- Timnas Kamboja menuai kritik suporter setelah menelan kekalahan beruntun dari Singapura dan Indonesia di Piala AFF 2026.
- Pemain naturalisasi asal berbagai negara yang diturunkan Kamboja gagal menunjukkan performa konsisten dan mengangkat prestasi tim.
- Hasil buruk tersebut membuat peluang Kamboja lolos dari fase grup Grup A Piala AFF 2026 menjadi sangat berat.
Suara.com - Timnas Kamboja menghadapi gelombang kritik dari para pendukungnya setelah hasil buruk di Piala AFF 2026.
Kekalahan beruntun membuat harapan lolos dari fase grup hampir tertutup.
Kamboja tumbang 1-2 dari Singapura pada laga pembuka, sebelum dihajar Indonesia 1-5 di pertandingan kedua. Situasi ini membuat posisi mereka di Grup A kian terjepit.
Kekecewaan suporter semakin besar karena ekspektasi tinggi terhadap para pemain naturalisasi.
Mereka sebelumnya digadang-gadang mampu mengangkat performa tim secara signifikan.
Di berbagai forum sepak bola, kritik tajam bermunculan.
![Kiper Timnas Indonesia Nadeo Arga Winata (kanan atas) menahan bola dari tendangan pesepak bola Kamboja pada ASEAN Hyundai Cup 2026 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (27/7/2026). [ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/28/32417-piala-aff-2026-timnas-indonesia-vs-kamboja-nadeo-arga-winata.jpg)
“Kami berharap pemain naturalisasi membawa perubahan, tapi laga melawan Indonesia menunjukkan perbedaan kualitas yang nyata,” tulis warga Kamboja di laman federasi.
Dalam laga kontra Singapura, Kamboja menurunkan lima pemain naturalisasi dari berbagai latar belakang.
Mereka berasal dari Jepang, Brasil, Uzbekistan, hingga Pantai Gading.
Namun performa mereka dinilai belum konsisten.
Beberapa pemain seperti Coulibaly dan Bento bahkan gagal memberi dampak sejak laga pertama.
Saat menghadapi Timnas Indonesia, pelatih Koji Gyotoku melakukan perubahan.
Coulibaly dan Bento tidak dimainkan sama sekali, sementara pemain lain tetap dipercaya sebagai starter.
Hasilnya tetap belum memuaskan. Ogawa menjadi salah satu pemain yang tampil cukup baik, sementara Hikaru dan Mirzaev justru mendapat penilaian rendah.
Mirzaev bahkan ditarik keluar di babak pertama saat tim sudah tertinggal tiga gol.