Sri Mulyani Sebut Kuliah Gratis Bisa Diberikan, Kalau Bayar Pajaknya Lebih Besar

Achmad Fauzi

Kamis, 30 Mei 2024 | 13:54 WIB
Sri Mulyani Sebut Kuliah Gratis Bisa Diberikan, Kalau Bayar Pajaknya Lebih Besar
Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Kepresidenan, Jumat (5/4/2024). (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan tidak ada negara di dunia yang menerapkan pendidikan gratis tanpa membebankan masyarakat. Menurut dia, negara pasti akan mematok beban besar, untuk memberikan pelayanan gratis ke penduduknya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mencontohkan, negara-negara Nordik yang memberikan pendidikan gratis sampai perguruan tinggi. Tapi dibalik itu, negara-negara Nordik itu justru memeras rakyat dengan mematok pajak hingga mencapai 70%.

Hal ini Sri Mulyani sampaikan, setelah dirinya kerap mendapatkan celetukan bahwa masyarakat RI ingin mendapatkan pendidikan gratis sampai perguruan tinggi.

"Saya tuh sering juga orang-orang menyeletuk 'mbok ya kayak Nordic Country itu lho, segala macam bebas sampai perguruan tinggi, dari lahir sampai perguruan tinggi dia nggak perlu bayar apa-apa. Memang anak itu nggak bayar, yang bayar itu orang tuanya, tax-nya bisa 65-70% dari income mereka," ujarnya dalam Seminar di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Kamis (30/5/2024).

Sekelompok mahasiswa UAJY tengah berdiskusi [Suara.com]
Sekelompok mahasiswa UAJY tengah berdiskusi [Suara.com]

Wanita yang kerap disapa Ani ini kembali bercerita, temannya asal Finlandia yang bekerja di Bank Dunia mengaku dipatok pajak tinggi sebesar 70% dari pendapatan total.

"Saya pernah punya teman di Bank Dunia, dia dari Finlandia. Saya tanya, how much tax you pay? Oh, around 70%. Jadi kalau kamu dapat USD 100 ribu, kamu cuma dapat USD 30 ribu? Iya," jelas dia.

Dengan cerita ini, Sri Mulyani menegaskan bahwa, tidak ada di dunia yang diberikan gratis, tetapi tidak diberikan beban yang tinggi.

"Orang anggap itu semuanya gratis, nggak ada yang bayar. Di dunia nggak ada yang gratis, pasti ada yang bayar. Dalam hal ini, if you want to create social safety net seperti di Nordic Country, then you have prepare for a very big high income tax," tegas dia.

Sri Mulyani mengakui, sumber daya manusia (SDM) Indonesia harus segera dinaikkan kualitasnya, karena menjadi bom waktu buat Indonesia. Dia menambahkan, Jika skil SDM RI segitu-gitu saja, maka akan menambah beban negara.

baca juga

"SDM itu potensi karena Indonesia demografinya muda, tapi dia bisa menjadi risiko liability pada saat SDM-nya tidak ditingkatkan. Makanya kita selalu debat, bagus bicara tentang kesehatan, pendidikan, jaminan sosial. Pada saat demografi kita masih muda, debat itu menurut saya baik dan sehat," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Capai Puluhan Juta, Segini Honor yang Didapat Pengurus Tapera

Capai Puluhan Juta, Segini Honor yang Didapat Pengurus Tapera

Bisnis | Rabu, 29 Mei 2024 | 20:09 WIB

Sri Mulyani dan Basuki Jadi Anggota Pengawas BP Tapera

Sri Mulyani dan Basuki Jadi Anggota Pengawas BP Tapera

Bisnis | Rabu, 29 Mei 2024 | 14:28 WIB

Ada Kabar Subsidi BBM Bakal Dipotong, Benar Nggak Sri Mulyani?

Ada Kabar Subsidi BBM Bakal Dipotong, Benar Nggak Sri Mulyani?

Bisnis | Selasa, 28 Mei 2024 | 07:36 WIB

Terkini

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Hybrid Fitness Race Khusus Perempuan Hadir di Indonesia

Sport | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:45 WIB

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel United Tak Terkalahkan 4 Laga, Tegar Hening Absen Jelang Derby Sumatera

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Laba PTBA Tembus Rp4,41 Triliun, Pendapatan Naik 12 Persen hingga Kuartal III 2026

Sumsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:31 WIB

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Nugroho Herucahyono Dorong Talenta Indonesia Berani Bangun Teknologi untuk Dunia

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:17 WIB

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

35 Tahun Yugoslavia Bubar, Siapa Paling Untung di Sepak Bola? Kroasia dan Serbia Menonjol

Bola | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Gibran Kalahkan Prabowo di Puncak Elektabilitas, Begini Respon Santai Jokowi

Surakarta | Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:06 WIB

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Dari Urusan Kerja hingga Menyusui, Teknologi Makin Dekat dengan Rutinitas Harian Perempuan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Indosat Perkuat 5G di Semarang, Cakupan Capai 96 Persen, UMKM hingga Pengguna AI Jadi Sasaran

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Hashim Klaim Indonesia Negara Super Kaya, Sebut Mampu Biayai MBG & Kopdes Merah Putih

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Tiga Insiden Terjadi di Porprov Jateng, KONI dan Panitia Evaluasi Prosedur Keselamatan Atlet

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB

×