Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.267,880
LQ45 625,790
Srikehati 305,028
JII 377,806
USD/IDR 17.830

Dulu Berjaya Karena Jadi Kiblat Industri Baja, Kini Krakatau Steel Merana Terlilit Tumpukkan Utang

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 30 September 2024 | 12:46 WIB
Dulu Berjaya Karena Jadi Kiblat Industri Baja, Kini Krakatau Steel Merana Terlilit Tumpukkan Utang
PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) tengah berjuang menghadapi beban utang yang mencapai puluhan triliunan rupiah. (Foto Ist)

Suara.com - PT Krakatau Steel Tbk yang pernah menjadi kiblat industri baja nasional, kini merintih kesakitan. Perusahaan pelat merah ini dulu begitu disegani hingga pengusaha baja China datang berguru.

Namun, seiring berjalannya waktu, Krakatau Steel justru terjerat dalam lilitan utang triliunan rupiah.

Maraknya impor baja dari China menjadi salah satu penyebab utama kemerosotan Krakatau Steel saat ini.

Produk-produk baja China yang lebih murah membanjiri pasar domestik, membuat produk dalam negeri sulit bersaing. Kondisi ini semakin diperparah dengan sejumlah masalah internal perusahaan, seperti efisiensi produksi yang rendah dan utang yang terus membengkak.

Kini perusahaan dengan kode saham KRAS ini sedang harap-harap cemas karena proses restrukturisasi utangnya akan ditentukan bulan Oktober 2024 ini kepada para krediturnya.

Mengutip Bloomberg pada Senin (30/9/2024) total restrukturisasi utang KRAS mencapai USD1,5 miliar atau setara Rp22,68 triliun menurut sumber.

Didirikan pada tahun 1970, Krakatau Steel pernah menjadi tuan rumah bagi para industrialis dari Cina yang ingin belajar bagaimana negara mereka dapat mempercepat produksi baja sendiri. Maju beberapa dekade dan perusahaan Indonesia ini tiba-tiba harus bergulat dengan tumpukkan utang yang menggunung.

Menriknya kondisi ini terjadi usai makin maraknya baja impor asal China dengan harga yang jauh lebih murah.

Sebelumnya Krakatau Steel juga pernah melakukan restrukturisasi utang senilai USD2 miliar pada tahun 2020. Ketika itu, kinerja bisnisnya anjlok karena digempur baja impor yang lebih murah dari Cina dan beberapa tempat lain.

baca juga

Menurut sumber itu pula, kini Krakatau Steel memohon kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk melindungi industri baja lokal dengan membatasi impor baja berkualitas rendah.

Akan tetapi, kebakaran di salah satu pabriknya tahun lalu menyebabkan kinerja Krakatau Steel memburuk lagi. Direktur keuangan Krakatau Steel mengatakan bahwa perusahaan perlu merestrukturisasi pinjamannya.

Sejauh ini belum ada tanggapan dari Krakatau Steel maupun Kementerian BUMN tentang kabar tersebut.

Dalam keterbukaan informasi BEI awal bulan September 2024 kemarin, Direktur Utama Krakatau Steel Purwono Widodo mengatakan bahwa pemegang saham telah menyetujui program Rencana Penyehatan Keuangan (RPK), salah satunya meliputi aspek skema restrukturisasi lanjutan dalam penyelesaian utang tranche A, B, dan C.

Purwono menyampaikan bahwa perseroan telah membayar sebagian pokok utang dan bunga dengan nilai total sebesar US$509 juta. Pembayaran ini membuat utang perseroan kepada kreditur tersisa USD1,5 miliar.

"Sehingga kami punya napas dan bisa menjaga bisnis perusahaan dalam jangka panjang,” ungkap Purwono.

Para kreditur KRAS itu terdiri dari sejumlah bank BUMN hingga swasta.

KRAS juga telah mencapai master restructuring agreement (MRA) bersama 10 kreditur pada 2019 dan 2020 lalu, dengan total sebesar USD1,94 miliar.

Beberapa kreditur tersebut yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT OCBC NISP Tbk (NISP), PT Bank ICBC Indonesia, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, PT Bank DBS Indonesia, Standard Chartered Bank Indonesia, dan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Info A1! 2 Pemain Keturunan Ganas Bela Timnas Indonesia Lawan Bahrain dan China, Shin Tae-yong: Langsung Gabung

Info A1! 2 Pemain Keturunan Ganas Bela Timnas Indonesia Lawan Bahrain dan China, Shin Tae-yong: Langsung Gabung

Bola | Senin, 30 September 2024 | 11:29 WIB

BUMN Krakatau Steel Terlilit Utang Puluhan Triliun, Nasibnya Ditentukan Oktober Ini

BUMN Krakatau Steel Terlilit Utang Puluhan Triliun, Nasibnya Ditentukan Oktober Ini

Bisnis | Senin, 30 September 2024 | 10:23 WIB

Konsisten! Bank Mandiri Berperan Aktif dalam Meningkatkan Prestasi Olahraga Nasional

Konsisten! Bank Mandiri Berperan Aktif dalam Meningkatkan Prestasi Olahraga Nasional

Sport | Minggu, 29 September 2024 | 15:17 WIB

Terkini

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

3 Zodiak yang Beruntung dan Punya Nasib Baik 12 Agustus 2026, Keinginan akan Terwujud

Lifestyle | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:31 WIB

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di  Selat Bab Al Mandeb

Total 3 WNI Jadi Korban Serangan Bom Drone Houthi Yaman di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:26 WIB

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

ABK WNI Tewas Diserang Kelompok Houthi di Selat Bab Al Mandeb

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:18 WIB

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

WNA China Diduga Dilecehkan Saat Bikin Video di Lovina Bali

Bali | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:32 WIB

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Bibit Durian Diturunkan di Pelabuhan Makassar Padahal Punya Izin, Ini Respons Badan Karantina

Sulsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:11 WIB

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:56 WIB

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:53 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor

Bogor | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:37 WIB

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi

Jabar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:13 WIB

×