Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Ekonomi Indonesia vs Bahrain, Siapa Pemenangnya?

M Nurhadi

Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:54 WIB
Ekonomi Indonesia vs Bahrain, Siapa Pemenangnya?
Bahrain vs Timnas Indonesia (IG FIFA)

Suara.com - Timnas Indonesia akan melawan Timnas Bahrain dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Putran Ketiga. Pertemuan keduanya sangat dinantikan oleh pecinta sepak bola tanah air, terbukti dengan tingginya aktivitas bertagar #TimnasDay pada hari ini, Kamis (10/10/2024).

Pertandingan Timnas Indonesia dengan Bahrain digelar hari ini di Bahrain National Stadium, sekitar pukul 21.30 WIB dan disiarkan langsung di RCTI. Kemenangan Indonesia tentu memupuk harapan Timnas Indonesia untuk pertama kalinya bermain di Piala Dunia pasca merdeka.

Namun, terlepas dari persaingan kedua negara di Piala Dunia. Kekuatan ekonomi kedua negara juga cukup menarik untuk disimak.

Ekonomi Indonesia vs Bahrain

Perbandingan antara kekuatan ekonomi Indonesia dan Bahrain menunjukkan adanya kontras yang cukup mencolok. Meskipun Indonesia memiliki skala ekonomi yang jauh lebih besar dari segi Produk Domestik Bruto (PDB), Bahrain justru unggul dalam hal pendapatan per kapita, yang mencerminkan standar hidup yang lebih tinggi di negara Teluk tersebut.

PDB Indonesia dan Bahrain: Perbedaan Skala Ekonomi

Indonesia, dengan populasi lebih dari 270 juta jiwa, mencatatkan PDB sekitar US$1.39 triliun pada tahun 2023 (Trading Economics).

Angka ini menempatkan Indonesia sebagai salah satu ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan G20. Ekonomi Indonesia ditopang oleh sektor pertanian, manufaktur, dan jasa, dengan pertumbuhan PDB tahunan yang stabil di sekitar 5%. Meskipun besar, ekonomi Indonesia menghadapi tantangan seperti distribusi kekayaan yang tidak merata dan infrastruktur rentan.

Di sisi lain, Bahrain, meskipun berukuran kecil dan hanya memiliki populasi sekitar 1,5 juta jiwa, mencatatkan PDB sebesar US$41 miliar (Data Bank Dunia, 2023).

baca juga

Sebagai negara yang sangat bergantung pada sektor minyak dan gas, ekonomi Bahrain terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak global. Meskipun begitu, Bahrain tetap berusaha melakukan diversifikasi ekonomi dengan mengembangkan sektor keuangan, pariwisata, dan industri lain yang berorientasi pada teknologi.

Pendapatan Per Kapita: Kesenjangan Kesejahteraan

Pendapatan per kapita adalah salah satu indikator penting dalam mengukur kesejahteraan suatu negara. Di sini, Bahrain unggul jauh dibandingkan Indonesia. Pendapatan per kapita Bahrain pada tahun 2023 tercatat sekitar US$28.955, mencerminkan tingkat kesejahteraan yang tinggi di negara tersebut, meskipun populasinya jauh lebih kecil. Kesejahteraan tinggi ini dapat dicapai berkat sumber daya minyak yang besar dan kebijakan sosial yang memberikan akses pendidikan dan kesehatan yang memadai bagi warganya.

Sebaliknya, Indonesia mencatat pendapatan per kapita sekitar US$4.247 pada 2023 lalu. Meskipun telah ada perbaikan dalam beberapa tahun terakhir, angka ini masih menempatkan Indonesia dalam kategori negara berkembang, di mana tantangan pemerataan kesejahteraan dan pengentasan kemiskinan masih menjadi fokus utama. Perbedaan signifikan ini menunjukkan bagaimana meskipun Indonesia memiliki PDB yang jauh lebih besar, standar hidup rata-rata warganya masih berada di bawah negara-negara kecil kaya seperti Bahrain.

Struktur Ekonomi: Ekonomi Diversifikasi vs Ekonomi Berbasis Minyak

Perbedaan lainnya antara Indonesia dan Bahrain terlihat dari struktur ekonomi kedua negara. Indonesia memiliki ekonomi yang lebih beragam dengan sektor manufaktur, pertanian, dan jasa yang semuanya memberikan kontribusi besar pada PDB. Misalnya, sektor pertanian masih menjadi tulang punggung ekonomi di banyak daerah pedesaan, meskipun sektor jasa dan teknologi sedang berkembang di kota-kota besar.

Sementara itu, Bahrain sangat bergantung pada sektor minyak dan gas yang memberikan kontribusi besar terhadap PDB dan pendapatan negara. Namun, karena menyadari ketergantungan ini, Bahrain mulai berupaya untuk melakukan diversifikasi dengan memperkuat sektor keuangan dan teknologi. Upaya ini bertujuan agar Bahrain tidak lagi terlalu bergantung pada minyak dan bisa menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di masa depan.

Secara keseluruhan, meskipun Indonesia memiliki PDB yang jauh lebih besar dibandingkan Bahrain, tingkat kesejahteraan atau pendapatan per kapita warga Bahrain jauh lebih tinggi. Perbedaan ini menunjukkan tantangan yang dihadapi oleh negara-negara dengan populasi besar seperti Indonesia dalam memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat didistribusikan secara merata kepada seluruh warganya.

Bagi Indonesia, tantangan utama adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui diversifikasi ekonomi yang lebih agresif, perbaikan infrastruktur, dan peningkatan investasi di sektor-sektor yang berorientasi pada masa depan seperti teknologi dan energi terbarukan. Di sisi lain, Bahrain yang ekonominya bergantung pada minyak, perlu terus melakukan diversifikasi untuk menghadapi masa depan yang tidak menentu di pasar minyak global.

Meskipun terdapat perbedaan mendasar dalam struktur ekonomi dan tingkat kesejahteraan, kedua negara memiliki peluang besar untuk terus tumbuh dan berkembang di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Industri Kecantikan Terus Digenjot Lewat Gelaran Cosmobeaut Indonesia

Industri Kecantikan Terus Digenjot Lewat Gelaran Cosmobeaut Indonesia

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:40 WIB

Jelang Lawan Timnas Indonesia, China Justru Diejek Suporter Sendiri: Disamakan Anak Sekolahan

Jelang Lawan Timnas Indonesia, China Justru Diejek Suporter Sendiri: Disamakan Anak Sekolahan

Bola | Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:39 WIB

Sergi van Dijk Prediksi Timnas Indonesia Taklukkan Bahrain 2-1

Sergi van Dijk Prediksi Timnas Indonesia Taklukkan Bahrain 2-1

Bola | Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:38 WIB

Siasat Bahrain Kalahkan Timnas Indonesia, Utak-atik Alokasi Tiket

Siasat Bahrain Kalahkan Timnas Indonesia, Utak-atik Alokasi Tiket

Bola | Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:28 WIB

BFI Finance Bidik Pembiayaan Mesin di Pameran AllPrint

BFI Finance Bidik Pembiayaan Mesin di Pameran AllPrint

Bisnis | Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:16 WIB

Mees Hilgers Mampir Pasar Malam untuk Beli Makanan Khas Indonesia

Mees Hilgers Mampir Pasar Malam untuk Beli Makanan Khas Indonesia

Bola | Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:12 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×