Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.828.000
Beli Rp2.700.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.285

Aplikasi Belanja "Temu" Ancam Usaha Lokal? Wamendag: Patuhi Aturan atau Ditutup!

M Nurhadi | Suara.com

Kamis, 13 Juni 2024 | 15:13 WIB
Aplikasi Belanja "Temu" Ancam Usaha Lokal? Wamendag: Patuhi Aturan atau Ditutup!
Aplikasi Temu yang menghubungkan pembeli dengan penjual langsung dari China [ist]

Suara.com - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menegaskan bahwa semua aplikasi marketplace atau lokapasar harus mematuhi ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 31 Tahun 2023 tentang sistem perdagangan elektronik.

Pernyataan ini disampaikan Jerry menanggapi kekhawatiran Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki tentang aplikasi Temu yang akan segera masuk Indonesia dan dinilai lebih berbahaya daripada TikTok Shop.

"Intinya, selama ada aplikasi atau apapun bentuknya yang tidak mematuhi Permendag 31/2023 dan tidak mengikuti peraturan dari Kementerian Perdagangan terkait komersial, jual beli, transaksi, dan sebagainya, maka tidak boleh beroperasi," ujar Jerry di Jakarta, Kamis.

Jerry menyampaikan bahwa pemerintah telah mengambil tindakan tegas terhadap lokapasar yang tidak mengikuti peraturan, seperti yang dilakukan terhadap TikTok Shop yang tidak memiliki izin dagang elektronik.

Menurut Jerry, Kemendag akan menerapkan tindakan serupa terhadap aplikasi lain yang melanggar aturan.

"Kita sudah praktikan itu, langsung kita hentikan kegiatannya karena memang tidak boleh. Tapi ketika dia sudah punya izin dan dia meng-apply dengan cara yang sesuai dengan prosedur, ya itu tidak masalah," kata dia, seperti yang dikutip Suara.com dari Antara.

Dalam kesempatan yang sama, Jerry mengakubelum mendengar perihal aplikasi Temu masuk di Indonesia. Ia berpesan, jika Temu ingin membuka toko elektronik maka harus mengikuti Permendag 31/2023.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menyampaikan kekhawatiran akan masuknya aplikasi lokapasar baru yang dapat menghubungkan langsung antara pabrik di China langsung ke konsumen Indonesia.

"Ini yang saya khawatir, ada satu lagi aplikasi digital cross-border yang saya kira akan masuk ke kita, dan lebih dahsyat daripada TikTok, karena ini menghubungkan factory direct kepada konsumen," ujar Teten di Jakarta, Senin (10/6).

 
Teten mengungkapkan bahwa aplikasi yang bernama Temu berasal dari China dan sudah tersebar di 58 negara.

Menurutnya, Temu terhubung dengan 80 pabrik di China dan produk-produknya dapat diakses langsung oleh konsumen di seluruh dunia.

Selain itu, Temu dianggap lebih berisiko dibandingkan TikTok Shop karena tidak melibatkan reseller atau afiliasi dalam operasinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Mengenali Penipuan di Facebook Marketplace

Cara Mengenali Penipuan di Facebook Marketplace

Tekno | Kamis, 30 Mei 2024 | 11:32 WIB

Intip Wajah Baru Kawasan Dukuh Atas Usai Direvitalisasi

Intip Wajah Baru Kawasan Dukuh Atas Usai Direvitalisasi

Foto | Selasa, 30 April 2024 | 18:03 WIB

Bingung dengan Istilah ISO di Facebook Marketplace? Ternyata Ini Artinya

Bingung dengan Istilah ISO di Facebook Marketplace? Ternyata Ini Artinya

Tekno | Selasa, 30 April 2024 | 07:23 WIB

DJKI - Tokopedia Bantu Kembangkan Usaha Produk Indikasi Geografis di Program Geographical Indication Goes to Marketplace

DJKI - Tokopedia Bantu Kembangkan Usaha Produk Indikasi Geografis di Program Geographical Indication Goes to Marketplace

News | Selasa, 23 April 2024 | 12:53 WIB

5 Modus Penipuan yang Sering Terjadi di Facebook Marketplace

5 Modus Penipuan yang Sering Terjadi di Facebook Marketplace

Tekno | Sabtu, 20 April 2024 | 09:49 WIB

AHY Gelar Temu Kangen Pengurus dan Kader di DPP Partai Demokrat

AHY Gelar Temu Kangen Pengurus dan Kader di DPP Partai Demokrat

Kotak Suara | Jum'at, 08 Maret 2024 | 19:34 WIB

Terkini

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Suku Bunga Deposito BRI Tahun 2026

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 22:21 WIB

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Belanja Suku Cadang Lokal SMGR Tembus Rp809 Miliar di 2025

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 20:09 WIB

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Dari Limbah Jadi Nilai Ekonomi, Kisah Inspiratif Ibu Amaliyah Bersama PNM di Kampung Masigit

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:34 WIB

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Sinergi Hulu Migas Dorong Tata Kelola Sumur Rakyat dan Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 19:14 WIB

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Industri Tekstil RI Terjepit: Krisis Global dan Serbuan Barang Kawasan Berikat

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:20 WIB

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Prabowo Tunjuk Pengusaha Tambang-Sawit: Cari Makan di Sini, Simpan Uang di Luar Negeri!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:16 WIB

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Cekik Industri Tembakau Sama Saja 'Bunuh' 6 Juta Pekerja, Wamenaker: Negara Belum Siap!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:09 WIB

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

7 Subsektor Manufaktur Melemah, Kemenperin Ungkap Biang Keroknya

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 18:04 WIB

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Prabowo Gebrak Hilirisasi Fase II Senilai Rp116 Triliun: Jalan Tunggal Menuju Kemakmuran!

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:59 WIB

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

IKI April 2026 Bertahan di Level Ekspansi 51,75 Meski Bayang-bayang Global Menghantui

Bisnis | Rabu, 29 April 2026 | 17:53 WIB