa mem-booked, ya kita booked aja. Mesti bayar, kita bayar. Apalah, itu kan persaingan. Nggak ada yang salah itu. Ayo kalian bawa aja. Kalau ada masalah, beri tahu saya," ujarnya.

Singapura Buka Suara

baca juga

Menanggapi tudingan monopoli, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong menegaskan bahwa negaranya tidak melakukan praktik monopoli dan hanya mengikuti aturan pasar.

Lee menjelaskan bahwa Singapura menawarkan harga yang kompetitif untuk mendatangkan Taylor Swift dan tidak ada larangan bagi Swift untuk konser di negara lain.

Kontroversi monopoli konser Taylor Swift ini telah menimbulkan kekecewaan dan frustrasi di kalangan penggemar di negara-negara yang tidak kebagian konser.

Beberapa pihak pun mendesak penyelenggara konser dan Taylor Swift untuk mempertimbangkan mengadakan konser di negara lain di Asia Tenggara.

Hingga saat ini, belum ada solusi konkret terkait kontroversi monopoli konser Taylor Swift. Pihak Taylor Swift dan AEG Presents belum memberikan pernyataan resmi terkait isu ini.

Sehingga kontroversi monopoli konser Taylor Swift ini menjadi sorotan tentang praktik eksklusivitas dalam industri konser. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang aksesibilitas dan keadilan bagi penggemar di negara-negara yang kurang memiliki daya tarik bagi penyelenggara konser besar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh Malu, Nonton Konser Sambil Digendong, Perempuan Ini Kena Timpuk Botol

Duh Malu, Nonton Konser Sambil Digendong, Perempuan Ini Kena Timpuk Botol

News | Selasa, 12 Maret 2024 | 10:51 WIB

Tissa Biani Di-Notice Taylor Swift Malah Tuai Komentar Julid: Siap Si Paling Religius

Tissa Biani Di-Notice Taylor Swift Malah Tuai Komentar Julid: Siap Si Paling Religius

Entertainment | Senin, 11 Maret 2024 | 21:25 WIB

5 Drama Thailand yang Gak Bikin Bosan Buat Ditonton Berulang Kali, Cocok Temani Akhir Pekan

5 Drama Thailand yang Gak Bikin Bosan Buat Ditonton Berulang Kali, Cocok Temani Akhir Pekan

Your Say | Senin, 11 Maret 2024 | 20:10 WIB

Terkini

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Mengenal Praktik Bisnis Hijau: Tren Gaya Hidup Berkelanjutan yang Kini Merambah Dunia Industri

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:57 WIB

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

Kemenko PMK Dorong Penguatan Jejaring Alumni Beasiswa untuk Talenta Nasional

News | Rabu, 30 September 2026 | 23:12 WIB

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Spin Off InfraCo Tahap 2 Rampung, Nilai Transaksi Rp 49,9 T

Bisnis | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Kuliah Hukum di Era Digital, FH Unika Atma Jaya Raih Penghargaan

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 23:01 WIB

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Kewajiban Sertifikasi Halal Makin Dekat, Industri Kosmetik dan Farmasi Siap Sambut Aturan Baru

Lifestyle | Rabu, 30 September 2026 | 22:41 WIB

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Ruang Bersama Indonesia Pertama di Palembang, Kilang Plaju Dukung Pemberdayaan Masyarakat

Sumsel | Rabu, 30 September 2026 | 22:34 WIB

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Peringatan G30S di Medan, Masyarakat Sipil Soroti Pelanggaran HAM-MBG

Sumut | Rabu, 30 September 2026 | 22:20 WIB

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

JALA PRT Soroti Pengajuan JR UU PPRT, Minta Pemohon Pahami Proses Pembentukan UU

News | Rabu, 30 September 2026 | 22:15 WIB

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

Gus Kikin Umumkan Susunan Pengurus PBNU: Gus Ipul Waketum, Gudfan Arif Jadi Sekjen

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:50 WIB

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

Sidang Ijazah Gibran di MK, Mantan Komisioner KPU: Verifikasi Dokumen Itu Harus Datang Langsung!

News | Rabu, 30 September 2026 | 21:28 WIB

×