- Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengumumkan inovasi layanan perbankan digital di Jakarta pada Senin, 28 September 2026.
- Bank Raya meluncurkan fitur yang menghubungkan data aktivitas fisik nasabah dengan target menabung melalui Aplikasi Raya dan perangkat seluler.
- Bank Raya berkolaborasi dengan Jejakin menghadirkan fitur Raya Jejak Hijau untuk menghitung estimasi emisi karbon dari transaksi digital.
Suara.com - Bank Digital mulai mengubah arah bisnis, tak hanya fokus pada transaksi, tetapi juga menggabungkan layanan perbankan dengan kebiasaan sehari-hari nasabah. Misalnya, Bank Raya, a yang menghubungkan aktivitas fisik dengan kebiasaan menabung.
Melalui fitur ini, aktivitas seperti jumlah langkah, jarak tempuh, hingga kalori yang terbakar dapat dikaitkan dengan target finansial. Dengan begitu, aktivitas fisik yang dilakukan nasabah dapat menjadi bagian dari perjalanan untuk membangun kebiasaan menabung.
Nasabah dapat menentukan target aktivitas maupun nominal tabungan yang ingin dicapai, kemudian menghubungkannya dengan mekanisme menabung melalui Aplikasi Raya.
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengatakan, inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan layanan perbankan digital yang lebih dekat dengan keseharian masyarakat.
"Kami ingin menghadirkan pengalaman perbankan digital yang tidak hanya berfokus pada aktivitas finansial, tetapi juga dapat terintegrasi dengan keseharian nasabah, khususnya dalam membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat dan disiplin dalam mencapai tujuan finansial," ujarnya di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Aktivitas fisik nasabah juga dapat terintegrasi dengan data kesehatan melalui Health Connect pada perangkat Android dan Apple Health pada perangkat iOS.
Integrasi tersebut membuat aktivitas fisik yang dilakukan nasabah dapat tercatat secara lebih praktis. Selanjutnya, aktivitas tersebut dapat dihubungkan dengan target menabung yang telah ditentukan.
Konsep ini membuat aktivitas menabung tidak hanya ditempatkan sebagai kegiatan finansial, tetapi juga dikaitkan dengan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Bank Raya melihat pendekatan tersebut sebagai bagian dari pengembangan layanan perbankan digital yang lebih interaktif. Nasabah tidak hanya menggunakan aplikasi untuk melakukan transaksi, tetapi juga dapat menghubungkan aktivitas sehari-hari dengan tujuan finansial.
Bank Raya juga meluncurkan Raya Jejak Hijau. Fitur ini membawa aspek keberlanjutan ke dalam aktivitas transaksi digital dengan memberikan informasi mengenai estimasi emisi karbon atau CO2e yang dihemat dari setiap transaksi digital nasabah.
Raya Jejak Hijau dikembangkan melalui kolaborasi dengan Jejakin dengan memanfaatkan solusi CarbonIQ untuk menghitung estimasi avoided emissions dari transaksi digital nasabah.
Kehadiran dua fitur tersebut menunjukkan upaya Bank Raya memperluas pengalaman perbankan digital ke sejumlah aspek kehidupan nasabah, mulai dari kesehatan, kebiasaan finansial hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Bagus mengatakan, pengembangan layanan tersebut akan terus dilakukan seiring dengan perubahan kebutuhan masyarakat.
"Ke depan, kami ingin pertumbuhan Bank Raya terus berjalan seiring dengan terciptanya nilai tambah bagi nasabah, masyarakat, dan lingkungan," pungkas Bagus.