Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.394,125
LQ45 627,469
Srikehati 306,090
JII 380,924
USD/IDR 17.839

Dukung Transisi Energi, Menteri ESDM dan Menkomarves Apresiasi Program HEAL

Iwan Supriyatna

Senin, 20 Mei 2024 | 06:36 WIB
Dukung Transisi Energi, Menteri ESDM dan Menkomarves Apresiasi Program HEAL
Program pembelajaran aksi baru “Happy Energy Action Leadership: Energy Transition, Livelihood, Systems, and Blended Finance.”

Suara.com - United In Diversity Foundation bersama Rocky Mountain Institute meluncurkan program pembelajaran aksi baru “Happy Energy Action Leadership: Energy Transition, Livelihood, Systems, and Blended Finance.” Program ini bertujuan untuk mengkatalisasi perubahan sistem yang transformatif demi masa depan energi yang membahagiakan, tangguh, dan berkeadilan dengan cara membekali para pelaku transisi energi - baik lokal maupun global - dengan kapasitas untuk mengatasi berbagai hambatan sistemik dengan menggunakan pemikiran holistik, dan cara belajar serta pemecahan masalah yang berorientasi pada masa depan, lintas sektoral, dan multidisiplin.

Peluncuran ini diumumkan pada dialog Global Blended Finance Alliance (GBFA) di G20 Bali: “Natural Capital, Communities, and Climate Action for A Better Business and Better World,” yang diselenggarakan oleh Tri Hita Karana Forum dan World Economic Forum dalam rangka World Water Forum ke-10 di Bali.

Dialog ini bertujuan untuk mengkatalisasi aksi global untuk melindungi, memulihkan, dan meregenerasi sumber daya alam dan lingkungan, serta mengeksplorasi ide-ide dan solusi yang muncul untuk perubahan sistem yang menempatkan alam, masyarakat, dan aksi iklim sebagai fokus utama.

Saat programnya dimulai nanti, HEAL akan mengajak 45 pemimpin di bidang transisi energi dari berbagai sektor - pembuat kebijakan, lembaga keuangan nasional dan multilateral, negara-negara donor, produsen energi, pemerintah daerah, universitas, dan organisasi masyarakat sipil - dalam sebuah perjalanan pembelajaran holistik yang berlangsung selama empat bulan.

Programnya akan mencakup lokakarya tatap muka, kunjungan lapangan yang mendalam, modul peningkatan kapasitas multidisiplin secara daring, serta kerja kelompok yang meresponi langsung berbagai tantangan dari proyek-proyek transisi energi yang otentik.

Model pembelajaran campuran ini diimplementasikan di lingkungan yang secara sengaja difasilitasi untuk mewakili keragaman suara dan perspektif dalam transisi energi. Hal ini memungkinkan peserta untuk melihat dan memahami seluruh sistem, sehingga membawa pada koordinasi yang lebih baik antara para pemangku kepentingan, solusi yang lebih inovatif, dan menjadi fondasi untuk perubahan transformatif yang lebih dalam dan luas baik melalui instrumen kebijakan, inovasi keuangan, penyiapan sumber daya manusia, dan keadilan iklim.

Dalam sambutannya pada acara peluncuran ini, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif menyambut baik kehadiran program HEAL.

“Tugas untuk mewujudkan target nol emisi Indonesia menjadi semakin penting saat ini, seiring dengan upaya kita untuk mengurangi dampak krisis iklim. Kita harus memastikan bahwa peluang seperti Just Energy Transition Partnership (Kemitraan Transisi Energi Berkeadilan) dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan global menjaga suhu bumi di bawah 1,5 derajat Celcius di atas level pra-industri serta mewujudkan transisi energi yang adil dan merata bagi Indonesia. Ini adalah tantangan yang kompleks dan memiliki banyak sisi yang mengharuskan semua pemangku kepentingan untuk bekerja sama untuk menghasilkan solusi inovatif di berbagai bidang. HEAL tidak diragukan lagi akan membantu mempercepat upaya-upaya tersebut dengan menyelaraskan upaya bersama ini. Saya berharap semua pemangku kepentingan yang relevan, baik lokal maupun internasional, akan berpartisipasi untuk menyukseskan program ini,” kata Arifin ditulis Senin (20/5/2024).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia dan Tri Hita Karana co-host, Luhut Binsar Panjaitan, menekankan pentingnya program ini.

