Mendag Zulhas Akui Harga Pangan Terlalu Murah, Biang Kerok Deflasi?

Achmad Fauzi

Jum'at, 04 Oktober 2024 | 17:02 WIB
Mendag Zulhas Akui Harga Pangan Terlalu Murah, Biang Kerok Deflasi?
Aksi Borong Mendag Zulhas saat mengunjungi Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (15/3/2024)/(Suara.com/Achmad Fauzi).

Suara.com - Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Mendag Zulhas) akan mendalami harga pangan yang kekinian terlalu murah terhadap deflasi. Kondisi deflasi ini telah belangsung selama lima bulan, di mana mengindikasikan bahwa daya beli tengah turun.

Mendag Zulhas mengakui memang saat ini harga pangan sangat murah. Mulai dari cabai, bawang, hingga telur harganya sudah turun.

"Cabai terlalu murah, misalkan patokan kita Rp 40 ribu, di pasar cuma Rp 15 ribu, itu langsung bangkrut petaninya gitu loh, atau apa? Telur, kalo telur standar kita kan Rp 28 ribu, kalo dia cuma harganya Rp 24 ribu, itu tutup. Nah ini memang ada beberapa yang terlalu murah. Terlalu murah," ujarnya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (4/10/2024).

"Terlalu murah ini kan kita belum ada jalan untuk membantunya kan gitu, belum ada. Seperti cabe, bawang murah sekali ya, termasuk saya kira juga telur," sambung Mendag Zulhas.

Dia memandang, murahnya harga pangan ini, lebih karena pasokannya tengah melimpah. Mendag Zulhas menjelaskan, banyaknya pasokan ini imbas musim panen yang berhasil.

"Nah apakah itu terkait dengan daya beli? Saya kira kalo saya keliling ke pasar-pasar memang yang nampak itu karena peralihan musim, dulu kan hujan ya abis itu enggak gitu, sehingga panennya sempurna, bawang, cabe kalo ujan terlalu banyak kan dia busuk, ini sehingga suplainya banyak," ucap dia.

Namun, Mendag Zulhas bilang, keterkaitan deflasi dengan harga pangan yang murah ini harus dikaji lebih dalam.

"Apa karena suplainya banyak sekali sehingga harganya terlalu murah, atau daya beli yang turun nanti kita lihat, kita kaji lebih lanjut," beber dia.

Mendag Zulhas, kondisi seperti ini memang serba salah bagi pemerintah, karena dengan harga yang murah justru membuat keuntungan petani berkurang.

baca juga

"Dulu kan saya sering dibully, saya kalo ngomong ini harganya kemurahan terus dibully, dimarah-marahi saya ini karena terus terang memang kalo inflasi itu naik ya kita cepat bisa atasi sebetulnya karena ada bupati, ada walikota ada anggaran APBD dari dana yang tidak terduga kan, bisa, bisa itu. Tapi kalo harga terlalu murah, kalo saya bilang terlalu murah pasti saya dibully lagi nih," pungkas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Deflasi RI Lima Kali Beruntun, Sri Mulyani Justru Senang

Deflasi RI Lima Kali Beruntun, Sri Mulyani Justru Senang

Bisnis | Jum'at, 04 Oktober 2024 | 14:08 WIB

Kemenko Ekonomi Bantah Deflasi Gegara Daya Beli Turun, Sebut Pembiayaan Properti Laris

Kemenko Ekonomi Bantah Deflasi Gegara Daya Beli Turun, Sebut Pembiayaan Properti Laris

Bisnis | Kamis, 03 Oktober 2024 | 14:18 WIB

Kata Menko Airlangga Soal Deflasi RI yang Terjadi 5 Bulan Beruntun

Kata Menko Airlangga Soal Deflasi RI yang Terjadi 5 Bulan Beruntun

Bisnis | Rabu, 02 Oktober 2024 | 16:30 WIB

Terkini

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

Coba Hilangkan Bukti, Pembacok Bobotoh Persib di Bogor Buang Celurit ke Selokan

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:22 WIB

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

Golkar Bidik Naikkan Kursi di Pemilu 2029, Target Lampaui 102 Kursi DPR!

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 23:13 WIB

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Pendapatan Meroket 1.368%, Tapi Saingan ChatGPT Ini Malah Rugi Rp1.300 Triliun!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Polres Bogor Ringkus Pelaku Pembacokan Bobotoh di Karadenan, Celurit Jadi Bukti

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Operasi Patuh Maung 2026 di Banten, Ini Daftar Titik yang Perlu Diwaspadai Pengendara

Banten | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

Ditangkap di Karadenan Bogor! Pembacok Bobotoh Terancam 15 Tahun Penjara

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:45 WIB

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Olah TKP Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Asal Bogor, Polda Jatim Cek Tungku Pembakaran Jasad

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Jatuh Bangun Bisnis, Pengusaha Perlu Tahu Kapan Harus Bertahan atau Berubah

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Alasan Danantara Mau Tutup dan Likuidasi 750 BUMN

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:33 WIB

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Tak Ada Pinjaman Baru di APBD 2027, Sekda Jabar sebut Fokus Rasionalisasi Belanja

Jabar | Senin, 26 Oktober 2026 | 22:30 WIB

×