Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya

Vania Rossa

Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:22 WIB
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
Dua inovasi siswa menunjukkan cara sederhana membangun sekolah ramah anak. (Dok. Ist)
baca 10 detik
  • Siswa SDN Pelambuan 4 Banjarmasin menciptakan Papan Kompas untuk mengurangi ucapan kasar dan menumbuhkan sikap saling menghargai.
  • Siswa SMP Negeri 1 Lubuk Pakam mengembangkan aplikasi Perisai Pintar agar siswa bisa menyampaikan keluhan secara anonim kepada guru BK.
  • Kedua inovasi tersebut merupakan bagian dari Program GENERASI Trakindo 2026 yang melibatkan siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah ramah anak.

Suara.com - Mewujudkan sekolah ramah anak tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Kesempatan untuk berbicara, merasa aman, dan dilibatkan dalam mencari solusi atas persoalan di lingkungan sekolah juga dapat menjadi langkah penting.

Hal tersebut terlihat dari inovasi siswa di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin dan SMP Negeri 1 Lubuk Pakam, Deli Serdang, melalui Program GENERASI Trakindo 2026 bertema Sekolah Ramah Anak.

Kedua sekolah mengembangkan solusi berdasarkan persoalan yang mereka temukan sendiri. Pendekatan ini membuat siswa tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut berperan sebagai penggerak perubahan di lingkungan sekolah.

Mengubah Candaan Menjadi Kebiasaan Saling Menghargai

Di SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, siswa menemukan kebiasaan mengejek nama orang tua, berkata kasar, hingga saling menghina masih kerap dianggap sebagai candaan. Padahal, perilaku tersebut dapat membuat teman merasa tidak nyaman dan memicu pertengkaran.

Dari persoalan itu lahirlah Papan Kompas (Kontrol Mulut Pastikan Sopan), permainan edukatif yang membantu siswa belajar mengendalikan ucapan melalui sistem penghargaan dan konsekuensi.

Konsepnya terinspirasi dari papan perkalian yang familiar bagi siswa, kemudian dikembangkan menjadi permainan bertema petualangan agar lebih menarik.

Perwakilan siswa, Nur Fazrian, mengatakan penggunaan Papan Kompas turut membuat suasana kelas lebih nyaman.

“Suasana kelas menjadi lebih damai dan saling menghargai. Yang paling terasa bukan hanya berkurangnya kata-kata kasar, tetapi juga tumbuhnya sikap saling menghargai antarteman sekelas,” ujarnya.

baca juga

Guru pendamping SDN Pelambuan 4 Banjarmasin, Anugrah Mitria Sari, menilai proses tersebut menjadi pengalaman penting karena siswa belajar mengenali masalah dan mencari solusinya sendiri.

“Anak-anak menjadi lebih peka terhadap cara mereka berkomunikasi dan memahami bahwa setiap anak bisa menjadi bagian dari perubahan di sekolah,” katanya.

Menciptakan Ruang Aman untuk Bercerita

Sementara itu, siswa SMP Negeri 1 Lubuk Pakam menghadapi persoalan berbeda. Sebagian siswa masih enggan mendatangi ruang Bimbingan Konseling (BK) karena khawatir dicap sebagai anak bermasalah.

Para siswa kemudian mengembangkan Perisai Pintar, aplikasi yang memungkinkan mereka menyampaikan cerita atau keluhan kepada guru BK secara anonim.

Sebelumnya, sekolah telah memiliki kotak curhat. Namun, penggunaannya belum efektif sehingga siswa mencari pendekatan yang lebih sesuai dengan kebiasaan teman sebaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Identitas Pelaku Penembakan Sekolah Katolik Filipina, Bapaknya Kerja di Bea Cukai

Identitas Pelaku Penembakan Sekolah Katolik Filipina, Bapaknya Kerja di Bea Cukai

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 13:20 WIB

4 Orang Tewas di Penembakan Siswa di Sekolah Katolik Filipina, 9 Orang Luka

4 Orang Tewas di Penembakan Siswa di Sekolah Katolik Filipina, 9 Orang Luka

News | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:59 WIB

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Daftar Kampusnya di Sini!

Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 Resmi Dibuka, Cek Syarat dan Daftar Kampusnya di Sini!

Lifestyle | Selasa, 18 Agustus 2026 | 12:25 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×