baca juga

“Mata dunia tertuju ke Indonesia sehingga kita harus menjadi contoh sukses transisi energi yang adil, dengan menyeimbangkan pembangunan ekonomi, kesetaraan sosial, dan pemeliharaan lingkungan. Inisiatif seperti JETP perlu didukung oleh penyelarasan pemangku kepentingan yang sepadan, tidak hanya dalam hal teknis tetapi juga dalam hal membangun relasi antar institusi. Oleh karena itu, saya mendorong negara-negara IPG, anggota GFANZ, kementerian dan lembaga, serta organisasi masyarakat sipil untuk bergabung dengan HEAL agar kita dapat menggunakan kesempatan ini untuk belajar bersama dalam menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada,” kata Luhut.

Menjelaskan motivasi program ini, Tantowi Yahya, Presiden United In Diversity dan Duta Besar Keliling Indonesia untuk Pasifik, mengatakan, “Kalau kita menengok tiga puluh enam tahun lalu, realitas masa kini dengan adanya asisten kecerdasan buatan Artificial Intelligence assistant (AI) berukuran saku dan algoritma yang dipersenjatai sedemikian sehingga menentukan hasil politik global, di tengah-tengah ancaman eksistensial lingkungan bagi umat manusia akan terdengar seperti fiksi ilmiah, namun pada kenyataannya itulah realita kita. Dan kita masih belajar untuk memahami dan mengelola dampak dari gangguan tersebut terhadap tatanan masyarakat, demokrasi, budaya, dan masa depan kita.”

“Oleh karena itu, menatap ke depan tiga puluh enam tahun menuju ambisi Indonesia mencapai nol emisi bersih di tahun 2060, sangat bijaksana bagi kita untuk mengantisipasi bahwa sektor energi akan mengalami gangguan yang tidak terpikirkan sebelumnya, baik dari krisis iklim maupun melalui inovasi dalam sumber energi, penyimpanan, akses, dan model bisnis,” lanjutnya.

“Oleh karena itu, kita harus siap untuk mengevolusikan instrumen-instrumen kemasyarakatan kita – kebijakan, sumber daya manusia, pembiayaan, dan model bisnis - sehingga kita dapat memanfaatkan setiap gangguan yang tiba untuk mewujudkan tujuan kita yang sejati, yaitu menciptakan masyarakat yang bahagia, tangguh, dan adil. Dan tidak ada cara lain untuk melakukannya selain dengan belajar, berpikir, dan bertumbuh bersama, bukan sebagai silo, tetapi sebagai bagian-bagian yang sama dari sebuah sistem yang saling terhubung. UID bersama RMI telah merancang HEAL untuk menyediakan ruang untuk hal tersebut.”

Wini Rizkiningayu, Principal Rocky Mountain Institute untuk Asia Tenggara, mengatakan, “Kami sangat senang dapat bermitra dengan UID dalam melaksanakan program ini, dan bahkan lebih senang lagi karena kami berkesempatan untuk bekerja sama dengan teman-teman lokal, nasional, dan internasional lainnya dalam mendukung agenda net zero dan transisi energi di Indonesia.”

Terakhir, Shobi Lawalata, Pimpinan Program HEAL dan fasilitator senior UID serta Direktur Program Akademik dan Pembelajaran menambahkan, “Tidak banyak program yang menggunakan pendekatan sistemik yang mendorong pola pikir interdependensi (saling bergantung) dan pemikiran multi-disipliner non-linear dalam peningkatan kapasitas. Sedangkan tantangan kita saat ini semakin kompleks dan mengharuskan kita untuk melakukan hal tersebut. Oleh karena itu, kami sangat senang dapat membawa pendekatan baru ini ke dalam cara kita bercakap dan bertindak secara tepat waktu dan mendesak untuk transisi energi. Kami berterima kasih atas dukungan yang telah kami terima sejauh ini dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan pemangku kepentingan lainnya yang telah memberikan dukungan dan masukan kepada kami, dan kami berharap pihak-pihak lain akan ikut serta dalam perjalanan ini. Kita membutuhkannya, dan anak cucu kita juga membutuhkannya.”

