Geo Dipa Energi Setor Rp200 Miliar per Tahun ke Negara

Fabiola Febrinastri, Restu Fadilah

Jum'at, 08 November 2024 | 07:31 WIB
Geo Dipa Energi Setor Rp200 Miliar per Tahun ke Negara
(ki-ka) Direktur Pengembangan, Niaga, dan Eksplorasi GDE, Ilen Kardani dan Direktur Kekayaan Negara Dipisahkan, Meirijal Nur dalam Media Briefing Press Tour Kementerian Keuangan yang bertema Dukungan Fiskal Pemerintah dalam Mendorong Ketahanan Energi & Meningkatkan Penerimaan Negara di Bandung, Jawa Barat, Kamis, (7/11/2024) malam. (Dok: SUara.com)

Suara.com - Program pengembangan energi hijau melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) milik PT Geo Dipa Energi (GDE) berhasil membawa dampak positif bagi perekonomian. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) itu berhasil menyetor uang sebesar Rp 200 miliar untuk kas negara setiap tahunnya.

"Saya kasih gambaran bahwa tahun ini saja, kami memberikan profit/setoran ke negara Rp200 miliar setahun," tutur Direktur Pengembangan, Niaga, dan Eksplorasi GDE, Ilen Kardani, dalam Media Briefing Press Tour Kementerian Keuangan yang bertema Dukungan Fiskal Pemerintah dalam Mendorong Ketahanan Energi & Meningkatkan Penerimaan Negara di Bandung, Jawa Barat, Kamis, (7/11/2024) malam.

Selain profit untuk negara, PLTP Patuha juga memberikan multiplier effect terhadap masyarakat sekitar. Menurut Ilen, 20% masyarakat sekitar dipekerjakan di PLTP Patuha maupun Dieng.

"Untuk satu projek di Patuha misalkan, itu memberikan kehidupan bagi masyarakat sekitarnya dari segi tenaga kerja, training, kesempatan berusaha, kesempatan berkarir, dikasih pendidikan, beasiswa dan banyak lagi multiplier effect dari segi ekonomi bagi masyarakat di wilayah sekitar panas bumi," urainya.

Sementara terkait tantangan sosial yang dihadapi, Ilen menyebut, GDE selalu mengedepankan prinsip transparansi dan komunikasi terbuka dengan masyarakat. Pendekatan ini terbukti efektif, dengan GDE berhasil menjaga hubungan baik dengan masyarakat di Dieng selama lebih dari 20 tahun tanpa masalah sosial besar.

Salah satu contoh komunikasi yang transparan adalah menjelaskan potensi risiko yang muncul, seperti uap air yang keluar saat pengeboran, untuk menghindari kesalahpahaman yang dapat memicu ketegangan.

Perlu diketahui, PLTP milik PT GDE terletak di dua lokasi yakni di Ciwidey Kabupaten Bandung, Jawa Barat dan Dieng, Jawa Tengah. PLTP Patuha sendiri telah beroperasi sejak tahun 2014 silam. 

PLTP Patuha Unit 1 yang telah beroperasi selama 10 tahun, juga turut berkontribusi sebesar 3,98% terhadap bauran energi di sistem Jawa-Bali. Dengan kapasitas 59,88 MW, pembangkit ini telah menghasilkan lebih dari 4 juta kWh listrik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan energi di Jawa Barat dan sekitarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN), Rionald Silaban, menyampaikan, GDE merupakan "bayi" Kemenkeu yang dulunya diambil alih oleh pemerintah setelah terjadi sengketa. Kini, GDE telah berkembang menjadi perusahaan yang membanggakan.

baca juga

"Komitmen pemerintah terhadap transisi energi adalah hal yang mutlak, dan kami akan terus mendukung GDE, baik dalam bentuk dukungan fiskal maupun akses ke bantuan dari lembaga multilateral, karena apa yang dilakukan GDE adalah bagian dari upaya energi hijau," kata Rionald.

Meskipun GDE belum menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah berhasil memberikan kontribusi dividen kepada pemerintah. Pemerintah juga terus memberikan dukungan terhadap pengembangan proyek-proyek GDE, termasuk yang berada di Ciwidey.

