Biaya Hidup Mahal, Warga Jakarta Banyak Mengidap Gangguan Mental

Mohammad Fadil Djailani

Selasa, 03 September 2024 | 17:16 WIB
Biaya Hidup Mahal, Warga Jakarta Banyak Mengidap Gangguan Mental
Pekerja melintas di pelican crossing di kawasan Perkantoran Sudirman, Jakarta, Selasa (28/5/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Suara.com - Psikolog sekaligus pengurus pusat Himpunan Psikologi Indonesia (PP HIMPSI) Samanta Elsener, M. Psi., Psikolog mengemukakan bahwa biaya hidup tinggi dan trauma pengasuhan menjadi penyebab gangguan kesehatan mental yang paling banyak dialami di Jakarta.

Selain itu, menurut Samanta, jarak rumah ke kantor yang jauh membuat seseorang rentan mengalami masalah fisik sehingga meningkatkan faktor risiko stres, "burnout", depresi, cemas, hingga performa kerja menurun.

“Selain itu trauma akibat pengasuhan atau pelecehan, 'bullying', biaya hidup tinggi, menjadi 'sandwitch generation', hutang, beban sosial juga bisa jadi penyebab,” kata Samanta dikutip Antara, Selasa (3/9/2024).

Kendati demikian, menurut Samanta, sekedar bercerita (talk theraphy) tak dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang menyebabkan gangguan kesehatan mental tersebut. Sehingga, dia berharap, program yang disediakan pemimpin Jakarta mendatang dapat lebih komprehensif.

Permasalahannya itu adalah kemacetan. "Solusi yang dibutuhkan warga Jakarta adalah bagaimana macet bisa terurai dan kualitas udara Jakarta bisa lebih baik," katanya.

Sehingga, kata dia, indeks kualitas hidup dan tingkat kebahagiaan masyarakat bisa lebih sejahtera lagi secara psikologis.

Di sisi lain, Psikolog Klinis Kasandra Putranto juga menyampaikan bahwa depresi dan kecemasan merupakan salah satu primadona masalah kesehatan mental di Jakarta.

"Kalau data riset kesehatan dasar itu sebenarnya ada yang sudah dikeluarkan oleh Kemenkes. Yang jelas memang kecemasan, depresi, masih jadi salah satu primadona masalah kesehatan mental selain gangguan lain, terutama setelah pandemi," kata Kasandra.

Mengacu pada data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sekitar 1 dari 10 orang di Indonesia mengidap gangguan mental. Dalam data yang sama, Riskesdas 2018 mengungkapkan bahwa lebih dari 19 juta penduduk berusia lebih dari 15 tahun di Indonesia mengalami gangguan mental emosional.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bogor Hadirkan Rumah Sakit Khusus Tangani Kecanduan Judi Online

Bogor Hadirkan Rumah Sakit Khusus Tangani Kecanduan Judi Online

Video | Selasa, 03 September 2024 | 10:00 WIB

Kebiasaan Orangtua yang Bisa Merusak Mental Anak

Kebiasaan Orangtua yang Bisa Merusak Mental Anak

Lifestyle | Minggu, 01 September 2024 | 14:29 WIB

Cerita El Rumi Merantau di London, Sempat Mau Kerja Part Time Gegara Biaya Hidup Mahal

Cerita El Rumi Merantau di London, Sempat Mau Kerja Part Time Gegara Biaya Hidup Mahal

Lifestyle | Jum'at, 30 Agustus 2024 | 19:08 WIB

Terkini

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Segera Antre, Harga Emas Antam Makin Anjlok Jadi Rp2.561.000/Gram

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:38 WIB

Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana, Mengapa Asetnya Disimpan dalam Kripto?

Adik Kepala BNPB Tersangka Korupsi Dana Bencana, Mengapa Asetnya Disimpan dalam Kripto?

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:36 WIB

Sopir Taksi Online Jadi Incaran di Tengah Sulitnya Kerja, Berapa Pendapatannya

Sopir Taksi Online Jadi Incaran di Tengah Sulitnya Kerja, Berapa Pendapatannya

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:32 WIB

Gemini 4 Argon Bikin Robot Belajar Melempar Bola, 7 Kali Berhasil Berturut-turut

Gemini 4 Argon Bikin Robot Belajar Melempar Bola, 7 Kali Berhasil Berturut-turut

Tekno | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:20 WIB

Alfred Young Sugiri Pianis Bandung Tampil Memukau di Eropa, Momentum Benahi Musik Klasik Indonesia

Alfred Young Sugiri Pianis Bandung Tampil Memukau di Eropa, Momentum Benahi Musik Klasik Indonesia

Entertainment | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:17 WIB

Gaji PNS Bisa Telat Jika Dibayar dari KDMP, Bank Daerah Ikut Terancam

Gaji PNS Bisa Telat Jika Dibayar dari KDMP, Bank Daerah Ikut Terancam

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:16 WIB

Daftar Shio Paling Hoki di Kuartal Akhir Tahun 2026

Daftar Shio Paling Hoki di Kuartal Akhir Tahun 2026

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:15 WIB

5 Masker Wajah Alami untuk Memutihkan Kulit, Apa Saja Bahannya?

5 Masker Wajah Alami untuk Memutihkan Kulit, Apa Saja Bahannya?

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:15 WIB

IHSG Masih Betah di Level 5.900, Pantau MEDC

IHSG Masih Betah di Level 5.900, Pantau MEDC

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:13 WIB

Rekomendasi MP Club Ditutup usai Penggerebekan Narkoba, Ini Kata Agung Nugroho

Rekomendasi MP Club Ditutup usai Penggerebekan Narkoba, Ini Kata Agung Nugroho

Riau | Kamis, 15 Oktober 2026 | 09:09 WIB

×