Ngeluh ke DPR Anggaran Kecil, Erick Thohir: Tak Sebanding dengan Kontribusi BUMN

Achmad Fauzi | Suara.com

Senin, 02 September 2024 | 12:15 WIB
Ngeluh ke DPR Anggaran Kecil, Erick Thohir: Tak Sebanding dengan Kontribusi BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir/Achmad Fauzi

Suara.com - Menteri BUMN Erick Thohir mengeluhkan anggaran kementeriannya di 2025 yang dianggap terlalu kecil kepada Komisi VI DPR RI. Padahal, menurut dia, kontribusi BUMN terhadap negara sangat besar lewat dividen yang disetor.

Dalam rapat kerja tersebut, Ketua Umum PSSI itu merasa kaget pagu anggaran Kementerian BUMN 2025 dipotong menjadi Rp 277 miliar. Pagu anggaran itu lebih rendah dibandingkan pada tahun 2024 Rp 284 miliar.

Erick juga bilang, pagu anggaran di 2024 tersebut juga sebenarnya telah dipangkas dari awal anggaran Rp 308 miliar.

"Ini tentu tidak sebanding dengan prestasi yang sudah didorong oleh komisi VI ataupun prestasi yang sudah kita jalankan selama ini," ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/9/2024).

Oleh karena itu, Erick meminta kepada Komisi VI DPR RI untuk menambah pagu anggaran sebesar Rp 66 milar, sehingga total anggaran menjadi Rp 344 miliar.

Dia menyebut, sebenarnya, anggaran tersebut juga masih kecil, jika dibandingkan tugas BUMN yang melimpah.

"Karena tidak lain dari angka Rp66 miliar ini sangat terlalu kecil dibanding dengan prestasi yang memang komisi VI sudah dorong kepada kami dan kami harapkan ada kebijaksanaan dari Kementerian Keuangan," ucap dia.

Erick menuturkan, tambahan anggaran itu akan digunakan untuk meningkatkan sistem pengawasan terhadap kinerja perusahaan pelat merah.

"Kalau kita lihat juga tadi kita coba bandingkan Apple dan to Apple kalau memang ini turun dari Rp284 miliar ke Rp277 miliar, sedangkan kinerja dividen ini tentu meningkat secara tertata. Artinya memang comparisons-nya sangat tidak berimbang," bilang dia.

Adapun secara rinci, pagu anggaran Kementerian BUMN 2025 digunakan untuk sebesar Rp 78 miliar buat gaji dan tunjangan (28,26 persen), operasional kantor sebesar Rp 71,62 miliar (25 persen), anggaran kesekretariatan sebesar Rp 47,35 miliar (17 persen), dan pengembangan dan pengawasan BUMN sebesar Rp 80,09 miliar (28,86 persen).

"Untuk kinerja sendiri tentu tidak lain, tadi saya sudah sampaikan terima kasih dari pada pendampingan, penekanan dan solusi solusi yang diberikan bahwa selama tahun 2020 sampai 2023 total kontribusi kementerian BUMN kepada negara yaitu senilai Rp1.940 triliun," beber dia.

"Ini kumulatif dari tahun 2020 sampai dengan 2023 di mana pajak sendiri itu Rp1.391,4 triliun, lalu PNBP dan lainnya Rp354,2 triliun, dan dividen sebesar Rp194,4 triliun," pungkas Erick.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Begini Cara BUMN Tingkatkan Mutu Layanan Logistik dan Hinterland

Begini Cara BUMN Tingkatkan Mutu Layanan Logistik dan Hinterland

Bisnis | Kamis, 29 Agustus 2024 | 06:46 WIB

Erick Thohir Andalkan Yayasan BUMN Buat Perangi Stunting

Erick Thohir Andalkan Yayasan BUMN Buat Perangi Stunting

Bisnis | Rabu, 28 Agustus 2024 | 16:30 WIB

10 Tahun Jokowi, BUMN Karya Kolaps Karena Proyek 'Paksaan'

10 Tahun Jokowi, BUMN Karya Kolaps Karena Proyek 'Paksaan'

Bisnis | Rabu, 28 Agustus 2024 | 15:33 WIB

Terkini

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Divonis Praktikkan Kartel Bunga, Pinjol Adakami dan Asetku Didenda Ratusan Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 21:21 WIB

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

KPPU Nyatakan 97 Pinjol Terbukti Lakukan Praktik Kartel, Jatuhkan Denda Rp755 Miliar

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:46 WIB

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Orang Singapura Heran, Kok Bisa Harga BBM di Indonesia Stabil?

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:39 WIB

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Krisis Energi Global, Menteri Bahlil Garansi: Kita Tidak Impor Solar, Bensin Hanya 50 Persen

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:35 WIB

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 20:12 WIB

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

HIPMI Minta Penerapan Kebijakan Bea Keluar Batu Bara Diterapkan Fleksibel

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:43 WIB

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Geopolitik Memanas, Pemerintah Klaim Ekonomi RI Tetap Tangguh

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:36 WIB

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Tol Solo-Jogja Padat, Lalu Lintas Tembus 403 Ribu Kendaraan

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:31 WIB

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Industri Kretek RI Terancam Punah Gegara Kebijakan Ini

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 19:26 WIB

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Purbaya Akui Coretax Aneh dan Salah Desain, Curiga Sengaja Dibuat Kusut

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 17:59 WIB