XFA AI Milik Siapa? Diduga Jadi Platform Penipuan Berkedok Trading

M Nurhadi

Minggu, 15 September 2024 | 10:55 WIB
XFA AI Milik Siapa? Diduga Jadi Platform Penipuan Berkedok Trading
ilustrasi XFA AI

Suara.com - Pengembang aplikasi XFA AI kini tengah diperbincangkan setelah diduga menjadi sarang penipuan trading online. Aplikasi ini disebut – sebut dikembangkan oleh sebuah perusahaan AI asal Britania. Kendati demikian, informasi yang beredar di media sosial ini belum terkonfirmasi kebenarannya.

Ratusan “investor” diketahui kini menjadi korban aplikasi XFA AI. Modusnya, mereka dijanjikan keuntungan besar hanya dalam waktu singkat. Misalnya, hanya dengan modal Rp100.000, para korban dijanjikan memperoleh keuntungan Rp6.500 per hari dalam jangka waktu satu bulan berturut – turut.

Jika modal yang ditanamkan makin besar, maka keuntungan yang diperoleh pun semakin besar pula. Namun, alih – alih untung, mereka justru buntung karena uang yang mereka tanam lewat aplikasi tersebut tak bisa ditarik. Di dalam kejahatan investasi, modus ini dikenal sebagai skema ponzi.

Melansir OJK, skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini. skema ini dicetuskan oleh Charles Ponzi dari Italia, yang kemudian menjadi terkenal pada tahun 1920.

OJK mewanti – wanti masyarakat agar tak terjebak dengan modus investasi ini. Caranya dengan mewaspadai ciri – ciri skema ponzi yang umum beredar, antara lain menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat dan tanpa risiko; proses bisnis investasi yang tidak jelas; dan produk investasi biasanya milik luar negeri.

Perlu juga diwaspadai apabila pada saat investor ingin menarik investasi malah diiming-imingi investasi dengan bunga yang lebih tinggi; dan mengundang calon investor dengan menggunakan figur public; dan pengembalian macet di tengah-tengah.

Satgas Waspada Investasi OJK memberikan tips berinvestasi untuk menghindari skema Ponzi yaitu dengan cek 2 L yakni legal dan logis. L yang pertama adalah aspek legal, artinya masyarakat harus mengecek aspek legalitas perizinan sebuah badan usaha yang menawarkan investasi. Mulai dari izin badan hukum, izin kegiatan, serta izin produk. Jika itu semua tidak dimiliki oleh perusahaan tersebut, lebih baik jangan diikuti.

Selanjutnya, L yang kedua adalah memeriksa sisi logis investasi tersebut, seperti melihat rasionalitas pembagian imbal hasilnya. Karena jika pembagian keuntunggannya terlalu fantastis maka hal tersebut perlu dipertanyakan.

Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bunga Zainal Tak Lagi Menangis, Dua Terlapor Penipuan Investasi Rp6,2 Miliar Diperiksa Polisi

Bunga Zainal Tak Lagi Menangis, Dua Terlapor Penipuan Investasi Rp6,2 Miliar Diperiksa Polisi

Video | Jum'at, 13 September 2024 | 13:05 WIB

Polisi Periksa Dua Terlapor dalam Kasus Dugaan Penipuan Bunga Zainal

Polisi Periksa Dua Terlapor dalam Kasus Dugaan Penipuan Bunga Zainal

Video | Kamis, 12 September 2024 | 21:05 WIB

Kondisi Terkini Bunga Zainal Usai Polisi Panggil Terlapor di Kasus Dugaan Penipuan Rp 6,2 Miliar

Kondisi Terkini Bunga Zainal Usai Polisi Panggil Terlapor di Kasus Dugaan Penipuan Rp 6,2 Miliar

Entertainment | Kamis, 12 September 2024 | 21:30 WIB

Terkini

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

Pembubaran Ibadah GKPI Tangerang, Negara Dinilai Sengaja Pelihara Konflik

News | Senin, 21 September 2026 | 17:30 WIB

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

6 Zodiak yang Paling Hobi Kepoin Mantan, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Pemerintah Dorong Industri Otomotif Nasional Kuasai Teknologi AI dan Semikonduktor

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 17:25 WIB

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

Hotspot Karhutla Sumsel Melonjak, Kemenhut Mulai Alihkan Perhatian Operasi dari Kalteng

News | Senin, 21 September 2026 | 17:22 WIB

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Wagub Papua Selatan Desak Perhatian Menhut Soal Pembabatan Hutan

Video | Senin, 21 September 2026 | 17:21 WIB

Tempat Kerja Ditutup dan Ditembok, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Mengadu ke Balai Kota

Tempat Kerja Ditutup dan Ditembok, Ratusan Karyawan Club de Arjuna Mengadu ke Balai Kota

News | Senin, 21 September 2026 | 17:21 WIB

Dari LRT ke Pilpres 2029, Seberapa Jauh Kemesraan Prabowo-Pramono Bisa Berlanjut?

Dari LRT ke Pilpres 2029, Seberapa Jauh Kemesraan Prabowo-Pramono Bisa Berlanjut?

News | Senin, 21 September 2026 | 17:20 WIB

Kulit Halus Tanpa Cekat-cekit! 4 Serum Eksfoliasi untuk Pemula Usia 20-an

Kulit Halus Tanpa Cekat-cekit! 4 Serum Eksfoliasi untuk Pemula Usia 20-an

Your Say | Senin, 21 September 2026 | 17:20 WIB

Bagaimana Cara Melacak iPhone yang Hilang? Jangan Panik, Ikuti Langkah Ini

Bagaimana Cara Melacak iPhone yang Hilang? Jangan Panik, Ikuti Langkah Ini

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 17:13 WIB

Gelar Doa Bersama, Dewan Pers Sebut 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Sebagai Pahlawan Pers

Gelar Doa Bersama, Dewan Pers Sebut 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau Sebagai Pahlawan Pers

News | Senin, 21 September 2026 | 17:11 WIB

×