Harga Gula Pasir Meroket, Penyebabnya Karena Kurs Rupiah Anjlok?

M Nurhadi

Selasa, 23 April 2024 | 17:15 WIB
Harga Gula Pasir Meroket, Penyebabnya Karena Kurs Rupiah Anjlok?
Impor gula putih kristal di Palembang, Sumatera Selatan. [Antara/Nova Wahyudi]

Suara.com - Untuk Anda yang sudah mengunjungi pasar terdekat, mungkin sudah mengetahui bahwa ada kenaikan harga gula pasir. Tidak sedikit yang kemudian bertanya sebenarnya apa penyebab harga gula pasir naik menjelang pertengahan tahun ini.

Pemerintah melalui Badan Pangan Nasional menaikkan harga gula pasir di tingkat konsumen. Harga acuan pembelian yang berlaku semula Rp16.000 kini naik menjadi Rp17.500 per kilogram.

Sementara itu di wilayah Maluku, Papua, dan wilayah kategori tertinggal, terluar, dan perbatasan, ditetapkan dengan harga Rp18.500 per kilogram.

Sejumlah kalangan lantas mengaitkan kenaikan ahrga gula pasir tersebut dengan ketergantungan impor Indonesia hingga nilai tukar atau kurs Rupiah anjlok akhir-akhir ini.

Penyebab Harga Gula Pasir Naik

Namun, ternyata bukan karena dua hal tersebut. Harga gula naik salah satunya dipengaruhi permintaan dari Asosiasi Peritel Indonesia, untuk merelaksasi harga gula. Aprindo mengaku sulit menjual gula sesuai harga acuan pembelian yang ditentukan, ketika di waktu yang sama harga beli dari produsen cukup tinggi.

Harga ini, sejauh pemberitaan yang beredar dan mengacu pada pernyataan Kepala Bapenas, akan berlaku hingga tanggal 31 Mei 2024 mendatang. Dengan kenaikan ini, dipastikan tidak akan ada kelangkaan gula di tingkat ritel.

Selain tingginya harga di tingkat produsen, harga gula juga mengalami kenaikan karena Indonesia harus melakukan impor, yang tentu saja harganya juga cukup tinggi. Pada hari Kamis, 18 April 2024 lalu, tercatat harga gula pasir berada di angka Rp18,040 per kilogram, mengalami penurunan dari sepekan sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp18,370 per kilogram.

Impor Gula Masih Jadi Andalan Pemenuhan Kebutuhan

baca juga

Sebenarnya Indonesia hingga saat ini masih menggantungkan pemenuhan kebutuhan gulanya dari pasokan luar negeri. Di tahun 2024 ini, pemerintah memutuskan akan mengimpor sebanyak 5,4 juta ton gula dengan komposisi 708,609 ton untuk kebutuhan konsumsi, dan 4,77 juta ton untuk kebutuhan bahan baku industri.

Keputusan ini diambil pada rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Meski terbilang cukup besar, namun kuota untuk konsumsi mengalami penurunan hampir 200,000 ton jika dibandingkan pada tahun 2023 lalu.

Jika melihat data yang ada di situs resmi BPS, pada 2023 lalu ada beberapa negara yang menjadi asal gula impor. Mulai dari India, Australia, Thailand, Brasil, Korea Selatan, Jerman, dan beberpaa negara lainnya. Angka impor juga terus mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun.

Kontributor : I Made Rendika Ardian

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Naikkan Harga Gula Jadi Rp 17.500/Kg

Pemerintah Naikkan Harga Gula Jadi Rp 17.500/Kg

Bisnis | Kamis, 18 April 2024 | 16:42 WIB

Pemerintah Secara Sembunyi Naikkan Harga Gula Jadi Rp 17.500/kg

Pemerintah Secara Sembunyi Naikkan Harga Gula Jadi Rp 17.500/kg

Bisnis | Kamis, 18 April 2024 | 16:21 WIB

Harga Gula Pasir Menggila Bisa Tembus Rp 18.000/kg

Harga Gula Pasir Menggila Bisa Tembus Rp 18.000/kg

Bisnis | Kamis, 30 November 2023 | 14:53 WIB

Siap-siap Beli Es Teh Nggak Manis, Harga Gula Belum Ada Sinyal Turun

Siap-siap Beli Es Teh Nggak Manis, Harga Gula Belum Ada Sinyal Turun

Bisnis | Senin, 06 November 2023 | 15:27 WIB

Harga Cabai Makin Pedas, Naik di 300 Kabupaten/Kota

Harga Cabai Makin Pedas, Naik di 300 Kabupaten/Kota

Bisnis | Senin, 06 November 2023 | 14:20 WIB

Pengamat Duga Naiknya Harga Bawang Putih Ada Permainan Kuota

Pengamat Duga Naiknya Harga Bawang Putih Ada Permainan Kuota

Bisnis | Selasa, 10 Oktober 2023 | 16:51 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×