URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill

Muhamad Yasir, Hiskia Andika Weadcaksana

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:30 WIB
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
Ilustrasi-Pencari kerja memadati acara Jakarta Job Fair Jakarta di Gor Kemayoran, Jakarta, Selasa (6/5/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Lulusan sarjana sulit mendapat kerja karena minim keterampilan praktis.
  • Teknologi baru dan tekanan industri membuat perusahaan mengurangi tenaga kerja serta mencari pekerja yang menguasai keterampilan praktis.
  • Pemerintah disarankan memperbanyak pusat pelatihan keterampilan alih-alih mendirikan perguruan tinggi baru untuk mengatasi pengangguran terdidik.

Suara.com - Gelar sarjana tak lagi otomatis menjadi tiket masuk ke dunia kerja. Di tengah lonjakan pengangguran terdidik, lulusan perguruan tinggi justru menghadapi jurang ketidaksesuaian atau mismatch antara kompetensi yang mereka miliki dan kebutuhan industri.

Guru Besar Fisipol UGM sekaligus Pengamat Ketenagakerjaan Tadjuddin Noer Effendi menilai persoalan tersebut tidak semata-mata disebabkan minimnya lapangan pekerjaan.

Dunia pendidikan juga dinilai belum cukup membekali lulusan dengan keterampilan yang benar-benar dibutuhkan perusahaan.

"Dunia pendidikan banyak memberikan teori, sedangkan dunia kerja mencari orang yang sudah terampil. Pada umumnya sarjana itu datang bawa ijazah ke perusahaan, bukan bawa keterampilan," kata Tadjuddin, Selasa (18/8/2026).

Menurut Tadjuddin, persoalan itu semakin rumit di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) hingga otomatisasi robotika membuat kebutuhan industri terhadap tenaga kerja ikut berubah.

Perusahaan kini tidak cukup melihat gelar dan nilai akademik. Kemampuan menguasai teknologi serta keterampilan praktis menjadi modal penting yang menentukan daya saing pencari kerja.

"Jadi kalau sarjana hanya bawa ijazah mencari kerja itu kelihatannya sekarang sulit," tegasnya.

Industri Tertekan, Lapangan Kerja Berkualitas Menyusut

baca juga

Persoalan pengangguran terdidik juga tidak bisa dilepaskan dari kondisi industri nasional.

Tadjuddin menilai struktur ekonomi Indonesia belum mampu menciptakan cukup banyak lapangan kerja berkualitas.

Sektor industri padat karya yang selama ini menjadi salah satu penopang penyerapan tenaga kerja justru menghadapi tekanan. Tingginya biaya bahan baku impor dan melemahnya daya beli masyarakat membuat perusahaan harus melakukan efisiensi.

"Kondisi ini mendorong perusahaan melakukan efisiensi, termasuk mengurangi jumlah tenaga kerja," tuturnya.

Di tengah tekanan tersebut, program magang yang digulirkan pemerintah dinilai belum cukup untuk mengatasi besarnya jumlah pengangguran terdidik.
Program tersebut dianggap hanya menjadi solusi sementara karena kapasitasnya belum sebanding dengan kebutuhan.

Tadjuddin menilai pemerintah perlu mengubah pendekatan dengan memperbanyak pusat pelatihan yang dapat memberikan keterampilan praktis secara cepat kepada lulusan perguruan tinggi yang belum terserap pasar kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kritik Atraksi Kemerdekaan Elite, Kolektif UGM Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Kritik Atraksi Kemerdekaan Elite, Kolektif UGM Kibarkan Bendera Setengah Tiang

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:14 WIB

HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?

HUT RI, Mahasiswa UGM Turunkan Bendera Setengah Tiang: 81 Tahun Merdeka atau Menderita?

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 19:11 WIB

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

Paradoks AI, Ciptakan Pengangguran Massal Hingga Krisis Air di India

News | Jum'at, 14 Agustus 2026 | 06:17 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×