Berdasarkan data Kemenkeu, pemerintah terakhir memberikan dukungan kepada PT GDE berupa PMN pada tahun 2015 silam sebesar Rp607 miliar dan di tahun 2020 sebesar Rp700 miliar.

"Kami berharap pembangkit listrik geotermal di Indonesia terus berkembang. Meskipun tarif listrik yang dijual oleh GDE bisa dianggap concessional, perusahaan tetap berhasil menghasilkan listrik dengan tarif yang efisien," ujar Rionald. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Pecah 9 Lembaga Jadi 21 Kementerian, Kemenkeu Optimalkan Aset Negara

Prabowo Pecah 9 Lembaga Jadi 21 Kementerian, Kemenkeu Optimalkan Aset Negara

Bisnis | Jum'at, 08 November 2024 | 00:37 WIB

Prabowo Rombak Jajaran Pejabat Sri Mulyani

Prabowo Rombak Jajaran Pejabat Sri Mulyani

Bisnis | Kamis, 07 November 2024 | 16:14 WIB

Diperiksa KPK terkait Kasus Rita Widyasari, Dirjen Anggaran Kemenkeu Dicecar soal Ini

Diperiksa KPK terkait Kasus Rita Widyasari, Dirjen Anggaran Kemenkeu Dicecar soal Ini

News | Jum'at, 25 Oktober 2024 | 11:04 WIB

DJP Kemenkeu: Coretax Dapat Menambah Penerimaan 1,5% dari PDB

DJP Kemenkeu: Coretax Dapat Menambah Penerimaan 1,5% dari PDB

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 13:44 WIB

7 Program Quick Win Prabowo Telan APBN hingga Rp121 Triliun

7 Program Quick Win Prabowo Telan APBN hingga Rp121 Triliun

Bisnis | Kamis, 26 September 2024 | 10:07 WIB

Wamenkeu Thomas Sebut Kepastian PPN 12% Akan Dibahas oleh Kabinet Baru

Wamenkeu Thomas Sebut Kepastian PPN 12% Akan Dibahas oleh Kabinet Baru

Bisnis | Rabu, 25 September 2024 | 19:52 WIB

Terkini

Skandal Maladministrasi Terendus: Bechi Batal Bebas, Dijebloskan Lagi ke Penjara

Skandal Maladministrasi Terendus: Bechi Batal Bebas, Dijebloskan Lagi ke Penjara

Malang | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:30 WIB

2 Cara Pakai Sabun Muka Bubuk Anua untuk Cerahkan Kulit Wajah dan Hempas Jerawat

2 Cara Pakai Sabun Muka Bubuk Anua untuk Cerahkan Kulit Wajah dan Hempas Jerawat

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:29 WIB

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Jelang Pengumuman MSCI, OJK Pastikan Pembekuan Saham Indonesia Bakal Terbatas

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:21 WIB

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum, Ini Urutan Pemakaian yang Benar agar Wajah Glowing

Perbedaan Toner, Essence, dan Serum, Ini Urutan Pemakaian yang Benar agar Wajah Glowing

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:09 WIB

Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Industri ke PDB Tembus 25 Persen

Menperin Sarmuji Targetkan Kontribusi Industri ke PDB Tembus 25 Persen

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:05 WIB

Kabut Asap Masih Selimuti Langit Pontianak

Kabut Asap Masih Selimuti Langit Pontianak

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Vaseline Petroleum Jelly Bisa untuk Apa Saja? Cek 10 Manfaat dan Cara Pakainya

Vaseline Petroleum Jelly Bisa untuk Apa Saja? Cek 10 Manfaat dan Cara Pakainya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:45 WIB

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

BREN, DSSA, hingga GOTO Masuk Radar MSCI, IHSG Bersiap Hadapi Rebalancing MSCI

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Penataan Setu Babakan, Lapak Pedagang Mulai Dibongkar

Foto | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 06:00 WIB

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bank Danamon-MUFG Merger, Bagaimana Nasib Nasabah?

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 05:50 WIB

×