Ketika Hasil Industri Pertambangan Hadir di Kehidupan Sehari-hari

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 08 Mei 2024 | 16:46 WIB
Ketika Hasil Industri Pertambangan Hadir di Kehidupan Sehari-hari
Lokasi Tambang Emas Tujuh Bukit Milik PT Merdeka Copper Gold Tbk (Fadil)

Suara.com - Industri pertambangan sering kali dicap sebagai aktivitas yang merusak lingkungan dan menguras habis sumber daya alam (SDA). 

Tudingan itu tidaklah semuanya salah karena ada perusahaan tambang yang memang hanya mencari keuntungan semata tanpa memikirkan aspek lingkungan sosial yang justru merugikan masyarakat.

Tapi tahukah kamu? industri pertambangan di era modern ini telah memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya berbicara sisi negatifnya saja industri ini juga memiliki peranan yang positif.

GM Corporate Communication PT Merdeka Copper Gold Tbk, Tom Malik mengatakan berbagai sumber daya alam yang ditambang menjadi bahan baku penting untuk berbagai produk yang digunakan sehari-hari, termasuk laptop, ponsel, dan berbagai peralatan elektronik lainnya.

"Industri tambang selalu dilihat sebagai industri yang menghabiskan SDA, merusak lingkungam, tetapi kita tidak ada di sini kalau tidak ada hasil tambang," kata Tom dalam acara Workshop for Journalist di Jakarta, Rabu (8/5/2024).

Workshop Merdeka copper gold
Workshop Merdeka copper gold

"HP yang kita pegang, laptop yang kita gunakan, kendaraan sekarang lagi Electric Vehicles (EV) itu semua dari hasil tambang, jadi kita tidak bisa hidup tanpa tambang. Tapi kita harus sadar kita menambang sumber daya yang akan habis," tambah Tom.

Menurut Tom industri pertambangan membuka lapangan pekerjaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah pertambangan maupun di daerah lain yang bergantung pada hasil tambang.

Pertambangan menyediakan sumber daya alam yang penting untuk berbagai industri, seperti industri manufaktur, konstruksi, dan energi.

Selain itu kata dia industri pertambangan menghasilkan bahan baku yang digunakan untuk membuat berbagai perangkat elektronik, seperti laptop, ponsel, dan peralatan lainnya.

baca juga

Jadi yang harus dijawab kata Tom bagaimana industri pertambangan harus menghasilkan mineral tambang dengan cara terbaik dan memperhatikan dampak lingkungan sosial.

"Indonesia ini diberkahi SDA tidak hanya tambang hutan migas dan lain lain dan kalau kita bisa mengelola ini dengan baik dan memajukan bangsa kita akan jadi bangsa yang besar," kata Tom.

Apalagi kata Tom saat ini Indonesia memiliki cadangan sejumlah komoditas tambang yang luar biasa, mulai dari nikel, tembaga, timah, emas, batu bara hingga bauksit.

"Ini akan berkontribusi yang sangat besar bagi Indonesia, industri tambang kita ini membayar royalti. Setiap kali produsen tambang menghasilakn mineral kita membayar royalti," katanya.

"Semakin banyak kita produksi semkain bagus harga logam tersebut, pemerintah juga semkain banyak pendapatannya, satu lagi industri tambang sangat padat karya dengan menyerap penciptaan lapangan kerja," katanya. 

Di Merdeka Copper Gold Tbk sendiri kata Tom perusahaannya terus berupaya meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup di wilayah operasinya. 

Komitmen ini diwujudkan dengan penerapan kebijakan dan strategi yang berfokus pada minimalisasi dampak dan pemulihan ekosistem.

Tom bilang emiten dengan kode saham MDKA ini memahami betul aktivitas pertambangan dapat mempengaruhi lingkungan. Oleh karena itu, perusahaan menerapkan pendekatan dan kebijakan lingkungan yang bertujuan melindungi serta meminimalkan dampak dari kegiatan operasional.

Sejumlah upaya lanjut Tom dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan yang dilakukan perusahaan. 

Salah satunya menerapkan sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001:2015, dimana Merdeka Copper menerapkan standar internasional ISO 14001 untuk memastikan pengelolaan lingkungan yang efektif 

Selain itu perusahaan juga fokus mengurangi penggunaan air baku dan mengoptimalkan daur ulang air. Beberapa tambang bahkan menggunakan sistem air sirkuit tertutup (Closed Loop Water System) untuk meminimalkan penggunaan air bersih.

Merdeka Copper juga berupaya mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan efisiensi energi sebagai bentuk komitmen terhadap aksi iklim.

Tak lupa Merdeka Copper Gold juga memiliki program reklamasi dan revegetasi untuk mengembalikan fungsi lahan bekas tambang menjadi produktif kembali.

Upaya perusahaan ini dalam menjaga kelestarian lingkungan mendapat apresiasi. Dimana Peringkat ESG (Environmental, Social, and Governance) Merdeka Copper Gold naik menjadi A pada akhir Oktober 2023, yang dikeluarkan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI).

"Dengan berbagai upaya tersebut, PT Merdeka Copper Gold Tbk diharapkan dapat menjalankan kegiatan usahanya secara berkelanjutan, seiring dengan upaya pelestarian lingkungan hidup," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emiten Tambang Merdeka Copper Mau Terbitkan 2,4 Miliar Saham Baru, Tertarik?

Emiten Tambang Merdeka Copper Mau Terbitkan 2,4 Miliar Saham Baru, Tertarik?

Bisnis | Selasa, 07 Mei 2024 | 09:44 WIB

Siap Masuk ke Indonesia, Laptop Infinix GT Book Diprediksi Bawa RTX 4060

Siap Masuk ke Indonesia, Laptop Infinix GT Book Diprediksi Bawa RTX 4060

Tekno | Selasa, 07 Mei 2024 | 08:53 WIB

Apakah RAM Laptop Bisa Ditingkatkan? Cek Caranya di Sini!

Apakah RAM Laptop Bisa Ditingkatkan? Cek Caranya di Sini!

Tekno | Senin, 06 Mei 2024 | 07:39 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×