Buntut Kasus Upaya Penculikan Oleh Mitranya, Grab Pecat Pegawai yang Lalai

Iwan Supriyatna

Jum'at, 29 Maret 2024 | 10:30 WIB
Buntut Kasus Upaya Penculikan Oleh Mitranya, Grab Pecat Pegawai yang Lalai
Logo Grab.

Suara.com - Grab Indonesia mengakui lambat dalam menangani insiden pemerasan dan kekerasan yang dilakukan mitra pengemudi GrabCar terhadap salah seorang penumpangnya.

Atas kelalaian tersebut, Grab Indonesia secara terbuka memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada penumpang yang menjadi korban dan seluruh konsumennya.

"Penanganan kasus ini oleh tim layanan konsumen kami (Grab Support) tidak berjalan cepat dan selayak yang seharusnya, dan untuk itu Grab Indonesia memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada penumpang terkait dan semua konsumen kami," tulis Grab Indonesia lewat media sosial Instagram, @grabid, Kamis, 28 Maret 2024.

Seperti diketahui, seorang penumpang perempuan hampir menjadi korban penculikan dan pemerasan oleh mitra driver Grab pada Senin (25/3) malam. Ia diancam untuk segera mentransfer uang sebesar Rp 100 juta dan mengalami tindak kekerasan yang berakibat luka-luka pada tubuhnya.

Grab Indonesia menyebutkan, menerima laporan terkait insiden tersebut pada 25 Maret 2024 pukul 22.05 WIB. Grab mengaku, investigasi internal langsung dimulai sejak laporan masuk di tanggal 25 Maret 2024 pukul 22.05 WIB. Hal itu dilakukan termasuk untuk pengawasan dan pelacakan pihak terlapor oleh satuan tugas Grab sesuai prosedur perusahaan yang dilakukan

Namun, dalam pernyataan tertulis di akun X @GrabID, Grab menyatakan baru mengubungi pihak penumpang yangm menjadi korban pada pukul 23.13 WIB. Grab saat itu terhubung dengan perwakilan keluarga yang membuat laporan dan diminta menghubungi kembali 30 menit kemudian.

Dalam pengumuman terbarunya di Instagram, Grab Indonesia mengaku telah mengambil langkah perubahan di sistem layanan konsumen Grab Support. Grab menyatakan telah membebastugaskan personil agen Grab Support yang tidak menanggapi insiden ini sesuai dengan standar operating procedure (SOP) yang telah ditetapkan.

Dalam tiga hari ke depan, Grab juga melakukan evaluasi atas SOP layanan konsumen dalam penanganan insiden keselamatan. Selain itu, Grab akan mengimplementasikan perbaikan desain SOP layanan konsumen dalam kurun waktu tujuh hari setelah evaluasi selesai.

Meski telah mengaku lambat dan meminta maaf, sejumlah netizen tetap melampiaskan kegeraman atas pengangan Grab Indonesia dalam insiden tersebut.

baca juga

"Uda rame baru gerak gak sih? Soalnya info awal korban pihak grab ga bs kasi info pelaku (kemungkinan) karna SOP," ujar Mel di akun instagram @melitachris.

"Grab lagi grab lagi! jadi makin iseng kalau mau naek grabcar. besok2 seleksi lagi dalam pemilihan driver jangan asal di terima aja . karena skrg banyak kriminal lewat driver2 kaya gitu! ini pelakunya harus dicari karena bahaya kalau masih berkeliaran!!!!" imbuh Fitria Fortuna Putri melalui akun Instagram @piulllll.

Sebagai informasi, insiden ini viral setelah kronologi kejadiannya ditulis di media sosial X oleh @antum_bit. Kejadian bermula ketika korban memesan Grab Car dari Lobby Neo Soho Podomoro City, Jakarta Barat pada Senin (25/3) malam. Ketika korban sudah masuk ke dalam mobil, driver diketahui korban tidak memencet pick up di aplikasi namun tetap menjalankan orderan tersebut.

Kecurigaan korban bertambah ketika akan masuk tol, tiba-tiba driver memaksa dan mengancam untuk mentransfer uang sebesar Rp 100 juta.

“Karena si driver jalannya lambat pas dia maksa transfer itu, temen gw langsung keluar dari mobil. Temen gw sempat lari tapi berhasil ketangkep sama driver dan diseret dan dibekap,” tulis akun @antum_bit dalam uraian kronologinya.

Bahkan, korban sempat diancam untuk dibuang ke sungai jika tetap berteriak. Namun ketika driver hendak masuk mobil lagi, korban berhasil keluar dari pintu lain dan meminta bantuan ke salah satu pengemudi yang sedang bongkar muat barang.

“Brengseknya, si driver sempat mengatakan ke saksi tersebut bahwa mereka suami istri, tapi korban berteriak "bohong" dan terus diteriakin oleh warga sekitar yang membuat driver GRAB CAR nya langsung kabur,” ujarnya. Kejadian ini pun telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cerita Ngeri Cindy Korban Pemerasan Sopir Grab Car, Nekat Lompat Dari Mobil Saat Melaju Di Tol

Cerita Ngeri Cindy Korban Pemerasan Sopir Grab Car, Nekat Lompat Dari Mobil Saat Melaju Di Tol

News | Kamis, 28 Maret 2024 | 22:10 WIB

Ngeri! Driver Online Nekat Todong Penumpang, Korban Lompat Saat Mobil Melaju Kencang

Ngeri! Driver Online Nekat Todong Penumpang, Korban Lompat Saat Mobil Melaju Kencang

News | Kamis, 28 Maret 2024 | 18:14 WIB

Duh, Penumpang Taksi Online Hampir Jadi Korban Penculikan dan Pemerasan Driver Grab Car

Duh, Penumpang Taksi Online Hampir Jadi Korban Penculikan dan Pemerasan Driver Grab Car

Bisnis | Kamis, 28 Maret 2024 | 11:58 WIB

Terkini

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

5 Fakta Nanda Afrizal WNI yang Terancam Hukuman Mati di Malaysia Kasus 25 Kg Narkoba

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:31 WIB

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

The Storm Tayang 15 Oktober di Netflix, Komedi Gelap Josephine Bornebusch

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:30 WIB

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

Batas Waktu Huntara Senen Cuma 6 Bulan, Warga Cemas: Kalau Dipindah, Ke Mana Lagi?

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:29 WIB

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

AI Bisa Masuk ke Earbud! Snapdragon Sound Elite Gen 2 Resmi Diperkenalkan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:25 WIB

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

Saran Pakar ke Prabowo Soal Karhutla: Water Bombing itu Tidak Efektif, Pak Presiden

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:24 WIB

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Can This Love Be Translated?: Cinta Ternyata Adalah Bahasa Paling Rumit

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:22 WIB

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

Kejagung Tetapkan Eks Pejabat ESDM dan Korporasi Jadi Tersangka Korupsi Nikel

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:19 WIB

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

Jelang Indonesia vs Singapura, Polda Metro Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 18:15 WIB

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Jigsaw Kembali di Saw 11! Permainan Mengerikan Kembali Dimulai

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

ALVA Paparkan Tantangan Industri Motor Listrik dan TKDN Saat Dikunjungi DPR RI

Otomotif | Jum'at, 25 September 2026 | 18:10 WIB

×