Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.665.000
Beli Rp2.535.000
IHSG 6.101,333
LQ45 598,429
Srikehati 292,525
JII 363,372
USD/IDR 17.863

Ekonomi RI Tak Baik-baik Saja, Banyak Pabrik di Jawa Barat yang Bangkrut di 2024

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 10 Mei 2024 | 11:27 WIB
Ekonomi RI Tak Baik-baik Saja, Banyak Pabrik di Jawa Barat yang Bangkrut di 2024
Ilustrasi. Tahun 2024 menjadi tahun yang kelam bagi industri manufaktur di Jawa Barat.

Suara.com - Tahun 2024 menjadi tahun yang kelam bagi industri manufaktur di Jawa Barat. Sejumlah pabrik terpaksa gulung tikar akibat berbagai faktor, seperti kondisi ekonomi global yang lesu, meningkatnya biaya produksi, dan disrupsi teknologi.

Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I 2024 terbilang tokcer dengan tumbuh 5,11 persen namun data ini tak begitu menjamin kondisi ekonomi Indonesia baik-baik saja.

Pasalnya sejumlah pabrik di Jawa Barat sepanjang tahun ini sudah angkat 'bendera putih' dengan menyerah atas keadaaan yang ada.

Berikut daftar pabrik di Jawa Barat yang bangkrut di tahun 2024:

1. PT Hung-A Indonesia (Cikarang)

Pabrik ban ini resmi ditutup pada Februari 2024, menyebabkan sekitar 1.500 karyawan kehilangan pekerjaan. Penutupan pabrik ini dipicu oleh beberapa faktor, di antaranya penurunan permintaan ban dari pasar global dan tingginya biaya bahan baku.

2. PT Sepatu Bata Tbk (Purwakarta)

Pabrik sepatu ternama ini menghentikan operasinya di Purwakarta pada 30 April 2024. Penutupan pabrik ini disebabkan oleh kerugian yang dialami selama 4 tahun berturut-turut.

3. PT Cahaya Timur Garmindo

baca juga

Pabrik garmen ini berlokasi di Karawang dan resmi tutup pada bulan Maret 2024. Alasan penutupan pabrik ini tidak dipublikasikan secara resmi, namun diprediksi karena faktor ekonomi dan persaingan pasar yang ketat.

Selain 3 pabrik di atas, masih ada beberapa pabrik lain di Jawa Barat yang dikabarkan bangkrut atau berencana untuk tutup di tahun 2024. Situasi ini tentu menjadi keprihatinan bagi banyak pihak, terutama pemerintah dan pekerja yang kehilangan mata pencaharian.

Penutupan pabrik-pabrik ini menjadi indikator bahwa industri manufaktur di Jawa Barat sedang menghadapi tantangan yang berat. Diperlukan upaya serius dari berbagai pihak untuk membantu industri ini agar dapat kembali bangkit dan berkembang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pabrik di Indonesia Resmi Tutup, Ini Profil Pemilik BATA Ternyata Asli dari Ceko!

Pabrik di Indonesia Resmi Tutup, Ini Profil Pemilik BATA Ternyata Asli dari Ceko!

Lifestyle | Rabu, 08 Mei 2024 | 17:50 WIB

Pemerintah Bingung Ada Kebijakan Dukung Industri Alas Kaki, Tapi Bata Tutup Pabrik

Pemerintah Bingung Ada Kebijakan Dukung Industri Alas Kaki, Tapi Bata Tutup Pabrik

Bisnis | Rabu, 08 Mei 2024 | 15:34 WIB

Bakal Dirujuk ke RSJ Cisarua, Tarsum Tanya Kesehatan Istrinya yang Dimutilasi

Bakal Dirujuk ke RSJ Cisarua, Tarsum Tanya Kesehatan Istrinya yang Dimutilasi

News | Rabu, 08 Mei 2024 | 11:52 WIB

Terkini

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 13:08 WIB

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:37 WIB

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Status TMS PPPK Bisa Jadi MS: Ini Cara Sanggah dan Contoh Kalimat Resminya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:36 WIB

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Lolos Administrasi PPPK Kemensos? Ini Panduan Lengkap Persiapan Tes CAT

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:15 WIB

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

DSI Berpotensi Gerus Laba Emiten, Bisnis AALI hingga ITMG Bisa Lesu

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 12:02 WIB

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Ungkap Alasan Gaji Guru 'Tidak Layak', Prabowo: Tidak Ada Uangnya

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:47 WIB

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong  Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Gaji di Bawah Rp8 Juta Kini Tergolong Miskin Baru, Warga UMK Harus Bersaing untuk Rumah Subsidi

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:36 WIB

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Purbaya Bantah Patriot Bond Mirip Tax Amnesty, Minta Investor Segera Beli

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29 WIB

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Harga Emas dan Perak Terperosok, Ada Apa dengan Pasar Global?

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 11:11 WIB

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Berhasil Kantongi Utang Rp301 T dari China, Purbaya Langsung Dapat Gelar Profesor!

Bisnis | Rabu, 24 Juni 2026 | 10:58 WIB