Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ini Penyebab Stasiun Kereta Cepat Karawang Belum Bisa Digunakan

Iwan Supriyatna | Kevino Dwi Velrahga | Suara.com

Jum'at, 26 April 2024 | 16:22 WIB
Ini Penyebab Stasiun Kereta Cepat Karawang Belum Bisa Digunakan
Kereta cepat Whoosh. [BRI]

Suara.com - Walau Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sudah beroperasi sejak Oktober 2023, tetapi salah satu stasiunnya, yakni Stasiun Karawang, hingga saat ini belum bisa digunakan. Apa penyebabnya?

Untuk diketahui, Whoosh sendiri saat ini memiliki total empat stasiun dan baru tiga stasiun yang beroperasi. Stasiun tersebut antara lain Stasiun Halim, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar. 

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa buka suara dan mengatakan Stasiun Kereta Cepat Karawang sebenarnya sudah beroperasi. Namun, kawasan ini belum membuka layanan penumpang, sehingga belum ada jadwal keberangkatan ataupun kedatangan kereta.

"Jadi untuk Stasiun Karawang, kita bisa melihat kondisi stasiun saat ini dari sisi bangunan, konstruksi, itu semuanya sudah selesai dan sudah dioperasikan," ujar Eva, Jumat (26/4).

Eva menjelaskan bahwa bangunan Stasiun KCIC Karawang sudah rampung 100% dan telah dilakukan pengaturan operasional perjalanan kereta serta perawatan bangunan. Hanya belum melayani penumpang saja.

Untuk pembukaan layanan penumpang, rencananya Stasiun KCIC Karawang dibuka pada 2025. Akan tetapi, Eva belum bisa memastikan tanggal pastinya.

Hal ini dikarenakan pembukaan stasiun untuk penumpang baru akan dilakukan setelah seluruh akses jalan menuju kawasan tersebut rampung. Setidaknya, nanti akan ada tiga akses jalan menuju stasiun yang saat ini pengerjaannya terus dikebut.

Pertama tersambung dengan jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) mulai dari KM 42, kedua jalan Akses Kawasan Trans Heksa Karawang (THK), dan ketiga jalan akses dari Kota Deltamas.

Adapun jalan akses melalui Tol Japek akan dibangun oleh Kementerian PUPR dan PT Jasa Marga (Persero), sedangkan untuk Akses Kawasan THK dan Kota Deltamas akan dikerjasamakan oleh PT KCIC. Alokasi lahan diberikan oleh Deltamas dan pengelola kawasan THK, sedangkan konstruksi akan dibangun PT KCIC.

"Kalau kita melihat programnya (rencana pembangunan), mudah-mudahan ketiga akses itu sudah jadi tahun depan. Mudah-mudahan kalau tidak ada kendala tertentu, tahun depan (2025) kita bisa buka," terangnya.

Selain itu, Eva turut menegaskan bahwa seluruh layanan dalam bangunan stasiun sudah siap untuk digunakan kapan pun. Fungsi-fungsi seperti pengatur perjalanan kereta cepat dan operasional teknis lainnya juga sudah tersedia di sana.

"Ada fungsi AC, kemudian fungsi gate, fungsi PID (Proportional Integral Derivative controller), dan fungsi perangkat lainnya ini ada di comprehensive control. Kemudian ada juga on call emergency yang mengatur perjalanan kereta juga sudah bertugas," katanya.

Di sana, Eva bilang ada ruang comprehensive control room yang setiap harinya difungsikan oleh petugas untuk melakukan pengecekan. Mengecek semua fungsi yang ada di Stasiun KCIC Karawang berjalan dengan baik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PUPR Mulai Bangun Akses Tol, Stasiun Kereta Cepat  Karawang Segera Beroperasi

PUPR Mulai Bangun Akses Tol, Stasiun Kereta Cepat Karawang Segera Beroperasi

Bisnis | Rabu, 24 April 2024 | 09:41 WIB

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Segera Digarap China Lagi, Luhut Mau Bentuk Tim

Kereta Cepat Jakarta-Surabaya Segera Digarap China Lagi, Luhut Mau Bentuk Tim

Bisnis | Senin, 22 April 2024 | 11:42 WIB

Lebih dari 20.000 Orang Diprediksi Naik Kereta Cepat Whoosh Hari Ini

Lebih dari 20.000 Orang Diprediksi Naik Kereta Cepat Whoosh Hari Ini

Bisnis | Minggu, 14 April 2024 | 13:27 WIB

Terkini

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:10 WIB

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:08 WIB

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 20:02 WIB

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:56 WIB

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:52 WIB

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:45 WIB

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 19:18 WIB

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:50 WIB

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:45 WIB

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara

Bisnis | Senin, 18 Mei 2026 | 18:42 WIB