Pada acara ini turut hadir Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Arifin Tasrif, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, Managing Director Center for Nature and Climate WEF Gim Huay Neo, Direktur Mitigasi dan Adaptasi Green Climate Fund German Valasquez, Country Director Indonesia President Mission Asian Development Bank Jiro Tominaga, Direktur TiE Global Amit Gupta, Presiden United In Diversity dan Presiden Komisioner Kura Kura Bali Tantowi Yahya, Presiden Kehormatan United In Diversity Sir Gordon Duff, Presiden Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Edwin Syahruzad, and Co-Founder United In Diversity Foundation Cherie Nursalim.

Tentang Dialog Global Blended Finance Alliance (GBFA) G20 Bali: “Komunitas Modal Alam dan Aksi Iklim untuk Bisnis yang Lebih Baik, Dunia yang Lebih Baik,” Dialog Global Blended Finance (GBFA) G20 Bali: “Modal Alam, Masyarakat dan Aksi Iklim untuk Bisnis yang Lebih Baik dan Dunia yang Lebih Baik” bertujuan untuk mengkatalisasi aksi global untuk melindungi, memulihkan, dan meregenerasi sumber daya alam dan lingkungan.

Dalam konteks World Water Forum ke-10 di Bali, dialog ini akan mengeksplorasi ide-ide dan solusi yang muncul untuk perubahan sistem yang menempatkan alam, masyarakat, dan aksi iklim sebagai intinya. Hal ini mencakup peran blended finance dalam mempercepat investasi untuk perubahan sistem transformatif dan dekarbonisasi, solusi yang ramah lingkungan dan iklim untuk air tawar dan lautan, kearifan lokal untuk meningkatkan konservasi alam dan daerah aliran sungai, serta transisi energi menuju lingkungan bersih.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perlu Ada Industri untuk Kembangkan Penggunaan EBT di Dalam Negeri

Perlu Ada Industri untuk Kembangkan Penggunaan EBT di Dalam Negeri

Bisnis | Jum'at, 17 Mei 2024 | 18:25 WIB

Kecerdasan Buatan Bikin Boros Pengelolaan Energi di Data Center

Kecerdasan Buatan Bikin Boros Pengelolaan Energi di Data Center

Bisnis | Jum'at, 17 Mei 2024 | 17:18 WIB

Indonesia Penghasil Nikel Terbesar Dunia, Harga EV Bisa Turun

Indonesia Penghasil Nikel Terbesar Dunia, Harga EV Bisa Turun

Bisnis | Jum'at, 10 Mei 2024 | 15:07 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

4 Rekomendasi Rice Cooker untuk 1 Orang, agar Nasi Tak Mubazir

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:10 WIB

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Tren Bisnis Kuliner dan Properti Dilirik Investor, Bagaimana Proyeksinya

Bisnis | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:05 WIB

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Gratifikasi Rp20,7 Miliar, KPK Tahan Eks Bos Pajak Jakarta Khusus

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Dari Kosong hingga Omzet Puluhan Juta, Cerita Ari Mengubah Tren Kopi Menjadi Peluang UMKM

Jawa Tengah | Kamis, 20 Agustus 2026 | 05:57 WIB

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Bukan Cuma Jualan Dawet, Cerita Siti Aminah Bikin Usaha Tradisional Tetap Laris

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 00:03 WIB

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Mengintip EIGER Nature, Wajah Baru Ekowisata Bogor yang Buka September 2026

Bogor | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Kata Warga, Pedagang hingga Ojol soal Demo Mahasiswa Digelar di Bundaran HI

Jakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:36 WIB

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Bukan Sekadar Bikin Citra, Ini Cara PR Membangun Kepercayaan di Era AI

Lifestyle | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Mendagri Apresiasi Posko Sikka, Dirjen Bina Adwil Dorong Percepatan Pendataan Pascagempa Maumere

Bali | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:30 WIB

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

×